ADVERTISEMENT

Direktur PT Kosme Bantah Tegas Isu Produk MS Glow Dibungkus Ulang

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 28 Mar 2022 07:15 WIB
Foto Titis Indah Wahyu Direktur PT Kosmetika Global Indonesia (KGI). Foto Titis Indah Wahyu, Direktur PT Kosmetika Global Indonesia (KGI). Foto: Gresnia/Wolipop.
Jakarta -

Titis Indah Wahyu selaku Direktur PT Kosmetika Global Indonesia (KGI) memberikan tanggapannya soal isu produk skincare MS Glow dibungkus ulang atau repackage.

"Produk rekondisi itu maksudnya beli terus repackage gitu, itu semua tidak benar," tegas Titis saat ditemui Wolipop Sabtu (26/3/2022).

PT Kosmetika Global Indonesia adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang kosmetik, skincare dan bodycare yang didirikan Juragan 99 atau Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari. KGI juga menjadi perusahaan yang memproduksi maklon kosmetik, yaitu industri jasa yang memproduksi suatu barang tertentu yang sebagian atau seluruh proses pengerjaannnya dilakukan pihak pemberi jasa dan kepemilikan atas barang jadi berada pada pengguna jasa.

Foto Danang Dwi Yuanto sebagai CEO J99 Corp.Foto Danang Dwi Yuanto sebagai CEO J99 Corp. Foto: Gresnia/Wolipop.

Danang Dwi Yuanto sebagai CEO J99 Corp melanjutkan bahwa KGI sudah mempunyai sertifikat Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB). Dengan sertifikasi tersebut artinya KGI tidak mungkin melakukan tindakan ilegal terhadap produk yang diproduksi.

"Kita memproduksi mulai dari penimbangan bahan baku, mixing sampai filling karena sudah mendapatkan penerapan CPKB," ucap Danang.

Titis menambahkan CPKB dikeluarkan oleh BPOM. KGI juga mempunyai laboratorium Riset dan Development (RnD).

"Kalau kita repackage dari luar itu nggak ada namanya proses penimbangan, mixing tapi langsung masuk ke proses filling," terangnya.

Alumnus Universitas Airlangga ini menambahkan BPOM tidak sembarangan dalam memberikan sertifikat CPKB pada suatu perusahaan pembuat skincare.

"Sangat disayangkan sekali dengan isu yang tersebar karena untuk sertifikat penerapan CPKB itu yang mengeluarkan ada BPOM. Sebelum itu BPOM sudah pasti melihat area, aktivitas produksi, bahan baku, bahan jadi, tidak lepas dari inspeksi BPOM," jelasnya.

"Yang pasti semua produk kita sudah bersertifikasi BPOM dan ada sertifikat halal," tambah Danang.

(gaf/gaf)