Wardah Hadirkan Derma Longevity Lab: Mengenal Masalah Kulit dengan Cara Ilmiah
Wardah kembali membuat gebrakan terbaru dengan menggelar Wardah Derma Longevity Lab di Main Atrium Pondok Indah Mall (PIM) 2, Jakarta Selatan, yang berlangsung mulai Kamis (24/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026).
Acara ini menghadirkan pendekatan inovatif dalam perawatan kesehatan kulit berbasis sains dengan mengusung konsep Skin Immunity dan Skin Longevity guna membantu masyarakat memahami kebutuhan kulit secara lebih mendalam dan personal.
Berawal dari studi yang dipublikasikan dalam Acta Dermato-Venereologica menyebutkan bahwa Reactive skin bukan lagi kondisi yang niche, 1 dari 2 orang melaporkan memiliki kulit reaktif. Kulit merah, kering, terasa panas, gatal, perih, atau mengalami breakout sering dianggap muncul secara tiba-tiba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edukasi Kesehatan Kulit: Wardah Gelar Derma Longevity Lab & Skin ID Blueprint, di Main Atrium Pondok Indah Mall (PIM) 2, Jakarta Selatan, yang berlangsung mulai Kamis (24/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026). Foto: Dok. Gresnia/Wolipop. |
Padahal, kondisi tersebut bisa terus berulang dan membuat proses recovery kulit menjadi semakin kompleks. Karena itu, Wardah melihat adanya empat emerging skin concern ini, sebagai titik awal memahami kulit secara lebih personal sensitive skin, severe dry skin, acne dry skin, dan acne oily skin. Keempatnya memiliki pola dan kebutuhan skin recovery yang berbeda, sehingga membutuhkan assessment dan pendekatan yang berbeda pula.
Wardah menghadirkan Wardah Derma Longevity Lab, untuk membantu konsumen bergerak dari mengenali pemicu kulit bermasalah hingga mendapat dermatolog recovery guidance. Pada pembukaan acara, hadir Segolene Adam Debaumais, Ph.D. sebagai Scientific & Paragon Innovation Advisor, Arum Pratiwi selaku Head of Wardah Skincare dan Tasya Farasya sebagai beauty influencer.
"Kulit tidak hanya dinilai dari apa yang terlihat di permukaan. Melalui Advanced Personalized Skin Analyzer dan Advanced Skin ID Blueprint yang dihadirkan di Wardah Skin Longevity Lab, memahami sinyal kulit dilakukan secara lebih objektif. Kita dapat menelusuri kemungkinan pemicu kulit bermasalah, dengan bantuan interpretasi assesment dari dermatologist dapat menentukan recovery guidance yang lebih tepat untuk membantu menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang," ungkap dr.Arlene Rainamira, Sp.DVE - Dermatologist.
Edukasi Kesehatan Kulit: Wardah Gelar Derma Longevity Lab & Skin ID Blueprint, di Main Atrium Pondok Indah Mall (PIM) 2, Jakarta Selatan, yang berlangsung mulai Kamis (24/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026). Foto: Dok. Gresnia/Wolipop. |
Derma Longevity Lab juga dirancang agar proses memahami kulit tidak terasa seperti pengalaman klinis yang kompleks. Kamu dapat memulai perjalanan melalui Science Gallery, yang memperkenalkan hubungan antara kulit dengan berbagai faktor gaya hidup, kemudian konsultasi, hingga mencoba langsung produk yang menjadi solusi.
Dengan cara tersebut, Wardah ingin membuat pendekatan berbasis sains menjadi sesuatu yang dapat dilihat, dipahami, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Di Wardah Derma Longevity Lab, kami ingin mengedukasi konsumen untuk memahami pemicu kulit bermasalah (skin problem triggers) serta mendapatkan dermatolog recovery guidance, untuk memperkuat skin immunity dan kesehatan kulit jangka panjang (skin longevity). Bukan hanya berhenti pada 'apa tipe kulit', tetapi membantu konsumen memahami sinyal yang diberikan kulitnya, mengenali kemungkinan pola yang mempengaruhinya, dan mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika kondisi tersebut kembali muncul." ucap Arum Pratiwi, Head of Wardah Skincare.
Berbeda dari skin check konvensional yang hanya menampilkan kondisi kulit saat ini, AI Personalized Skin Analyzer kini mampu mendeteksi parameter kulit dan mengklasifikasikan tingkat kondisinya ke dalam standardized skin grading.
Hasil analisis ini kemudian dikombinasikan dengan lifestyle assessment untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan skin problem trigger dan menyusun personalized skin recovery guidance. Pendekatan ini menjadi dasar Wardah Derma Longevity Intelligence.
