ADVERTISEMENT

Keuntungan Menikah Menurut Pakar Ekonomi, Bisa Buka Pintu Rezeki Tapi...

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 16 Feb 2022 21:00 WIB
bride and groom in a face protection mask Foto: Getty Images/iStockphoto/Phynart Studio
Jakarta -

Pandemi Corona tidak menyurutkan niat banyak pasangan untuk melangsungkan pernikahan. Meski angka perceraian juga meningkat, meresmikan hubungan di masa yang tidak menentu ini tentu bukan keputusan yang salah. Seorang pakar ekonomi pun memberikan pandangannya mengenai keuntungan menikah secara finansial. Jika kamu memilih orang yang tepat, pernikahan memang bisa jadi cara untuk membuka pintu rezeki tapi tetap harus berhati-hati.

Menikahi Pasangan yang Kaya
Dilansir NCBC, ahli ekonomi Laurence J. Kotlikoff mengakui jika menikahi pasangan karena kekayaannya bukan hal yang salah. Namun jangan pula menjadikan uang satu-satunya alasan. Memilih pasangan yang paling tidak stabil dan bijak dalam finansial baik untuk pria maupun wanita akan membantu kehidupan jadi lebih mudah.

Selain kaya, pastikan kamu memilih pasangan yang tepat. Karena jika sampai berakhir dengan perceraian dan perpisahan, hal itu justru malah bisa merugikan secara psikis dan finansial.

Jaminan Sosial Orang Menikah
Menurut Laurence, salah satu keuntungan finansial orang menikah adalah asuransi dan jaminan sosial. Beberapa asuransi memberi proteksi termasuk untuk anak dan pasangan sehingga kamu yang tidak punya atau tidak bekerja ikut terlindungi. Untuk beberapa profesi, pasangan juga diperbolehkan untuk mengambil uang pensiun setelah suami atau istrinya meninggal.

Menikahlah Tapi Selalu Berjaga-jaga
Meski bisa membuka pintu rezeki dalam jangka panjang, Laurence tetap menyarankan untuk berhati-hati memilih pasangan untuk mencegah perceraian. Beranggan-angan memiliki kehidupan pernikahan yang indah tapi terburu-buru dalam memutuskannya justru bisa jadi merugikan. Selain pilih pasangan, pastikan kamu bisa bertahan hidup jika saja terjadi perpisahan.

"Berangan-angan soal pernikahan bisa mengakibatkan dampak yang fatal. Banyak pernikahan berakhir dengan perang perceraian yang sangat mahal, anak-anak dipaksa untuk memilih dan ikatan keluarga terputus selamanya. Mungkin ini waktunya kita memperbarui pandangan soal pernikahan dari pasangan sehidup semati menjadi perjanjian sementara yang seharusnya dirayakan selama berjalan, bukannya disesalkan ketika berpisah," kata Laurence.

Perjanjian Pranikah Jika Perlu
Pernikahan bisa jadi menguntungkan ketika kamu hati-hati dan menjaga diri. Salah satu hal yang disarankan Laurence adalah membuat perjanjian pranikah jika dibutuhkan. Apalagi untuk pasangan yang memiliki banyak harta untuk dijaga agar bisa melindungi satu sama lain. "Saranku? Ketika kamu berlutut dan melamar, keluarkan dua hal dalam kantongmu, sebuah cincin berlian dan perjanjian pranikah, yang pastinya lebih berharga dari emas," kata Laurence.

(ami/ami)