3 Cara Ampuh Atasi Pori-pori Tersumbat yang Disarankan Dokter Kulit
Pori-pori tersumbat adalah salah satu masalah kulit yang paling umum dan sering bikin tampilan wajah jadi kurang mulus. Kondisi ini terjadi ketika pori-pori dipenuhi campuran minyak alami (sebum), sel kulit mati, bakteri, hingga kotoran dari lingkungan.
Sebum sebenarnya punya fungsi penting untuk menjaga kelembapan kulit. Namun, ketika produksinya berlebihan dan bercampur dengan kotoran, pori-pori bisa terlihat lebih besar, kusam, hingga memicu jerawat.
Penyebab Pori-pori Tersumbat
Setiap orang pasti punya pori-pori, bahkan mereka yang terlihat punya kulit 'poreless'. Menurut dermatologist Courtney Rubin, pori-pori adalah saluran kecil tempat keluarnya minyak dan keringat ke permukaan kulit. Masalah muncul ketika produksi minyak berlebih atau penumpukan sel kulit mati dan sisa makeup tidak dibersihkan dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua faktor ini bisa meningkatkan risiko pori-pori tersumbat, yang pada akhirnya bisa memicu jerawat," jelasnya, seperti dikutip dari Cosmopolitan.
Saat pori-pori tersumbat, tampilannya bisa tampak lebih besar, lebih gelap, atau seperti titik hitam. Dermatologist lain, Shereene Idriss, menyebut kondisi ini sering disalahartikan sebagai komedo, padahal istilahnya bisa berbeda meski penanganannya mirip.
Menurut Joshua Zeichner, istilah seperti clogged pores, sebaceous filaments, hingga blackheads sering digunakan untuk menjelaskan kondisi ini.
"Perbedaannya tidak terlalu penting, karena pada dasarnya cara mengatasinya hampir sama," ujarnya.
Cara Mengatasi Pori-Pori Tersumbat
Ada satu hal penting yang harus dihindari, yakni memencet pori-pori.
"Kalau kamu terus-menerus memencet pori, lama-kelamaan pori-pori bisa terlihat lebih besar," kata Dr. Idriss.
Dia juga tidak menyarankan penggunaan alat seperti pore vacuum atau pore strip karena bisa menyebabkan iritasi bahkan meninggalkan bekas luka.
Berikut tiga cara yang direkomendasikan dermatologist untuk membersihkan pori-pori tersumbat:
1. Gunakan Retinoid
Retinoid dikenal efektif untuk mengatasi akar masalah pori-pori tersumbat. Bahan ini bekerja dengan mengontrol produksi minyak sekaligus membantu proses regenerasi sel kulit.
"Retinoid membantu sel kulit mati terangkat dengan baik, sehingga tidak menumpuk dan menyumbat pori," jelas Dr. Rubin.
Senada dengan itu, Dr. Zeichner mengatakan bahwa retinoid seperti adapalene juga membantu mengurangi peradangan dan mencegah penyumbatan di folikel kulit.
"Bayangkan seperti pembersih pipa yang menjaga pori tetap terbuka," katanya.
Namun, penggunaan retinoid sebaiknya dilakukan secara bertahap agar kulit tidak iritasi. Mulai dengan sekali seminggu dan jika kulit sudah mulai beradaptasi, frekuensinya bisa ditambah menjadi 2-3 kali seminggu. Jangan lupa lanjutkan dengan penggunaan moisturizer untuk meminimalisir iritasi atau kekeringan.
2. Eksfoliasi dengan AHA atau BHA
Eksfoliasi dengan AHA atau BHA juga jadi kunci penting untuk membersihkan pori-pori. Kedua bahan ini bekerja dengan melarutkan minyak berlebih dan sel kulit mati.
Dr. Idriss menyarankan untuk menghindari scrub, karena sifatnya yang ablatif, atau menimbulkan gesekan pada kulit.
"Scrub tidak spesifik untuk masalah pori tersumbat dan justru bisa menyebabkan iritasi," ujarnya.
Untuk hasil optimal, pilih produk dengan salicylic acid (BHA) karena mampu menembus minyak dan membersihkan pori lebih dalam. Penting diingat bahwa pori-pori tidak akan pernah benar-benar bersih sepenuhnya.
"Akan selalu ada sedikit sumbatan, tapi kamu bisa meminimalkan tampilannya dengan skincare yang tepat," tambah Dr. Idriss.
3. Pilih Produk Non-Comedogenic
Jika kulitmu rentan pori-pori tersumbat, penting untuk lebih selektif dalam memilih produk skincare dan makeup. Perhatikan label seperti non-comedogenic, dan hindari bahan yang berpotensi menyumbat pori seperti coconut oil, olive oil, wheat germ oil, dan lanolin.
Pori-pori tersumbat memang tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Namun, dengan rutinitas skincare yang tepat, kamu bisa mengontrolnya agar tidak berkembang menjadi jerawat.
Kunci utamanya adalah rutin eksfoliasi, menggunakan bahan aktif yang tepat, serta menghindari kebiasaan yang bisa memperparah kondisi kulit.
(hst/hst)










































