Masih banyak orang yang bingung memilih produk perawatan wajah, karena istilah comedogenic dan non-comedogenic sering muncul pada label skincare. Yuk! Ketahui perbedaan skincare comedogenic dan non-comedogenic biar tak jerawatan.
Memilih produk perawatan wajah tidak bisa dilakukan secara asal. Kamu harus mulai lebih teliti membaca label kandungan sebelum membeli produk, termasuk memahami istilah yang sering muncul pada kemasan.
Istilah skincare comedogenic dan non-comedogenic sebenarnya bukan hal baru di dunia kecantikan. Namun, masih banyak pengguna skincare yang belum memahami makna maupun pengaruhnya terhadap kesehatan kulit.
Apa Arti Skincare Comedogenic?
Jika kamu melihat istilah "comedogenic" pada label produk, ini berarti produk tersebut dapat menyebabkan komedo. "Komedo adalah pori-pori atau folikel rambut yang umumnya memiliki penumpukan bakteri, minyak, dan sel kulit mati dan dapat menjadi faktor penyebab jerawat," menurut dermatologist Vivian Chin seperti dilansir dari Byrdie.
Komedo hitam dan komedo putih bukanlah satu-satunya potensi dampak negatif dari produk comedogenic. "Zat-zat ini juga berpotensi melemahkan lapisan pelindung kulit pada beberapa jenis kulit, yang mengakibatkan peradangan dan memperburuk kondisi kulit yang sudah ada," tambah Dr. Melanie Palm.
Menurut Dr. Palm, bahan-bahan komedogenik tertentu mungkin bermanfaat bagi orang dengan kulit dehidrasi dengan menawarkan tingkat kelembapan yang lebih tinggi. Namun, produk komedogenik bukanlah pilihan terbaik untuk orang dengan kulit yang rentan berjerawat.
Simak Video "Video: Skincare Routine Mikha Tambayong di Usia 30-an"
(eny/eny)