Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Kulit Kering dan Dehidrasi
Kulit terasa kaku, kasar, atau mengelupas? Banyak orang mengira ini tanda kulit kering, padahal bisa jadi kulit sedang mengalami dehidrasi.
Kulit dehidrasi sering disalahartikan sebagai kulit kering, begitu pun sebaliknya. Meskipun terdengar mirip, kulit kering dan kulit dehidrasi sebenarnya dua kondisi yang berbeda.
Kesalahan dalam mengenali keduanya bisa membuat perawatan kulit kurang efektif. Lantas, apa saja perbedaannya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kulit Kering Bersifat Permanen, Dehidrasi Sementara
Jika kulit selalu terasa kering tanpa memandang musim atau cuaca, kemungkinan besar kamu memiliki jenis kulit kering. Dr. Carmen Castilla, seorang dokter kulit dari New York Dermatology Group, menjelaskan bahwa kulit kering adalah kondisi bawaan yang terjadi ketika kulit secara alami tidak menghasilkan cukup minyak.
"Kulit kering merupakan tipe kulit, seperti kulit berminyak atau sensitif. Ini terjadi karena produksi minyak dan lipid dalam kulit lebih sedikit, sehingga lapisan pelindung kulit tidak dapat menahan kelembapan dengan baik," jelas Dr. Castilla, seperti dikutip dari Self.
Sebaliknya, kulit dehidrasi bukanlah tipe kulit, melainkan kondisi sementara yang terjadi saat kulit kehilangan kadar air. Faktor eksternal seperti cuaca dingin, paparan sinar matahari berlebihan, konsumsi air yang kurang, atau penggunaan skincare dengan bahan aktif terlalu kuat (seperti eksfoliasi berlebihan atau retinol) bisa menyebabkan dehidrasi.
"Dehidrasi bukanlah kondisi kronis, tetapi lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kebiasaan perawatan kulit," tambahnya.
2. Kulit Dehidrasi Bisa Terasa Kaku, Tapi Tetap Berminyak
Jika kulit terasa tertarik dan kering tapi tetap terlihat berminyak, kemungkinan besar itu adalah tanda kulit dehidrasi. Dr. Marisa Garshick, dokter kulit berbasis di New York, menjelaskan bahwa siapa pun-termasuk yang memiliki kulit berminyak atau kombinasi-bisa mengalami dehidrasi.
"Karena kekurangan air, kulit mungkin akan memproduksi lebih banyak minyak sebagai mekanisme pertahanan tubuh," jelas Dr.
Garshick.
Itulah sebabnya mengapa kulit yang mengalami dehidrasi bisa terasa kering, tetapi tetap tampak mengilap, terutama di area T-zone. Sebaliknya, kulit kering cenderung memiliki tekstur yang kasar, pecah-pecah, dan tampak kusam karena kekurangan minyak alami. Oleh karena itu, bagi pemilik kulit kering, pelembap dengan tekstur lebih kental sangat dibutuhkan untuk menjaga kelembapan.
3. Tes Cubit untuk Mengetahui Apakah Kulit Dehidrasi
Cara mudah untuk mengetahui apakah kulit mengalami dehidrasi adalah dengan melakukan tes jentikan.
"Coba cubit ringan kulit di punggung tangan selama tiga detik, lalu lepaskan," saran Dr. Castilla.
Jika kulit langsung kembali ke posisi semula, kemungkinan besar kulit kamu cukup terhidrasi. Namun, jika kulit kembali dengan lambat atau tampak lebih kendur, ini bisa menjadi tanda kulit dehidrasi.
Dr. Castilla menjelaskan bahwa elastisitas kulit sangat bergantung pada kadar air di dalamnya.
"Minyak memang membantu mengurangi kekeringan, tetapi hanya air yang bisa menjaga kulit tetap kenyal dan plump," katanya.
4. Dehidrasi Bisa Membuat Garis Halus Lebih Terlihat
Salah satu efek lain dari kulit yang kekurangan air adalah munculnya garis-garis halus, terutama di sekitar mata.
"Tanpa kelembapan yang cukup, kulit bisa terlihat lebih tipis dan garis-garis halus tampak lebih jelas," ungkap Dr. Castilla.
Namun, garis halus akibat dehidrasi ini bukan tanda penuaan dan bisa membaik setelah kulit mendapatkan hidrasi yang cukup.
5. Pilih Skincare Sesuai Kebutuhan Kulit
Baik kulit kering maupun dehidrasi membutuhkan kelembapan, tetapi jenis produk yang dibutuhkan berbeda. Untuk kulit dehidrasi, bahan yang dapat menarik air ke dalam kulit, seperti hyaluronic acid dan glycerin, sangat disarankan.
Di sisi lain, kulit kering membutuhkan lebih dari sekadar hidrasi-yaitu perlindungan untuk menjaga kelembapan tetap terkunci di dalam kulit.
"Kulit kering memerlukan produk yang lebih kental dengan kandungan emollient dan occlusive, seperti ceramide, shea butter, dan squalane," jelasnya.
(hst/hst)
Fashion
Blibli Sepatu Sports Brand Deals: Diskon hingga 80% untuk Brand Favoritmu!
Elektronik & Gadget
Kamera Ringkas dengan Fitur Canggih untuk Vlogger, Inilah Canon EOS R50
Fashion
Cari Sepatu Lari Nyaman? Adidas Adizero SL2 Wide Bisa Jadi Pilihan
Perawatan dan Kecantikan
Anti Lepek Saat Puasa, Rambut Tetap Fresh Tanpa Keramas Setiap Hari dengan Dry Shampoo Favorit!
7 Facial Wash untuk Kulit Kering yang Melembapkan, Cocok Dipakai Sehari-hari
Make Over Kolaborasi dengan Rinaldy Yunardi Rilis Powder Foundation Spesial
Wajah 'Old Money' Jadi Tren Operasi Plastik, Seperti Apa?
Pori-Pori Tak Bisa Dikecilkan Permanen, Ini 9 Cara Ampuh Menyamarkannya
3 Prosedur Kosmetik Terpopuler 2025 yang Masih Tren di 2026
Emma Watson Kepergok Ciuman Mesra dengan Miliarder Muda di Bandara
Bill Gates Selingkuh dengan 2 Wanita, Isu Pelecehan dengan Staff Muncul Lagi
Terinspirasi Film, Selena Gomez Ingin Punya 4 Anak dengan Benny Blanco
Goo Hye Sun Jual Roll Rambut Rp 149 Ribu, Harganya Dikritik Kelewat Mahal











































