Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Etika Menjenguk Ibu Yang Baru Melahirkan

wolipop
Kamis, 12 Agu 2010 09:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta - Menjenguk bayi yang baru lahir memang sangat baik. Namun, tidak jarang memberi efek buruk terhadap si bayi, lantaran para tamu tidak memahami etika mengunjungi bayi baru lahir.

Saat berada di rumah sakit, tamu yang datang menjenguk memang relatif bisa lebih diatur dengan adanya jam kunjungan yang ditetapkan. Selain itu, bayi juga lebih banyak dirawat di kamar bayi oleh perawat. Dengan demikian efek buruk akan relatif lebih kecil.

Namun saat di rumah, perawatan bayi sepenuhnya ada di tangan orang tuanya. Di sisi lain, yang datang menjenguk pun tidak bisa diatur jam kunjungannya. Lantas, seperti apa etika berkunjung yang benar untuk menjenguk ibu dan bayi yang baru lahir?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Atur waktu kunjungan yang tepat. Perhatikan kondisi ibu dan bayinya, bila kondisi bayi sehat. Anda bisa menjenguk ke rumahnya beberapa saat sepulang dari rumah sakit. Namun bila kondisi bayi atau ibu tidak sehat, perhatikan ketentuan yang berlaku di rumah sakit, termasuk rekomendasi dokter. Apakah ibu dan bayi boleh dijenguk atau tidak. Sebelum datang berkunjung, beritahukan dulu pada sang ibu atau salah satu anggota keluarga. Dengan demikian, sang ibu dapat mengatur waktu dan mempersiapkan diri.

2. Hindari datang pada jam makan siang atau malam. Bila tamu datang pada saat jam makan, sebagai tuan rumah tentu akan merasa keharusan untuk mengajak makan. Padahal belum tentu mereka punya makanan untuk disuguhkan. Akibatnya, tuan rumah akan bingung untuk menyiapkan makanan para tamunya.

3. Jangan datang terlalu pagi atau malam. Biasanya pada pagi hari, keluarga masih sibuk mengurusi si kecil dan  membereskan rumah. Sebaliknya jika terlalu malam, sang ibu dan bayi yang baru lahir diharuskan untuk banyak istirahat daripada biasanya.

4. Hati-hati memberikan komentar mengenai si bayi. Hindari komentar-komentar yang dapat menyinggung tuan rumah, seperti "Wah.. coba seandainya bayinya laki-laki". Ingat, bahwa pandangan orang lain tidak sama dengan pendapat kita dan komentar seperti itu dapat membuat kesal si ibu.

5. Jika sedang sakit, jangan bersentuhan pada sang bayi. Jangan sampai malah membuat si bayi sakit dengan kedatangan kita, sebaiknya hindari kunjungan sewaktu sakit.

6. Beri kesempatan pada si ibu bila memang ia perlu waktu untuk merawat bayinya. Jika tampaknya si ibu sedang sibuk mengurus bayinya, tidak usah berlama-lama bertamu agar si ibu punya banyak waktu untuk merawat bayinya.

Tips Menghadapi Tamu Usil

Tamu yang menjenguk ibu dan bayi tak selalu dapat memahami kondisi si kecil. Kadang, ada saja penjenguk yang mencolek tubuhnya, padahal dia tengah lelap-lelapnya tidur. Atau, bayi digilir untuk digendong. Akibatnya bayi  menjadi rewel, tidak nyaman, lelah dan akhirnya susah tidur.

Dalam kondisi ini, apa yang dapat ibu lakukan?

1. Bersikaplah tegas tapi sopan dalam menyampaikan kondisi bayi. Katakan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sehingga penjenguk tahu batasan apa yang boleh dan tidak boleh.

2. Bisa juga ibu menentukan satu hari khusus untuk menerima kedatangan tamu yang ingin menjenguk, misalnya membuat acara khusus, semacam acara ‘Open House’ (bisa sekaligus acara Aqiqah bagi yang muslim). Hal ini lebih praktis bagi ibu dan bayi sebab tidak lagi repot untuk menerima kunjungan pada saat-saat yang tidak pasti.

(eya/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads