ADVERTISEMENT

Bikin Kulit Awet Muda, Ini Dampak Kekurangan & Kelebihan Kolagen Menurut Ahli

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 04 Agu 2022 17:30 WIB
Youthful pretty Asian woman with hands touching face isolated on white background for beauty and skincare concepts Foto: Getty Images/iStockphoto/Atstock Productions
Jakarta -

Mengonsumsi kolagen belakangan tengah menjadi viral di kalangan masyarakat, terutama para beauty enthusiast untuk mempertahankan kecantikan kulit. Namun sebenarnya apasih kolagen dan bagaimana dampaknya jika dikonsumsi secara berlebihan atau justru sebaliknya?

Melalui acara The World of Collagen by Nutriville yang digelar di SoulFood Jakarta Selatan pada Kamis (4/8/2022), dr. Yohan Samudra, SpGK, AIFO-K memberikan penjelasannya. Dokter Yohan menjelaskan jika kolagen memang sudah terdapat di dalam tubuh setiap orang. Hanya saja semakin bertambahnya usia maka jumlah kolagen di dalam tubuh akan semakin berkurang.

"Kolagen adalah protein. Jadi 30% dari seluruh protein yang ada di dalam tubuh kita itu adanya kolagen. Makanya terdapat pada kulit, rambut, tendon, tulang rawan, dan tulang itu kolagennya banyak," terang dokter Yohan.

Kolagen sendiri dibentuk dari asam amino glisin, prolin, dan hidroksiprolin yang bentuknya seperti heliks. Karena beragam faktor, seperti paparan sinar matahari, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kurang tidur, jarang olahraga, dan makan makanan tidak sehat, jumlah kolagen dalam tubuh akan berkurang.

Untuk mempertahankan kolagen dalam tubuh maka bisa dengan mengonsumsi makanan atau minuman berkolagen. Beberapa makanan berprotein tinggi yang mengandung kolagen diantaranya ada ikan, unggas, daging, telur, susu, kacang-kacangan, dan kedelai. Sementara untuk makanan yang mengandung nutrisi seperti seng yang dapat membantu produksi kolagen ialah kerang, kacang-kacangan, biji-bijian, serta vitamin C dari buah seperti jeruk, beri, sayuran hijau, paprika, dan tomat.

Jika dirasa masih kurang, maka bisa juga ditambahkan dengan mengonsumsi minuman berkolagen. Menurut dokter Yohan sendiri ada beberapa manfaat yang bisa didapat dari mengonsumsi minuman berkolagen, diantaranya untuk menghambat efek radikal bebas, memperbaiki hidrasi dan elastisitas kulit yang bisa membuat kerutan berkurang, meningkatkan jumlah kolagen tubuh, melindungi fungsi sel dari efek berbahaya UVA, serta menyehatkan saluran pencernaan, memperbaiki kondisi sarkopenia, radang sendi, mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Dokter Yohan menjelaskan bahwa untuk konsumsi produk suplementasi kolagen sendiri aman digunakan mulaai dari remaja usia 13 tahun hingga dewasa. Pasalnya setelah usia 25 tahun, jumlah kolagen akan berkurang sekitar 1 hingga 1,5% per tahun dan akan semakin cepat setelah menopause.

Lalu Berapa Banyak Makanan yang Perlu Dikonsumsi untuk Memenuhi Kebutuhan Kolagen Harian?

"Kalau makanan kan ada protein, karbohidrat dan lemak. Karena ini kaitannya protein jadi kita langsung bahas protein. Protein itu kalau untuk orang dewasa sekitar 1 gram dikali berat badan. Kalau berat badannya 60, jadi sekitar 60 gram (jumlah proteinnnya)," terang dokter Yohan.

Apa Dampak Mengonsumsi Kolagen yang Berlebihan?

Menurut penelitian yang dibaca oleh dokter Yohan, sejauh ini tidak ada dampak negatif jika mengonsumsi kolagen berlebihan.

"Kalaupun berlebihan karena dia balik lagi ke arah protein, maka akan tetap dipakai tubuh. Lebih bagus kelebihan protein daripada kelebihan lemak, kelebihan karbo," terangnya.

Konsumsi kolagen butuh dibatasi jika orang tersebut mungkin sudah memiliki penyakit bawaan, seperti ginjal. Namun jika ginjalnya sehat, maka mengonsumsi protein hingga 2 kali berat badan pun tidak akan menjadi masalah dan tak akan merusak ginjal.

Apa yang Akan Terjadi Jika Seseorang Kekurangan Kolagen?

Yang justru akan menjadi masalah bagi tubuh ialah jika kekurangan kolagen. Karena kekurangan kolagen sama dengan kekurangan protein. Seseorang yang kekurangan protein bisa terlihat lebih tua, kulitnya lebih kusam, imunitas rendah, dan efektifitas otot-otot pada organ-organ tubuh juga akan berkurang, sehingga bisa menyebabkan penyakit atau gangguan fungsi organ dalam jangka panjang.



Simak Video "Melihat 'Konser' Para Kucing yang Menggemaskan"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/vio)