ADVERTISEMENT

Salon Kecantikan Vs Klinik Kecantikan, Apa Sih Bedanya?

Sponsored - wolipop Minggu, 15 Jan 2023 11:45 WIB
LKP Get Beauty Foto: LKP Get Beauty
Jakarta -

Sejak tahun 2000, istilah estetika dan skin care mulai berkembang pesat. Salon-salon kecantikan dan klinik kecantikan bermunculan di mana-mana dan berlomba-lomba menawarkan berbagai jenis perawatan dan produk yang mutakhir. Namun, apakah Anda tahu perbedaan Salon Kecantikan dan Klinik Kecantikan?

Awal mula perawatan kulit wajah dan tubuh dilakukan di salon-salon, yaitu facial dan lulur badan (body spa). Arti facial sesungguhnya adalah pembersihan wajah dari kotoran, komedo, dan kulit mati. Layanan facial dan lulur badan ini biasanya dilakukan oleh beauty therapist di salon dan bukan ranah bidang ilmu kedokteran.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, tren perawatan wajah dan tubuh mulai dilirik oleh para dokter dengan pengembangan yang disebut sebagai estetika medis dan dilakukan di klinik kecantikan. Klinik kecantikan merupakan klinik khusus yang hanya melayani bidang estetika medis saja. Jadi pada intinya, salon kecantikan hanya boleh melakukan perawatan kulit wajah dan tubuh dengan treatment non medis. Sedangkan klinik kecantikan melakukan perawatan kulit wajah dan tubuh dengan tindakan medis invasif yang harus dikerjakan oleh dokter dengan kompetensi khusus.

Perbedaan Perawatan pada Salon Kecantikan & Klinik Kecantikan

LKP Get Beauty

Pada zaman sekarang ini, sering kali batas antara treatment salon kecantikan dan treatment klinik kecantikan menjadi rancu. Klinik boleh memiliki jasa layanan treatment salon kecantikan seperti facial dan lulur badan, namun salon kecantikan tidak boleh memberikan layanan treatment medis seperti laser, suntik-suntikan, dan lain-lain.

Namun, hal-hal ini sering dilanggar oleh salon kecantikan sehingga sering kali terjadi kasus-kasus malpraktik di salon. Oleh sebab itu, dr. Gregory Budiman M.Biomed dengan LKP Get Beauty selalu memberikan edukasi kepada salon-salon kecantikan agar tidak lompat pagar. Jangan sampai ada layanan seperti suntik botox, filler, dan lainnya yang seharusnya dikerjakan oleh dokter spesialis, namun malah dikerjakan oleh therapist di salon-salon. Hal ini sangat berbahaya dan dapat dilaporkan sebagai tindak pidana.

Memulai Usaha Skin Care dan Perizinannya

LKP Get Beauty Foto: LKP Get Beauty

Bagi para pemula yang baru akan merintis usaha perawatan wajah, dianjurkan untuk memulai terlebih dahulu dengan model salon perawatan wajah tanpa tindakan medis. Usaha perawatan wajah ini dapat dimulai secara sederhana dari usaha rumahan atau 'door to door', yaitu home service. Lakukan perintisan usaha ini dengan tekad yang kuat sehingga nantinya dapat berjalan dengan lancar.

Mengenai perizinan usaha perawatan wajah, dapat dilakukan melalui usaha perorangan atau pun dengan badan usaha yang sudah ada akta notarisnya. Setelah itu, Anda perlu membuat NIB (Nomor Induk Berusaha) secara online dengan OSS (Online Single Submission). Setelah NIB keluar, baru Anda mengurus perizinan yang spesifik di DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) yang berada di Pemda masing-masing daerah. Usaha perawatan wajah dapat dikembangkan ke beberapa arah. Pertama, usaha salon dan spa dengan persyaratan dan rekomendasi dari Dinas Pariwisata. Kedua, klinik kecantikan dengan persyaratan dan rekomendasi dari Dinas Kesehatan.

LKP Get Beauty yang dipimpin oleh Cindy Oktofianie memberikan pelatihan treatment perawatan wajah non medis dengan langkah-langkah praktis yang mudah dipahami. Mitra dan alumni LKP Get Beauty juga selalu dimonitor agar tetap berada pada rambu-rambu untuk melakukan jasa pelayanan yang aman dan rasional.

Aman, yaitu menggunakan produk-produk legal yang terdaftar di BPOM dan bersertifikasi halal. Rasional yaitu memberikan layanan sesuai indikasi kebutuhan kulit wajah customer.

LKP Get BeautyFoto: LKP Get Beauty

Bagi Anda yang berminat belajar dan mendapat pelatihan tentang 'Memulai Bisnis Perawatan Wajah' silakan klik LKP Get Beauty.

(ega/LKP Get Beauty)