Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pori-Pori Tak Bisa Dikecilkan Permanen, Ini 9 Cara Ampuh Menyamarkannya

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Kamis, 05 Mar 2026 11:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hindari 5 Makanan Ini Untuk Cegah Penyumbatan Pori-pori Kulit
Foto: Getty Images/iStockphoto/kazuhide isoe
Jakarta -

Siapa sangka, pori-pori ternyata tidak bisa dikecilkan secara permanen? Padahal, banyak produk skincare dan perawatan kulit lain yang mengklaim dapat mengecilkan pori-pori pada wajah.

Begitu pula dengan para selebriti yang selalu tampak memiliki kulit amat halus seolah tanpa pori. Faktanya, pori-pori tidak dapat mengecil secara permanen karena kondisi ini dipengaruhi oleh faktor genetik, dan pori-pori tidak memiliki otot yang bisa membuka serta menutup dengan sendirinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun tenang, ada banyak cara untuk membuat pori-pori yang tampak mengganggu ini terlihat lebih kecil dari ukuran aslinya. Berikut sembilan cara menyamarkan pori-pori wajah menurut para dermatolog:

1. Double Cleansing di Malam Hari

Dr. Lindsey Yeh, dermatolog yang berbasis di Amerika Serikat, menyatakan bahwa tidak membersihkan kulit dengan benar dapat membuat kotoran menumpuk dan tampilan pori-pori semakin buruk.

ADVERTISEMENT

Sebelum tidur, Dr. Yeh menyarankan untuk membersihkan wajah terlebih dahulu dari makeup, noda, dan debu polusi dengan cleansing balm, cleansing oil, atau micellar water. Setelah itu, lanjutkan dengan mencuci wajah menggunakan facial wash berformula lembut.

Produk pembersih berbahan dasar minyak seperti cleansing oil justru baik untuk pori-pori. Selain efektif menghapus makeup, kandungan minyaknya membantu memecah komedo serta mengurangi sumbatan di dalam pori.

2. Rutin Melakukan Eksfoliasi

Pori-pori yang bersih adalah kunci kulit yang lebih halus dan tampak tanpa pori. Salah satu cara membersihkan pori adalah dengan rutin melakukan eksfoliasi.

Dermatolog umumnya tidak merekomendasikan produk berbentuk scrub atau physical exfoliator karena teksturnya cenderung kasar. Sebaliknya, chemical exfoliator dengan bahan aktif seperti AHA, BHA, dan PHA lebih dianjurkan.

Karena bahan aktif ini berpotensi menimbulkan iritasi, frekuensi eksfoliasi perlu disesuaikan dengan kondisi dan jenis kulit. "Kulit berminyak atau kombinasi bisa melakukan eksfoliasi secara teratur dengan produk yang ringan, sementara kulit sensitif cukup satu hingga dua kali seminggu," ujar Dr. Shari Marchbein, asisten dermatolog di NYU School of Medicine.

Dengan banyaknya jenis produk eksfolian di pasaran, mulai dari serum, masker, hingga toner, kamu bisa memilih yang paling sesuai. Eksfoliasi menjadi salah satu kunci utama dalam menyamarkan pori-pori wajah.

3. Pilih Produk Berlabel 'Non-Komedogenik'

Komedo merupakan salah satu penyebab utama pori-pori tampak besar karena menyumbat dan membuatnya terlihat lebih jelas serta kotor.

Rangkaian skincare yang digunakan bisa menjadi kurang efektif jika masih ada produk dengan kandungan komedogenik. Tidak hanya skincare, produk makeup seperti primer, foundation, skin tint, hingga tinted moisturizer juga berpotensi menyumbat pori.

Untuk mengetahuinya, lakukan riset sederhana sebelum membeli. Perhatikan daftar kandungan produk, lalu cari informasi apakah bahan tersebut berpotensi menyumbat pori atau tidak.

Beberapa situs seperti "Pore Clogger Checker" milik ahli estetika Biba de Sousa atau "The Non-Comedogenic Ingredients Checker" milik Sofie Pavitt dapat membantu proses riset ini.

