Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Manfaat Minyak Ikan untuk Tubuh, Suplemen yang Diakui Efektif oleh Ahli

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Senin, 15 Jun 2026 05:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

closeup hand holding fish oil vitamin for healthy
Foto: iStock
Jakarta -

Minyak ikan adalah salah satu suplemen yang sempat menjadi tren di media sosial. Meski tidak semua suplemen yang viral terbukti efektif, minyak ikan termasuk salah satu yang manfaatnya didukung oleh banyak ahli.

"Minyak ikan berkualitas tinggi adalah salah satu dari sedikit suplemen yang cukup penting dan mendasar buat banyak orang," ujar Mia Ridgen, ahli nutrisi bersertifikasi dari Los Angeles.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pola makan sehari-hari cenderung mengandung lebih banyak asam lemak omega-6 dibanding omega-3. Ketidakseimbangan ini dapat memicu peradangan dalam tubuh. Asam lemak omega-3 yang terdapat dalam minyak ikan berperan membantu menyeimbangkan rasio asam lemak tersebut.

"Minyak ikan bisa memberi manfaat untuk kardiometabolik dan anti-inflamasi," ujar Fernando Carnavali, profesor madya pengobatan internal umum di Mount Sinai. Dilansir dari Vogue.

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan bahwa suplemen minyak ikan merupakan pilihan yang lebih alami untuk mendukung kesehatan jantung, otak, dan sendi dibandingkan penggunaan obat-obatan tertentu. Pendapat ini didukung oleh pakar suplemen makanan dan peneliti Denise John. Menurut John, minyak ikan membantu meningkatkan respons imun dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dengan rutin mengonsumsi suplemen minyak ikan, fungsi otak dapat bekerja lebih optimal. Selain itu, minyak ikan juga mendukung sistem kekebalan tubuh, kesehatan mata, fokus, serta suasana hati.

Terkait manfaatnya untuk kulit, minyak ikan memang tidak memberikan efek yang terlalu besar. Namun, menurut Morayo Adisa, dokter kulit dan ahli patologi kulit, minyak ikan bermanfaat untuk skin barrier.

"Minyak ikan yang kaya akan asam lemak omega-3, EPA dan DHA punyak efek anti-inflamasi yang bisa memperkuat skin barrier," ujarnya.

Efek anti-inflamasi tersebut juga dapat dirasakan oleh sistem pencernaan. Hal ini karena asam lemak omega-3 berpotensi mendukung kesehatan lapisan usus dan berinteraksi secara positif dengan mikrobioma usus.

Wanita yang sedang hamil, menyusui, memasuki masa perimenopause, atau berusia di atas 45 tahun juga disarankan untuk rutin mengonsumsi suplemen minyak ikan. "Omega-3 jadi semakin penting seiring bertambah usia, apalagi saat masa perimenopause dan setelahnya, sistem tubuh mengalami perubahan," ujar Ridgen.

Dr. Carnavali mengatakan bahwa suplemen minyak ikan tetap populer bukan hanya karena manfaatnya, tetapi juga karena umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Meski demikian, minyak ikan tetap bisa menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan ringan, mual, dan aroma amis yang terkadang mengganggu.

Perlu diketahui bahwa formulasi suplemen minyak ikan dapat berbeda pada setiap produk. Beberapa produk yang mengandung DHA dalam jumlah tertentu bahkan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Karena itu, penting untuk memilih suplemen minyak ikan yang berkualitas baik. Kandungan dan formulasi di dalamnya perlu diperhatikan dengan saksama karena bentuk produk, baik cair maupun kapsul, tidak terlalu memengaruhi efektivitasnya.

Pilihlah suplemen yang memiliki kadar EPA dan DHA yang seimbang. Selain itu, jangan lupa berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai mengonsumsi suplemen secara rutin.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads