3 Prosedur Kosmetik Terpopuler 2025 yang Masih Tren di 2026
Tren bedah estetika terus berkembang, tetapi beberapa prosedur tetap menjadi favorit dari tahun ke tahun. Menurut laporan terbaru dari American Academy of Facial Plastic and Reconstructive Surgery (AAFPRS), tiga operasi plastik ini menjadi yang paling banyak dilakukan sepanjang 2025, dan diperkirakan masih akan mendominasi di 2026.
"Tren ini sebenarnya sangat konsisten dengan tahun lalu dan beberapa tahun sebelumnya," ujar Dr. Anthony Brissett, dokter bedah plastik sekaligus Presiden AAFPRS, seperti dikutip dari New York Post.
"Prosedur yang paling diminati tidak banyak berubah. Yang berkembang adalah cara pengerjaannya dan siapa yang melakukannya," tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini dia tiga prosedur yang paling populer:
1. Rhinoplasty (Operasi Hidung)
Foto: iStock |
Rhinoplasty atau yang lebih dikenal dengan operasi hidung masih menjadi prosedur kosmetik paling favorit. Dr. Anthony menyebut tindakan ini sebagai prosedur yang 'tak lekang oleh waktu' karena berperan penting dalam menciptakan keseimbangan wajah. Baik pria maupun wanita masih banyak yang memintanya.
"Prosedur ini tidak akan ke mana-mana, tetapi filosofi di baliknya terus berkembang," jelasnya.
"Rhinoplasty modern bertujuan menghasilkan bentuk hidung yang terlihat alami, tidak tampak 'dibuat', sekaligus tetap menjaga fungsinya."
Prosedur ini paling banyak dilakukan pada pasien usia 34 tahun ke bawah-berbeda dengan anggapan bahwa operasi plastik identik dengan usia matang.
2. Facelift
Foto: iStock |
Jika dulu facelift identik dengan hasil yang terlalu tegang dan tampak tidak alami, kini pendekatannya jauh berbeda.
"Facelift masa kini berfokus pada mengembalikan struktur wajah sekaligus mempertahankan identitas pasien," kata Dr. Anthony.
"Tren besarnya adalah tampilan alami, seolah tidak dioperasi, dengan pertimbangan dan pengalaman yang matang," tuturnya.
Kemajuan teknik bedah membuat hasil facelift sekarang terlihat jauh lebih natural dibandingkan beberapa dekade lalu. Teknik saat ini lebih menitikberatkan pada reposisi struktur dalam wajah, bukan sekadar menarik permukaan kulit.
Menariknya, pasien yang menjalani facelift juga semakin muda. Banyak orang mulai mempertimbangkan prosedur peremajaan kulit sejak usia akhir 30-an atau awal 40-an dengan pendekatan preventif.
3. Blepharoplasty (Operasi Kelopak Mata)
Foto: iStock |
Blepharoplasty atau operasi kelopak mata juga mengalami lonjakan popularitas. Prosedur ini bertujuan mengangkat kelebihan kulit dan lemak di area mata, sehingga mengurangi kantung mata dan tampilan lelah.
"Blepharoplasty meningkat pesat, terutama di kalangan wanita muda dan paruh baya," ungkap Dr. Anthony.
"Kami melihat banyak pasien merasa area mata membuat mereka terlihat lelah, meskipun bagian wajah lainnya masih tampak muda."
Popularitasnya juga dipengaruhi oleh perbincangan publik, termasuk selebritas dan atlet yang terbuka membahas prosedur ini.
"Percakapan publik, termasuk atlet seperti Simone Biles yang membahas operasi kelopak matanya, ikut memopulerkan prosedur ini," jelasnya.
Meski tren bisa berubah, Dr. Anthony menilai ketiga prosedur ini akan tetap menjadi fondasi bedah plastik wajah.
"Sulit membayangkan rhinoplasty, facelift, atau blepharoplasty keluar dari posisi teratas karena ketiganya adalah dasar dari bedah plastik wajah," katanya.
Namun, ada beberapa prosedur yang mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan. Salah satunya adalah fat grafting (transfer lemak), terutama untuk mengatasi kehilangan volume wajah yang dikaitkan dengan penggunaan obat berbasis GLP-1.
"Kami melihat pertumbuhan 50% selama dua tahun berturut-turut pada prosedur fat grafting," ujarnya.
Selain itu, perawatan non-bedah seperti implan rambut tanpa operasi, terapi PRP, serta prosedur kontur minimal invasif juga semakin diminati.
"Benang merahnya adalah peningkatan yang strategis, natural, dan tetap sesuai dengan gaya hidup yang sibuk," pungkasnya.
(hst/hst)













































