6 Kesalahan Skincare yang Bikin Noda Hitam di Wajah Tak Kunjung Pudar
Noda hitam membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memudar. Menurut Mamina Turegano, dokter kulit bersertifikasi di Sanova Dermatology, New Orleans, noda hitam umumnya memerlukan waktu paling tidak satu bulan untuk hilang. "Bahkan bisa sampai tiga bulan," ujarnya.
Proses memudarkan noda hitam atau hiperpigmentasi bisa dibantu dengan skincare. Namun sebelumnya, kamu perlu mengetahui penyebab mendasar dari hiperpigmentasi yang terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa faktor penyebabnya antara lain terlalu banyak terpapar sinar matahari tanpa SPF, perubahan hormon tubuh, dan peradangan pada kulit akibat jerawat meradang atau jerawat yang dipencet hingga pecah. Namun, jika noda hitam di wajah masih membandel atau justru semakin jelas, bisa jadi ada kesalahan dalam pemakaian skincare.
Layering skincare Pencerah Terlalu Banyak
Produk skincare membutuhkan waktu untuk meratakan warna kulit dan tidak bekerja secara instan. Meski begitu, ada beberapa bahan yang bekerja lebih cepat dan disetujui dokter kulit.
Misalnya vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan untuk memperlambat produksi melanin, serta retinol dan bahan eksfolian lain yang membantu mengangkat sel kulit mati.
Keduanya memang sama-sama punya fungsi mencerahkan. Namun, penggunaan secara bersamaan justru bisa memicu iritasi dan peradangan yang berujung pada hiperpigmentasi makin menggelap.
Dr. Turegano menyarankan memilih salah satu bahan pencerah atau menggunakan vitamin C dan retinol secara bergantian di hari berbeda. Cara ini lebih lembut untuk kulit dan hasilnya cenderung lebih optimal.
Akar Penyebab Jerawat Belum Diatasi
Salah satu penyebab hiperpigmentasi adalah jerawat. Saat ingin menghilangkan bekas jerawat, banyak orang lebih fokus mencerahkan kulit.
Padahal, hasilnya tidak akan signifikan jika akar masalahnya, yaitu jerawat aktif, belum diatasi.
"Kesalahan yang sering saya lihat adalah orang mengalami jerawat tetapi lebih fokus pada pengobatan hiperpigmentasi," kata Dr. Turegano, dikutip dari SELF.
Ketika jerawat masih aktif, kulit akan tetap meradang akibat minyak berlebih, sel kulit mati, dan bakteri. Seberapa keras pun usaha mengatasi noda hitam, hasilnya tidak maksimal karena noda baru akan terus muncul.
Kuncinya adalah berkonsultasi dengan dokter kulit agar mendapat rencana perawatan yang sesuai. Dr. Turegano merekomendasikan bahan seperti retinol topikal, eksfolian seperti glycolic acid dan lactic acid, serta niacinamide.
Kesalahan Skincare yang Bikin Noda Hitam di Wajah Tak Kunjung Pudar
Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Mengabaikan Pentingnya Sunscreen
Penggunaan skincare untuk hiperpigmentasi memang disarankan dermatolog. Namun, tindakan pencegahan yang lebih penting sering kali justru dilupakan, yakni memakai sunscreen setiap hari.
Brendan Camp, dokter kulit bersertifikasi di MDCS Dermatology, New York City, mengatakan bahwa pentingnya sunscreen sudah dikenal luas, "apalagi untuk orang-orang yang memiliki masalah noda hitam."
Paparan sinar UV dapat memicu produksi melanin berlebih yang menyebabkan perubahan warna kulit dan memperparah noda gelap.
Gunakan sunscreen dengan spektrum luas minimal SPF 30 setiap hari. Jangan lupa reapply tiap dua jam, terutama saat berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan.
Iritasi Kulit Akibat Terlalu Banyak Panas
Selain matahari, sumber panas lain seperti sauna dan mandi air panas terlalu lama juga dapat memperparah peradangan kulit.
Menurut Dr. Camp, peningkatan aliran darah dan panas yang berlebihan dapat memicu peradangan berkelanjutan.
"Ini akan membuat bintik gelap pada kulit semakin terlihat," jelasnya.
Kamu tidak harus berhenti mandi air panas atau sauna sepenuhnya. Yang penting, perhatikan durasinya. Beberapa menit masih aman, tetapi terlalu lama sebaiknya dihindari.
Kesalahan Skincare yang Bikin Noda Hitam di Wajah Tak Kunjung Pudar
Foto: Getty Images/Tunyada Kongkapan
Eksfoliasi Berlebihan atau Memakai Bahan yang Tidak Cocok
Eksfoliasi bekerja dengan mengangkat lapisan kulit paling atas dan membantu meratakan warna kulit, baik melalui bahan kimia seperti AHA-BHA maupun scrub fisik.
Namun, scrub yang terlalu kasar tidak otomatis menghilangkan noda hitam.
"Ini justru menimbulkan efek sebaliknya," kata Dr. Turegano.
Bahan yang terlalu abrasif, terutama pada kulit sensitif, bisa menimbulkan trauma kecil yang memicu peradangan. Hal serupa terjadi pada eksfoliasi kimia yang terlalu sering atau berkonsentrasi tinggi sehingga merusak skin barrier.
Eksfoliasi harus disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing. Hindari scrub fisik lebih dari sekali seminggu. Untuk eksfoliasi kimia, Dr. Turegano menyarankan dilakukan bertahap, sekitar dua kali seminggu dan tetap disesuaikan dengan reaksi kulit.
Salah Membedakan PIH dan PIE
Kesalahan membedakan jenis bercak dapat membuat cara mengatasinya tidak tepat. Karena itu, penting mengenali apakah bercak tersebut termasuk Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH) atau Post-Inflammatory Erythema (PIE).
Menurut Dr. Turegano, perbedaan paling jelas terletak pada warna dan penyebabnya. PIH muncul akibat perubahan pigmen kulit dengan warna kecokelatan atau biru keabuan pada kulit lebih gelap.
Sementara PIE berwarna kemerahan hingga ungu karena kerusakan pembuluh darah dekat permukaan kulit, biasanya akibat iritasi atau memencet jerawat.
Kesalahan penanganan memang tidak selalu memperburuk kondisi, tetapi dapat memperpanjang waktu penyembuhan.
PIH umumnya ditangani dengan bahan aktif pencerah seperti licorice root extract, kojic acid, dan tranexamic acid. Sedangkan PIE sebaiknya dikombinasikan dengan bahan yang menenangkan dan antiinflamasi seperti niacinamide, azelaic acid, dan centella asiatica atau cica.














































