Kenali Hormon yang Menyebabkan Jerawat dan Cara Mengatasinya
Kamu sering jerawatan? Mungkin karena pengaruh hormon. Yuk kenali hormon yang menyebabkan jerawat dan cara mengatasinya.
Mengutip NHS, jerawat merupakan jenis kondisi kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak berlebih dan sel kulit mati. Di bawah kulit, terdapat kelenjar sebaceous yang berfungsi menghasilkan sebum, zat berminyak yang melumasi kulit dan rambut agar tidak kering.
Ketika produksi sebum berlebihan, minyak ini bercampur dengan sel kulit mati dan membentuk sumbatan di dalam folikel. Jika sumbatan ini dekat dengan permukaan kulit maka akan terbentuk komedo putih (whitehead), sedangkan jika terbuka ke permukaan kulit, akan menjadi komedo hitam (blackhead).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat bakteri yang hidup di kulit menginfeksi folikel yang tersumbat, kondisi ini bisa berkembang menjadi jerawat yang lebih parah seperti papula, pustula, nodul, atau kista. Hal ini sering kali dianggap sebagai masalah kulit yang hanya dialami saat remaja.
Faktanya, banyak orang dewasa juga mengalami jerawat, terutama yang dipicu oleh perubahan hormon dalam tubuh. Wanita lebih rentan mengalami kondisi ini, terutama saat menstruasi, kehamilan, atau menopause.
Selain itu, faktor lain seperti stres, pola makan, dan kurang tidur juga dapat memperburuk kondisi kulit. Meskipun sering kali sulit dihindari, jerawat bisa dikendalikan dengan perawatan yang tepat.
Hormon yang Menyebabkan Jerawat
Hormon memang bisa menyebabkan jerawat. Salah satu hormon utama yang berperan dalam munculnya jerawat adalah testosteron.
Hormon tersebut meningkat selama masa pubertas dan berfungsi dalam perkembangan seksual pada laki-laki serta menjaga kekuatan otot dan tulang untuk perempuan. Namun,kelenjar sebaceous sangat sensitif terhadap hormon ini sehingga kadar testosteron yang tinggi dapat merangsang produksi sebum secara berlebihan.
Pada akhirnya bisa menyebabkan pori-pori lebih rentan tersumbat dan memperparah jerawat. Testosteron bukan satu-satunya hormon yang memengaruhi jerawat.
Selain testosteron, perubahan hormon pada wanita juga berperan dalam munculnya jerawat, terutama saat menstruasi, kehamilan, dan kondisi medis tertentu. Pada wanita, perubahan hormon selama siklus menstruasi sering menyebabkan flare-up jerawat, terutama sebelum haid.
Kehamilan juga dapat memicu jerawat, terutama dalam trimester pertama karena lonjakan hormon. Sementara polycystic ovary syndrome (PCOS) merupakan kondisi medis lain yang sering dikaitkan dengan jerawat pada wanita karena ketidakseimbangan hormon yang memicu produksi minyak berlebih di kulit.
Selain faktor hormonal, jerawat juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik. Satu penelitian menemukan bahwa jika kedua orangtua berjerawat, kamu lebih mungkin mengalami jerawat yang lebih parah di usia dini.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa jika salah satu atau kedua orangtuamu berjerawat pada usia dewasa, kamu juga lebih mungkin mengalami jerawat diusia yang sama.
Beberapa pemicu lain yang dapat memperburuk jerawat, antara lain penggunaan kosmetik yang tidak sesuai, konsumsi obat-obatan tertentu seperti steroid dan lithium, kebiasaan merokok, serta pola makan dengan indeks glikemik tinggi.
Faktor Pemicu Jerawat Selain Hormon
Foto: Getty Images/Valeriia Mitriakova
Selain hormon penyebab jerawat dan faktor genetik, terdapat beberapa pemicu lain yang dapat memperburuk kondisi jerawat. Salah satunya penggunaan produk kosmetik yang tidak sesuai bisa menyumbat pori-pori, meskipun saat ini banyak produk yang dirancang non-komedogenik untuk mengurangi risiko jerawat.
