Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sering Jerawatan & Kemerahan? Bisa Jadi Radang Kulit, Ini Solusinya

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Minggu, 22 Mar 2026 19:04 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Bekas Jerawat di Wajah
Foto: Getty Images/VLG
Jakarta -

Radang kulit atau skin inflammation merupakan kondisi yang sangat umum terjadi, mulai dari yang ringan hingga cukup parah. Biasanya, peradangan ini menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam tubuh.

Ciri-cirinya antara lain muncul jerawat dan kemerahan yang terus-menerus, pori-pori tersumbat, kulit ruam, kering dan bersisik, serta luka yang lebih lama sembuh. Nyeri sendi dan masalah pencernaan juga dapat menjadi tanda bahwa tubuh mengalami peradangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, peradangan bisa ditandai dengan kelelahan berkepanjangan, brain fog, sering sakit kepala, gejala menstruasi yang berat, kenaikan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta gangguan tidur. Peradangan kronis bahkan dapat menjadi indikasi penyakit yang lebih serius seperti penyakit tulang dan jantung, diabetes tipe 2, Alzheimer atau demensia, penyakit autoimun, hingga beberapa jenis kanker.

Ada banyak penyebab peradangan, mulai dari pola makan yang kurang sehat, kurang tidur, hingga stres berlebihan. Meskipun terjadi di dalam tubuh, tanda-tandanya lambat laun juga akan terlihat dari luar. Pada kulit, dampaknya bisa berupa kerusakan kolagen dan penuaan dini.

ADVERTISEMENT

Cobalah delapan cara berikut untuk membantu mengurangi dan meredakan gejala peradangan, terutama pada kulit:

1. Konsumsi makanan antiinflamasi
Makanan yang kaya antioksidan dan omega-3 dapat membantu mengatasi peradangan sekaligus meningkatkan sistem imun. Sayuran hijau, buah beri, kacang-kacangan, ikan berlemak, jeruk, teh hijau, serta minyak zaitun baik untuk menangkal peradangan. Rempah-rempah seperti kunyit, jahe, kayu manis, bawang putih, dan cabai rawit juga bermanfaat.

2. Identifikasi makanan pemicu peradangan
Hal ini penting karena seiring bertambahnya usia, tubuh dan sistem pencernaan cenderung menjadi lebih sensitif. Hindari konsumsi gula kristal dan sirup jagung, karbohidrat olahan dan tepung-tepungan, lemak tidak sehat, serta daging merah atau olahan. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk panduan yang lebih tepat.

3. Konsumsi makanan organik dan sehat
Makanan organik yang bebas dari pestisida, herbisida, dan hormon tambahan dapat membantu mengurangi risiko peradangan. Kamu bisa mendapatkannya langsung dari petani atau di supermarket.

4. Rutin bergerak dan berolahraga
Aktivitas fisik dapat merangsang pelepasan protein miokin yang memiliki efek antiinflamasi. Selain itu, olahraga membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi stres. Aktivitas ini juga mendukung sirkulasi darah, menjaga berat badan, dan meningkatkan kualitas tidur.

Sering Jerawatan & Kemerahan? Bisa Jadi Radang Kulit, Ini Solusinya

closeup asain woman take medicine before going to bed - she need to take sleeping pills

Foto: Getty Images/PonyWang

5. Minum air putih secara teratur
Asupan air yang cukup membantu tubuh membersihkan senyawa pemicu peradangan. Kulit pun menjadi lebih sehat dan kenyal. Konsumsi buah yang kaya air seperti semangka dan melon juga membantu menjaga hidrasi tubuh.

6. Kelola stres dengan baik
Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol yang dapat menurunkan sistem imun dan memicu peradangan. Kamu bisa mengelola stres dengan meditasi, yoga ringan, menulis jurnal, atau melakukan aktivitas di alam. Jika diperlukan, carilah dukungan dari terapis atau konselor profesional.

Sering Jerawatan & Kemerahan? Bisa Jadi Radang Kulit, Ini Solusinya

Ilustrasi perempuan tidur

Foto: Getty Images/iStockphoto/geargodz

7. Tidur yang cukup dan berkualitas
Orang dewasa disarankan tidur selama 7-8 jam setiap malam. Kurang tidur dapat menyebabkan tubuh lelah dan memicu munculnya gejala peradangan, terutama pada kulit wajah.

Usahakan tidur pada waktu yang sama setiap hari dengan suasana kamar yang nyaman. Hindari penggunaan ponsel setidaknya satu jam sebelum tidur. Jika perlu, pertimbangkan konsumsi suplemen magnesium sesuai rekomendasi dokter.

8. Gunakan produk skincare dan bodycare yang tepat
Pilih produk yang memiliki label atau sertifikasi organik, bebas pewangi sintetis, serta nonkomedogenik. Kandungan yang bersifat antiinflamasi antara lain niacinamide, ceramide, peptide, dan ekstrak teh hijau.

Selain delapan cara di atas, kamu juga dapat mempertimbangkan konsumsi suplemen seperti omega-3, vitamin C dan D3, probiotik, resveratrol (antioksidan), quercetin (antiinflamasi), serta magnesium glisinat untuk membantu mengelola stres. Pastikan memilih suplemen yang berkualitas dan selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads