ADVERTISEMENT

Tega, Ibu Diduga Jual Bayinya Sendiri untuk Bayar Biaya Operasi Plastik

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop Rabu, 13 Jul 2022 12:45 WIB
Ilustrasi menyusui atau menggendong bayi Ilustrasi ibu dan bayi. Foto: Getty Images/iStockphoto/damircudic
Kaspiysk -

Seorang ibu diduga tega menjual anaknya yang baru lahir. Uang tersebut akan digunakan untuk membayar biaya operasi plastik.

Kota Kaspiysk di Republik Dagestan, Rusia, digegerkan dengan kasus wanita berusia 33 tahun yang ditangkap karena dugaan perdagangan manusia. Pasalnya, dia menjual bayinya sendiri yang baru berusia lima hari demi operasi hidung.

Menurut laporan polisi setempat, ibu tersebut diketahui mengambil uang deposit sebesar Rp 4,8 juta dari sepasang suami-istri yang setuju untuk membeli anaknya. Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut lahir pada 25 April 2022.

Namun setelah sang bayi berada di tangan pasangan itu, kondisi kesehatannya menurun, sehingga mereka membawanya ke rumah sakit. Petugas medis kemudian meminta akta lahir bayi tersebut dan ketika mereka tak bisa memberikannya, saat itulah terjadi dugaan perdagangan anak.

Pasangan tersebut akhirnya ditahan dan dalam keterangannya, mereka mengaku membeli bayi dari seorang wanita. Selain uang deposit, suami-istri itu juga sudah membayar Rp 24,3 juta, yang menurut mereka digunakan ibu sang bayi untuk biaya operasi hidung.

Mereka pun berniat melunasi pembayaran yang totalnya Rp 48,7 juta. Namun belum sempat ditransfer, pasangan itu dan wanita yang menjual bayinya ditangkap atas tuduhan perdagangan manusia.

Dalam pernyataan tertulis, Komite Investigasi Federasi Rusia untuk Republik Dagestan menyebut bahwa pihak berwajib kini sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus kriminal yang dilakukan seorang wanita berusia 33 tahun. Identitas wanita itu masih disembunyikan namun bisa dipastikan dia adalah warga Kota Kaspiysk.

"Dia dicurigai melakukan tindak kriminal jual-beli seorang manusia yang dalam kondisi tidak berdaya," demikian pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Daily Star.

"Menurut investigator, pada 25 April 2022, seorang wanita melahirkan bayi laki-laki di Caspian City Central Hospital. Lalu pada 30 April 2022, wanita itu keluar dari rumah sakit, di mana dia bertemu dengan warga lokal, dan dia setuju menyerahkan bayinya yang baru lahir, yang dalam kondisi tidak berdaya, untuk imbalan 200 ribu ruble (Rp 50 jutaan)," lanjutnya.

"Tersangka kini ditahan menurut hukum pidana pasal 91 dan 92 tentang Prosedur Kode Kriminal dari Federasi Rusia."

Kasus perdagangan manusia ini pun masih bergulir dan tiga tersangkanya sedang dalam penahanan.



Simak Video "Upaya Polri Ungkap Keterlibatan Desainer RI Pesan Organ Manusia "
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)