2. Obat-obatan
Beberapa obat-obatan seperti steroid, lithium, dan obat anti-epilepsi juga diketahui dapat memperburuk jerawat.
3. Merokok
Merokok merupakan faktor lain yang dapat menyebabkan jerawat pada orang dewasa. Merokok bisa merusak keseimbangan kulit dan memperparah peradangan.
4. Pola makan
Jadi, selain hormon penyebab jerawat, pola makan juga berpengaruh. Konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti gula dan karbohidrat olahan dapat meningkatkan produksi insulin yang pada gilirannya merangsang produksi sebum.
Meskipun hubungan antara diet dan jerawat masih diperdebatkan, banyak penelitian menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dapat membantu mengontrol jerawat.
Cara Mengatasi Jerawat yang Disebabkan oleh Hormon
Foto: Getty Images/Valeriia Mitriakova
Perawatan kulit yang baik merupakan langkah pertama yang harus dilakukan. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu perhatikan:
1. Gunakan pembersih wajah yang lembut dan bebas minyak untuk menghindari iritasi.
2. Penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung asam salisilat atau benzoyl peroxide dapat membantu mengurangi produksi minyak dan membunuh bakteri penyebab jerawat.
3. Pada kasus yang lebih parah, konsultasi dengan dokter kulit bisa menjadi pilihan terbaik. Dokter dapat merekomendasikan perawatan seperti terapi hormon, terutama bagi wanita dengan ketidakseimbangan hormon yang signifikan.
4. Pil kontrasepsi oral sering digunakan untuk mengontrol jerawat hormonal karena dapat menstabilkan kadar hormon.
5. Obat seperti spironolactone juga sering diresepkan untuk mengurangi produksi sebum pada wanita.
Selain itu, gaya hidup sehat juga berperan penting dalam mengendalikan jerawat. Pola makan sehat yang rendah gula dan karbohidrat olahan, tidur cukup, serta manajemen stres yang baik dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dan mengurangi risiko jerawat.
Dengan pendekatan yang tepat, hormon penyebab jerawat bisa dikendalikan secara efektif tanpa menyebabkan komplikasi lebih lanjut.
Perawatan dan Kecantikan
Anti Lepek Saat Puasa, Rambut Tetap Fresh Tanpa Keramas Setiap Hari dengan Dry Shampoo Favorit!
Elektronik & Gadget
Wajib Punya Saat Mudik! Kipas Turbo Mini 100 Gear & Powerbank dalam Satu Genggaman!
Elektronik & Gadget
SONY WF-1000XM5 Noise Cancelling True Wireless Earbuds, True Wireless Premium dengan Noise Cancelling Paling Serius di Kelasnya!
Perawatan dan Kecantikan
Rekomendasi Sunscreen Lokal Favorit yang Wajib Dicoba di Bulan Ramadan Supaya Kulit Tetap Terjaga dari Sinar Matahari!
Make Over Kolaborasi dengan Rinaldy Yunardi Rilis Powder Foundation Spesial
Wajah 'Old Money' Jadi Tren Operasi Plastik, Seperti Apa?
Pori-Pori Tak Bisa Dikecilkan Permanen, Ini 9 Cara Ampuh Menyamarkannya
3 Prosedur Kosmetik Terpopuler 2025 yang Masih Tren di 2026
Tampil Futuristik, Riasan Willow Smith Disebut Seperti Tren Makeup Tahun 3000
Usia 63, Penampilan Bintang Siluman Ular Putih Cecilia Yip Bikin Kagum
Bosan Scroll Medsos? 18 Hobi Ini Cocok untuk Digital Detox dan Melepas Penat
8 Foto Chuando Tan Pria Paling Awet Muda, Ultah ke-60 Tahun Wajah Bak 30 Tahun
Foto: Kate Moss Kembali ke Catwalk Gucci, Seksi Pakai Gaun G-String














































