Harus Bagaimana Saat Anak Berkata Tak Sopan?
wolipop
Jumat, 11 Feb 2011 11:38 WIB
Jakarta
-
"Rumahnya bau." Pernahkah anak Anda mengucapkan kalimat tersebut saat bertamu? Jika iya, bagaimana sikap Anda? Untuk para orangtua, berikut ini tips bagaimana harus bersikap saat anak mengucapkan kata-kata yang membuat malu.
Anak-anak yang mulai lancar mengucapkan kata (mulai umur 1,5 tahun) biasanya juga memahami arti kata tersebut. Mereka pun jadi lebih senang mengekspresikan kata-kata yang ia mengerti itu.
Namun terkadang ada kata-kata dari anak yang membuat wajah Anda merah. Misalnya saja seperti yang sudah dicontohkan di atas, anak mengucapkan kata bau ketika bertamu ke rumah orang lain.
Tentu apa yang diucapkan tersebut bisa membuat si tuan rumah merasa tersinggung, meskipun kata itu keluar dari bibir anak-anak. Tapi tentunya Anda paham kalau anak tidak bermaksud membuat tersinggung tuan rumah. Jadi bagaimana harus bersikap? Berikut ini tipsnya, seperti dilansir She Knows:
1. Marah Bukanlah Jalan Keluar
Bersikap marah saat anak mengucapkan kata yang membuat malu, bukanlah solusinya. Sebagai orangtua, Anda tentu ingin anak belajar bagaimana bersikap yang baik dan menambah kepercayaan dirinya, bukan malah membuatnya takut (dengan kemarahan). Semarah apapun Anda saat itu pada anak, harus diingat berapa usia anak saat itu dan sedang dalam tahap apa dia.
Jika memang apa yang diucapkannya itu membuat Anda harus minta maaf, lakukanlah. Setelah itu baru beri pemahaman pada anak kalau apa yang dilakukannya sebenarnya tidak sopan. Pemahaman tersebut tentu diucapkan dengan kata-kata yang bisa ia mengerti sesuai umurnya.
2. Ajari Bahasa yang Baik
Menjadi orangtua yang bijaksana bukanlah hal mudah. Hal serupa juga terjadi pada anak-anak. Anak-anak yang baru lancar bicara tentu belum mengerti benar apakah yang diucapkannya tersebut menyinggung perasaan orang lain atau tidak.
Sebagai orangtua, coba ajarkan anak bahasa-bahasa yang baik dan mudah ia mengerti, ketimbang memberitahunya bahasa-bahasa aneh.
3. Menerima Sikap Anak
Situasi yang Anda alami saat anak mengucapkan kata-kata 'ajaib' di depan orang lain, sudah pasti dialami banyak orangtua lainnya. Jadi Anda tidak perlu khawatir berlebihan. Dengan menerima sikap anak tersebut dan mungkin menertawakannya, membuat Anda bisa memahami kalau anak Anda memang hanyalah seorang anak-anak. Pengalaman lucu yang didapat itu akan jadi pelajaran Anda dalam membesarkan anak.
(eny/eny)
Anak-anak yang mulai lancar mengucapkan kata (mulai umur 1,5 tahun) biasanya juga memahami arti kata tersebut. Mereka pun jadi lebih senang mengekspresikan kata-kata yang ia mengerti itu.
Namun terkadang ada kata-kata dari anak yang membuat wajah Anda merah. Misalnya saja seperti yang sudah dicontohkan di atas, anak mengucapkan kata bau ketika bertamu ke rumah orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Marah Bukanlah Jalan Keluar
Bersikap marah saat anak mengucapkan kata yang membuat malu, bukanlah solusinya. Sebagai orangtua, Anda tentu ingin anak belajar bagaimana bersikap yang baik dan menambah kepercayaan dirinya, bukan malah membuatnya takut (dengan kemarahan). Semarah apapun Anda saat itu pada anak, harus diingat berapa usia anak saat itu dan sedang dalam tahap apa dia.
Jika memang apa yang diucapkannya itu membuat Anda harus minta maaf, lakukanlah. Setelah itu baru beri pemahaman pada anak kalau apa yang dilakukannya sebenarnya tidak sopan. Pemahaman tersebut tentu diucapkan dengan kata-kata yang bisa ia mengerti sesuai umurnya.
2. Ajari Bahasa yang Baik
Menjadi orangtua yang bijaksana bukanlah hal mudah. Hal serupa juga terjadi pada anak-anak. Anak-anak yang baru lancar bicara tentu belum mengerti benar apakah yang diucapkannya tersebut menyinggung perasaan orang lain atau tidak.
Sebagai orangtua, coba ajarkan anak bahasa-bahasa yang baik dan mudah ia mengerti, ketimbang memberitahunya bahasa-bahasa aneh.
3. Menerima Sikap Anak
Situasi yang Anda alami saat anak mengucapkan kata-kata 'ajaib' di depan orang lain, sudah pasti dialami banyak orangtua lainnya. Jadi Anda tidak perlu khawatir berlebihan. Dengan menerima sikap anak tersebut dan mungkin menertawakannya, membuat Anda bisa memahami kalau anak Anda memang hanyalah seorang anak-anak. Pengalaman lucu yang didapat itu akan jadi pelajaran Anda dalam membesarkan anak.
(eny/eny)
Olahraga
Alat Workout Rumahan yang Harus Kamu Miliki! Barbel Set & Slider Disc Bikin Latihan Lebih Maksimal
Olahraga
Bikin Percaya Diri Saat Olahraga, Ini Pilihan Celana Sport yang Nyaman Dipakai
Olahraga
Olahraga Jadi Nggak Kaku Lagi! Ini Rahasia Baju Sport Wanita yang Bikin Gerak Bebas & Tetap Stylish
Perawatan dan Kecantikan
Banyak yang Bilang Ini Signature Scent Material, HMNS Farhampton Emang Seenak Itu?
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Baju Lebaran 2026
Warna Butter Yellow Jadi Tren Baju Lebaran, Gaya Maia Diserbu di Tanah Abang
2
Foto: Gaya Melania Trump Pimpin Rapat Dewan Keamanan PBB saat AS Serang Iran
3
Ramalan Zodiak 4 Maret: Cancer Dihantui Trauma, Leo Harus Sabar
4
Baju Lebaran 2026
Tren Baju Lebaran Couple 2026: Sarimbit Melayu Laris di Tanah Abang
5
Perubahan Wajah Jim Carrey yang Mengejutkan, Isu Oplas Hingga Tuduhan Kloning
MOST COMMENTED











































