ADVERTISEMENT

Bos Luxasia Ungkap Tren Produk Kecantikan yang Diminati saat Pandemi

Jihaan Khoirunnisa - wolipop Kamis, 01 Des 2022 18:56 WIB
Group CEO LUXASIA Dr. Wolfgang Baier Foto: LUXASIA
Jakarta -

Pandemi COVID-19 banyak mengubah kebiasaan masyarakat. Termasuk hingga ke kebiasaan makeup dan merawat diri.

Karena meski banyak menghabiskan waktu di rumah saja, namun masyarakat tetap ingin terlihat segar dan cantik. Caranya tidak lain yaitu dengan memakai riasan dan wewangian.

Hal ini turut diakui oleh Country Manager Luxasia Indonesia Lia Amelia. Lia mengatakan tidak hanya kosmetik, tetapi produk beauty luxury lainnya seperti parfum juga banyak diminati.

"Parfum kenapa tiba-tiba naik, karena saat pandemi orang-orang ingin 'feel good' di rumah. Wewangian itu sesuatu yang bisa membuat kita lebih energize, calming. Karena itu parfum diprediksi akan terus menjadi moodbooster konsumen," katanya.

"(Parfum pertumbuhan permintaannya) signifikan sekali. Strong double digit," imbuh Lia.

Senada, Group CEO LUXASIA Dr. Wolfgang Baier menambahkan fragrance atau parfum bertumbuh jauh lebih pesat dari kategori produk lainnya. Meski sempat terdampak pandemi, namun permintaan terhadap parfum kembali naik secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

"Parfum dan kosmetik bertumbuh lebih cepat dari yang lainnya. Tidak hanya di Indonesia. Keduanya sempat terdampak pandemi, tapi tetap pertumbuhannya cukup signifikan. Ini menarik, karena artinya masyarakat masih tertarik pada produk-produk perawatan tubuh (meski di rumah saja)," tuturnya.

Group CEO LUXASIA Dr. Wolfgang BaierFoto: LUXASIA

Lebih lanjut, Wolfgang menjelaskan terdapat 1 produk yang dinilainya cukup resilien terhadap terpaan pandemi COVID-19, yakni luxury skincare. "Di saat pandemi permintaan luxury skincare bertambah," ungkapnya.

Di samping itu, kata dia, belakangan konsumen juga menyukai produk perawatan rambut alias haircare. Tren penggunaan hair care ini menurutnya tidak lepas dari fenomena 'skinification'. Yang artinya semakin marak bahan-bahan aktif untuk perawatan kulit yang dipakai juga untuk merawat kesehatan rambut.

"Jadi apa yang kita pakai di wajah, produk itu juga akan dipakai untuk rambut. Seperti serum, beberapa luxury haircare brand, mereka mengeluarkan produk hair serum," katanya.

Wolfgang memprediksi keempat produk tersebut akan terus bertambah di tahun depan. Hal ini seiring dengan besarnya peluang pertumbuhan industri beauty luxury di Indonesia. Dia pun mengingatkan kepada para pemilik brand kecantikan agar memanfaatkan momentum tersebut. Yaitu dengan menjadi lebih 'peka' dan mau mendengarkan kebutuhan masyarakat lokal yang menjadi target marketnya.

(akd/ega)