Kata Influencer yang Viral karena Cuitan Kriteria Pasangan Gaji Rp 250 Juta

Hestianingsih - wolipop Senin, 15 Feb 2021 16:02 WIB
influencer dan aktivis kesehatan seksual Andrea Gunawan Andrea Gunawan viral karena cuitannya soal kriteria pasangan bergaji Rp 250 juta sebulan. Foto: Instagram/@catwomanizer
Jakarta -

Belum lama ini viral cuitan selebtwit @catwomanizer tentang kriteria pasangan dengan gaji Rp 250 juta per bulan. Pendapatnya lantas menjadi pro dan kontra di kalangan netizen dengan ada beberapa yang bertanya, "Kerja apa gajinya segitu?"

Viralnya gaji Rp 250 juta ini berawal dari Jenny Jusuf, yang juga seorang selebtwit dan content creator, saat melempar topik tentang gaji pada Sabtu (13/2/2021). Ia mengadakan survei kecil-kecilan untuk mencari tahu besaran atau standar gaji yang diharapkan netizen dari pasangannya.

"Bebs. Kalian punya kriteria penghasilan minimal calon pasangan nggak? Misalnya, harus di atas Rp10 juta, harus lebih tinggi dari kalian, dll. Alasannya? #surveiiseng," demikian ditulis @JennyJusuf di Twitter.

Netizen pun ramai menjawab pertanyaan Jenny Jusuf, termasuk @catwomanizer yang dikenal juga dengan nama Andrea Gunawan. "Rp 250 juta per bulan minimal dan udah siapin dana pensiun juga, kalau enggak, jomplang nanti Woman cartwheeling," tulisnya.



Jawaban Andrea Gunawan sontak mendapat banyak tanggapan dari netizen. Ada yang pro, ada pula yang kontra.

"250 juta gimane bentukannya dahh," komentar netizen.

"presiden aja ga segitu gajinya, gaji lho ya bukan tunjangan," ujar netizen lainnya.

"gak kebayang gimana cara dapetinnya sebulan harus segitu. harus jd artis/aktor dulu keknya. itu pun kalo rutin main filmnya," cuit netizen lagi.

Namun tak sedikit pula yang sepakat dengan pendapat Andrea Gunawan. Menurut mereka wajar saja jika seseorang memiliki standar tertentu dalam mencari pasangan, termasuk urusan penghasilan.

"Dari kalimat "jomplang nanti" udah bisa disimpulkan kalo mba catwomanizer berarti penghasilannya di atas 250jt/bulan. Ya wajar aja nyari pasangan yg gajinya min 250jt. Kenapa yang lain pada nyinyir..." kata netizen.

"kenapa rang orang pada salty ya, eug yg penghasilan 3M/week biasa aja tuh. 250jt perbulan tuh hal yang wajar, apalagi sekelas manajer. temen" @id_fm juga pasti banyak yg gaji segitu, lebih malah," netizen lain merespons.

Konfirmasi Wolipop

Sementara itu Andrea Gunawan alias @catwomanizer memberikan tanggapannya tentang pro dan kontra gaji Rp 250 juta per bulan. Ketika diwawncara Wolipop, Senin (15/2/2021), aktivis kesehatan seksual dan pakar percintaan ini mengaku tidak menyangka cuitannya akan menjadi kontroversi.

"Sebenarnya aku nggak nyangka akan ke-blow up seperti ini karena itu cuma menjawab pertanyaan dari sahabat baik aku. Kalau pro kontra, untuk kebanyakan yang kontra aku agak bingung, kenapa harus menjadi kontra? Karena itu membicarakan standar aku, kriteria aku, kenapa yang lain jadi sakit hati?" ujar Andrea kepada Wolipop.



Menurutnya, setiap orang memiliki standar sendiri dalam menentukan kriteria pasangan, dan itu bisa berbeda-beda. Andrea Gunawan kembali menambahkan pandangannya lewat Twitter untuk menjawab kritikan netizen.

"Yang kaget baca income 250jt/bulan pasti belum pernah pingsan lihat rate Boomerang content creator lain angkanya 25jt. Klien w aja sampe syok."

"Another fellow content creator, yang kebetulan salah satu teman juga, dari webinar saja sebulan sudah menghasilkan kira-kira 1-2M sendiri, di luar paid partnerships. 250jt mah apa."

"Ada kenalan financial speaker matok rate 95jt/60 menit. Kalau sekelas Awkarin, Raditya Dika, Chef Arnold sih udah gak usah ditanya lagi."

"Mungkin nominalnya dirasa bombastis, tapi pernah kepikiran gak, berapa waktu, energi, dan uang yang sudah diinvestasikan sampai akhirnya bisa mematok rate segitu? Pernah perhatiin gimana kerja kerasnya Awkarin? If you notice, even pas dia liburan aja dia tetap kerja bikin konten."

"All I'm saying is, kerja keras itu penting. Tapi timing dan hoki juga punya peran yang nggak kalah pentingnya." tutup Andrea.

Dia pun tak menampik bahwa masalah finansial merupakan salah satu isu yang sangat sensitif dijadikan topik bahasanan di ranah publik. Untuk itu menurutnya sudah menjadi konsekuensi jika mengangkat hal tersebut di media sosial seperti Twitter dan Instagram.

(hst/hst)