Cara Mengecilkan Pori-pori

Wanita Memakai Skincare

Foto: Getty Images/seb_ra

4. Tingkatkan Produksi Kolagen dengan Retinol

Pori-pori yang tampak membesar bisa disebabkan oleh melemahnya kolagen pada lapisan kulit. Seiring bertambahnya usia, tidak hanya pori-pori yang semakin terlihat, tetapi juga munculnya garis halus dan kerutan.

Penggunaan retinol secara teratur pada malam hari dapat membantu mengatasi masalah ini. Saat ini, produk retinol sudah banyak dijual bebas. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan resep retinoid.

Pemakaiannya harus dilakukan secara bertahap agar kulit tidak mengalami iritasi atau kemerahan. Mulailah dengan jumlah dan frekuensi rendah, lalu tingkatkan seiring waktu ketika kulit sudah lebih toleran.

5. Perawatan di Klinik Kecantikan

Selain perawatan harian, sesekali melakukan perawatan di klinik dapat membantu membersihkan pori dan mengurangi penyumbatan. Menurut Dr. Yeh, hal ini dapat membantu meminimalkan tampilan pori-pori untuk sementara waktu.

Beberapa perawatan yang direkomendasikan antara lain HydraFacial, DiamondGlow, dan Glo2Facial. Ketiganya dilakukan di bawah pengawasan dokter kulit untuk membantu mengeksfoliasi lapisan atas kulit dan mengekstraksi kotoran dari pori.

HydraFacial bekerja dengan mengekstraksi kotoran sekaligus meningkatkan penyerapan bahan aktif seperti AHA dan BHA. DiamondGlow membantu regenerasi kulit sekaligus mengangkat kotoran, lalu dilanjutkan dengan aplikasi serum saat pori-pori masih terbuka.

Sementara itu, Glo2Facial merupakan perawatan premium yang mengeksfoliasi kulit dengan gelembung oksigen dan proses detoksifikasi, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kulit.

6. Chemical Peel Profesional

Selain eksfoliasi mandiri di rumah, kamu bisa mempertimbangkan chemical peel di klinik kecantikan. Perawatan ini biasanya menggunakan bahan aktif seperti Trichloroacetic Acid (TCA), Salicylic Acid, atau Lactic Acid.

Prosedur ini dilakukan berdasarkan jenis kulit, tujuan perawatan, serta mempertimbangkan waktu pemulihan. Semakin tinggi konsentrasi bahan aktif yang digunakan, semakin lama pula waktu pemulihannya.

Cara Mengecilkan Pori-pori

Beauty skin care cosmetics and health concept

Foto: Thinkstock

7. Rajin Menggunakan Masker Setiap Minggu

Dr. Marchbein menyebutkan bahwa masker berbahan clay dan charcoal dapat membantu mengangkat kotoran dari pori-pori. Komedo, bakteri, serta minyak berlebih dapat diminimalkan dengan penggunaan masker secara rutin.

Namun, hasilnya tidak permanen sehingga perlu dilakukan setidaknya seminggu sekali untuk mempertahankan kebersihan pori.

8. Perawatan dengan Laser

Tindakan laser fraksional seperti Clear and Brilliant juga kerap direkomendasikan untuk memperbaiki tekstur kulit dan merangsang produksi kolagen, sehingga tampilan pori-pori lebih minimal.

Dr. Arash Akhavan, dermatolog di Manhattan, juga menggunakan laser PicoWay dan ResurFx untuk pasien dengan keluhan pori besar. Laser bekerja dengan merangsang pembentukan jaringan baru melalui proses peremajaan kulit.

9. Gunakan Sunscreen dengan SPF

Paparan sinar UV berlebih dapat merusak dan memecah kolagen di kulit, sehingga pori-pori tampak lebih besar.

Gunakan minimal SPF 30 sebagai langkah terakhir dalam rangkaian skincare pagi sebelum beraktivitas. Jangan lupa untuk mengaplikasikan ulang setiap beberapa jam.

Pilih produk SPF yang bebas minyak agar tidak memicu jerawat atau rasa berat pada wajah. Pastikan juga kandungannya tidak bersifat komedogenik agar tidak menyumbat pori-pori.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads