Waspada! Viral Sunscreen Palsu dengan SPF Rendah, Tingkatkan Risiko Kanker
Kandungan SPF yang tinggi menjadi inti dari produk sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari, khususnya UV A dan UV B. Namun ternyata, ada produsen sunscreen yang diduga memalsukan klaim SPF produknya. Ada produk sunscreen yang mencantumkan SPF 45, padahal hasil pengujian menunjukkan kandungan aslinya hanya sekitar SPF 3,6.
Julian Sass, ilmuwan kosmetik asal Kanada, mengungkapkan proses investigasinya terkait sunscreen palsu lewat unggahan TikTok yang kini viral. Dalam videonya, ia mengungkap kecurigaan terhadap produk sunscreen dengan tekstur transparan yang tidak biasa serta komposisi yang dinilai tidak masuk akal karena tidak mengandung bahan pelindung matahari seperti zinc oxide.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr. Sass kemudian menguji sunscreen tersebut menggunakan kamera UV dan uji laboratorium in vitro. Hasilnya, produk itu gagal memberikan perlindungan yang dijanjikan dan terbukti memiliki SPF yang sangat rendah.
"Ini bukan produk dengan perlindungan spektrum luas sehingga tidak bisa melindungi dari sinar UV A penyebab penuaan dini dan kanker kulit. Dalam komposisinya bahkan tidak tercantum bahan perlindungan matahari," ujar Dr. Sass.
Ciri-ciri Sunscreen Palsu
Produk kecantikan yang paling sering dipalsukan adalah skincare Korea. Popularitas skincare Korea dengan hasil yang dianggap efektif membuat banyak orang tergiur membeli versi murah tanpa memastikan keasliannya.
Beauty creator Janine Falcon atau Beauty Geek pernah membagikan pengalamannya membeli Beauty of Joseon Relief Sun Rice + Probiotics SPF50+ PA++++ palsu. Produk sunscreen dari Beauty of Joseon memang cukup populer dan harganya relatif tinggi, sehingga konsumen perlu waspada jika menemukan harga yang terlalu murah.
Sunscreen palsu biasanya bisa dikenali dari tekstur dan kemasannya. Produk palsu cenderung memiliki tekstur seperti pasta atau kapur yang sulit dibaurkan ke kulit. Sementara produk asli memiliki tekstur cream lotion ringan yang mudah menyerap.
Kemasan produk palsu juga sering tampak seperti aluminium foil, bukan plastik berkualitas, serta tidak memiliki tanggal kedaluwarsa yang jelas. Sayangnya, ulasan jujur tentang produk palsu sering tenggelam di antara banyaknya review positif di toko online.
Karena sering dipalsukan, Beauty of Joseon kini menambahkan kode QR pada kemasan produknya untuk membantu konsumen mengecek keaslian produk.
Produk Korea lain yang juga sering dipalsukan adalah Round Lab Birch Juice Moisturizing Sunscreen SPF50+ PA++++ dari Round Lab. Produk palsu biasanya memiliki cetakan font yang lebih tebal, melengkung, dan spasi huruf yang berantakan akibat kesalahan produksi.
Efek Samping Sunscreen Palsu
Foto: Instagram
Secara umum, kanker kulit dibagi menjadi tiga jenis, yaitu karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Karsinoma sel basal biasanya muncul dalam bentuk benjolan mengilap pada kulit. Pada kulit gelap warnanya cenderung kecokelatan atau hitam, sementara pada kulit terang dapat terlihat transparan.
Jenis yang paling umum adalah karsinoma sel skuamosa akibat paparan UV berlebih. Bentuknya bisa berupa benjolan merah keras, bercak bersisik, atau luka terbuka yang tidak kunjung sembuh.
Sementara melanoma merupakan jenis kanker kulit paling berbahaya karena berkembang dari sel pigmen kulit atau melanosit. Jika perlindungan SPF terganggu akibat penggunaan sunscreen palsu, risiko melanoma dapat meningkat. Karena itu, penggunaan sunscreen secara rutin sangat penting untuk membantu melindungi kulit dari kerusakan DNA akibat sinar UV.
Agar Terhindar dari Sunscreen Palsu
Foto: Shopee
Saat membeli sunscreen secara online, pastikan toko sudah terverifikasi dan periksa kembali detail kemasan produk, termasuk ejaan, sertifikasi, segel, dan tanggal kedaluwarsa.
Membeli sunscreen melalui website resmi brand atau toko kecantikan terpercaya dinilai lebih aman dibanding toko yang tidak jelas asal-usulnya.
Selain toko online, produk palsu juga bisa ditemukan di tempat spa atau praktik kecantikan yang tidak terpercaya. Beberapa tempat membeli produk dari pihak ketiga lalu menempelkan label merek sendiri tanpa pengujian ulang.
Memilih Sunscreen yang Tepat
Foto: Dok. Brand
Mineral sunscreen biasanya mengandung zinc oxide dan titanium dioxide yang bekerja memantulkan sinar UV dari permukaan kulit. Sementara chemical sunscreen mengandung senyawa seperti oxybenzone, avobenzone, octisalate, dan octinoxate yang menyerap radiasi UV lalu mengubahnya menjadi panas.
Menurut Ifeoma Ejikeme, founder dan direktur medis Adonia Medical Clinic, kandungan dalam sunscreen tersebut membantu melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari.
Bagi pemilik kulit gelap, chemical sunscreen sering menjadi pilihan karena lebih minim white cast. Namun kini, banyak formulasi mineral sunscreen baru yang juga lebih nyaman digunakan tanpa meninggalkan lapisan putih berlebihan.
Sophie Momen dari Cadogan Clinic menjelaskan bahwa mineral sunscreen juga cenderung lebih stabil dan cocok untuk kulit sensitif.
Apa pun jenis sunscreen yang digunakan, pemakaian rutin tetap penting baik saat cuaca panas maupun mendung, di dalam maupun luar ruangan.














