1. Skin Problem Triggers
Mengidentifikasi skin signals dan kaitannya dengan skin exposome, yaitu keseluruhan paparan eksternal dan internal yang mempengaruhi kondisi kulit. Faktor tersebut meliputi paparan dari physical (UV, panas, dingin, angin), chemical (kosmetik, sabun, air, polutan), psychological (stres) dan hormonal (menstrual cycle)*.
2. Diagnostic Assessment
Memahami kondisi kulit secara lebih personal. Hasil di dalam Skin ID Blueprint akan menghubungkan skin signals, kondisi skin barrier, dan lifestyle. Dermatologist membantu menginterpretasikan hasilnya, dengan pemeriksaan tambahan hanya bila relevan berdasarkan kondisi masing-masing individu.
3. Personalized Recovery Guidance
Menerjemahkan hasil assessment menjadi langkah perawatan. Konsumen mendapatkan skin recovery guidance, mulai dari skin longevity routine guide, ingredients based on your skin personalized dan rekomendasi produk Wardah yang sesuai kebutuhan.
Derma Longevity Intelligence
Edukasi Kesehatan Kulit: Wardah Gelar Derma Longevity Lab & Skin ID Blueprint, di Main Atrium Pondok Indah Mall (PIM) 2, Jakarta Selatan, yang berlangsung mulai Kamis (24/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026). Foto: Dok. Gresnia/Wolipop. |
Kulit yang terlihat baik-baik saja belum tentu sedang baik-baik saja. Kulit dapat tampak normal, tetapi tetap mengalami sensasi seperti perih, terbakar, gatal, atau tingling. Karena itu, Wardah memahami bahwa gejala yang serupa belum tentu membutuhkan penanganan yang sama.
Setiap kondisi kulit memiliki konteks, trigger, dan kebutuhan recovery yang berbeda. Di Wardah Derma Longevity Lab, terdapat holistik assessment test yang tergabung dalam rangkaian Derma Longevity IntelligenceTM yang dapat pengunjung coba, antara lain:
1. Wardah Advance Personalized Skin Analyzer (AI-PSA)
Memahami kondisi kulit dan lifestyle secara personal. AI-PSA membantu membantu memberikan gambaran kondisi kulit saat ini, area yang perlu diperhatikan, dan lifestyle inputs yang relevan. Hasilnya dirangkum dalam Skin ID Blueprint, kemudian diinterpretasikan untuk membantu memberikan skincare dan lifestyle guidance yang lebih personal.
2. Dermascope dan Temperature Provocation Test
Merupakan pemeriksaan pendukung yang digunakan secara selektif. Dermascope membantu dermatologist melakukan observasi lebih detail ketika terdapat kondisi yang perlu dievaluasi. Temperature Provocation Test dilakukan hanya bila riwayat dan gejala mengarah pada respons fisik terhadap suhu tertentu.
3. Wardah Dryness Test
Mengubah tanda kekeringan menjadi langkah recovery yang langsung bisa dilakukan. Dryness Test digunakan ketika kulit menunjukkan tanda kering, terasa tight, atau terdapat indikasi gangguan skin barrier. Hasilnya membantu menunjukkan kebutuhan recovery secara lebih tangible, lalu diterjemahkan menjadi tindakan perawatan yang relevan, misalnya penggunaan Wardah Derma Sensitive Moisturizer sebagai bagian dari recovery.
4. Dino-Lite
Digunakan sebagai high-magnification skin surface imaging untuk membandingkan tampilan permukaan kulit sebelum dan sesudah penggunaan moisturizer.
Advanced Skin ID Blueprint
Edukasi Kesehatan Kulit: Wardah Gelar Derma Longevity Lab & Skin ID Blueprint, di Main Atrium Pondok Indah Mall (PIM) 2, Jakarta Selatan, yang berlangsung mulai Kamis (24/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026). Foto: Dok. Gresnia/Wolipop. |
Advanced Skin ID Blueprint adalah skin insight yang menghubungkan kondisi kulit saat ini dengan enam lifestyle inputs: sleep, stress, nutrition, gut health, movement, dan daily exposure.
Masing-masing faktor yang diterjemahkan di Skin ID Blueprint membantu konsumen memahami hubungan antara daily routine dengan sinyal pada kulit dan kondisi skin barrier seperti kulit tampak lelah atau kusam, kemerahan, breakout, kekeringan, hingga proses recovery yang terasa kurang optimal.
Dengan begitu, Skin ID Blueprint tidak hanya menjelaskan "seperti apa kondisi kulitku sekarang", tetapi juga membantu membuka percakapan tentang apa saja faktor yang mungkin ikut memengaruhi kondisi tersebut dan apa yang perlu diperhatikan ke depan.
(gaf/eny)















































