Tretinoin: Manfaat, Cara Pakai, dan Efek Samping untuk Jerawat & Anti-Aging
Tretinoin sudah lama dikenal sebagai bahan aktif yang ampuh untuk mengatasi tanda-tanda penuaan. Selain membantu mengurangi kerutan halus dan meratakan warna kulit, tretinoin juga sering dijadikan andalan untuk mengatasi jerawat membandel.
Apa Itu Tretinoin?
Menurut Dr. David Lortscher, dokter kulit bersertifikat dari California, tretinoin merupakan turunan vitamin A (retinoid) yang paling ampuh dan paling banyak diteliti. Namun, produk tretinoin hanya bisa diperoleh melalui resep dokter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapatkan resep dokter untuk perawatan kulit memang tidak selalu mudah, tetapi hasil penggunaan tretinoin dinilai sepadan. Dr. Estee Williams, dokter kulit kosmetik di New York City, menjelaskan bahwa vitamin A dikenal sebagai retinoid, sementara tretinoin dan retinol adalah turunannya. Karena perbedaan struktur kimia dan molekul, efek samping keduanya pun berbeda.
Secara umum, tretinoin dapat digunakan oleh orang dengan masalah jerawat dan tanda penuaan, kecuali ibu hamil dan penderita rosacea. Penggunaannya disarankan pada malam hari dan diikuti dengan pelembap. Hindari pemakaian bersamaan dengan eksfoliator lain karena dapat menyebabkan iritasi dan kulit kering.
Tretinoin vs Retinol, Mana Lebih Ampuh?
Tretinoin dan retinol sama-sama termasuk retinoid dengan fungsi serupa, yaitu mengatasi jerawat dan tanda penuaan. Namun, banyak dokter kulit sepakat bahwa tretinoin lebih kuat dibandingkan retinol. Retinol sendiri dinilai sekitar 20 kali lebih ringan dibandingkan tretinoin.
Jika memiliki kulit sensitif atau jerawat ringan, retinol bisa menjadi pilihan. Namun, untuk hasil yang lebih signifikan, tretinoin dapat dipertimbangkan dengan pengawasan dokter kulit.
Manfaat Tretinoin
1. Mengeksfoliasi lapisan kulit
Menurut dokter kulit asal New York City, Dr. Anna Karp, tretinoin dapat membantu mengangkat lapisan atas kulit dan mempercepat regenerasi sel, sehingga kulit tampak lebih cerah dan teksturnya lebih merata.
2. Meratakan warna kulit
Kemampuannya dalam eksfoliasi membuat tretinoin efektif mengatasi noda hitam akibat jerawat maupun paparan sinar matahari.
3. Meredakan peradangan
Meski termasuk retinoid yang berpotensi mengiritasi, tretinoin juga memiliki efek antiinflamasi jika digunakan dengan tepat.
4. Membersihkan pori-pori
"Jerawat adalah penyakit yang disebabkan oleh banyak hal, salah satunya ialah menumpuknya sel kulit mati yang selanjutnya menyumbat pori-pori dan menjadi komedo," jelas Dr. Karp seperti dikutip dari Brydie.
Tretinoin membantu mencegah penyumbatan pori dengan mengangkat sel kulit mati sebelum berubah menjadi komedo.
5. Meningkatkan produksi kolagen
Produksi kolagen menurun seiring bertambahnya usia dan paparan sinar matahari. Tretinoin dapat membantu meningkatkannya, bahkan dalam beberapa minggu pemakaian.
6. Menghilangkan bekas jerawat
Kombinasi eksfoliasi dan peningkatan kolagen membantu memudarkan bekas jerawat, baik berupa noda gelap maupun tekstur kulit tidak rata.
7. Mengurangi garis halus dan kerutan
Tretinoin tidak hanya mengurangi garis halus yang sudah ada, tetapi juga membantu mencegah terbentuknya kerutan baru.
Tretinoin untuk Mengatasi Jerawat
Foto: Getty Images/Yuliya
Dengan pori-pori yang lebih bersih, risiko pertumbuhan bakteri penyebab jerawat pun berkurang. Karena itu, tretinoin sering diresepkan sebagai obat topikal untuk jerawat.
Dalam beberapa produk skincare, tretinoin juga dikombinasikan dengan bahan seperti azelaic acid, niacinamide, dan tranexamic acid untuk membantu mencerahkan bekas jerawat.
Jenis Jerawat yang Bisa Diatasi
Tidak semua jenis jerawat dapat diatasi dengan tretinoin. Jerawat hormonal, misalnya, memerlukan penanganan medis untuk menyeimbangkan hormon terlebih dahulu.
Tretinoin lebih efektif untuk jerawat akibat pori-pori tersumbat, seperti komedo putih dan komedo hitam, yang biasanya dipicu oleh makeup, kebersihan kulit yang kurang, atau paparan bakteri.
Cara Menggunakan Tretinoin
Foto: Getty Images/Boyloso
- Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit
- Gunakan pada malam hari
- Mulai dengan frekuensi 2-3 kali seminggu
- Aplikasikan setelah wajah dibersihkan dan benar-benar kering
- Gunakan sebesar kacang polong untuk seluruh wajah
- Lanjutkan dengan pelembap.
Jika kulit sudah beradaptasi, frekuensi pemakaian dapat ditingkatkan sesuai anjuran dokter.
Efek Samping Tretinoin
Foto: Getty Images/iStockphoto/Boyloso
Metode 'sandwich' ini dilakukan dengan menggunakan pelembap sebelum tretinoin lalu ditutup dengan pelembap lagi. "Ini merupakan cara paling mudah," kata Dr. Karp.
Tretinoin tidak disarankan untuk orang-orang yang kulitnya sensitif, punya rosacea dan juga wanita hamil. Kandungan tretinoin terlalu keras untuk kondisi kulit tersebut dan juga ibu hamil.














































