Pakar Ungkap Alasan Putri Charlene dari Monako Potong Rambut Nyaris Botak

Hestianingsih - wolipop Jumat, 18 Des 2020 16:12 WIB
MONTE-CARLO, MONACO - SEPTEMBER 24: HSH Princess Charlène of Monaco and HSH Prince Albert II of Monaco attend the Monte-Carlo Gala For Planetary Health on September 24, 2020 in Monte-Carlo, Monaco. (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images for La Fondation Prince Albert II de Monaco) Putri Charlene dari Monako. Foto: Getty Images
Jakarta -

Putri Charlene dari Monako mengejutkan publik dengan potongan rambut nyaris botak saat membagikan kado Natal, Kamis (16/12/2020). Istri Pangeran Albert ini tampil bergaya punk, di mana sisi kiri rambutny dipangkas habis, sementara sisi kanan lebih panjang.

Melengkapi penampilannya, ia mengenakan masker berhias sequin, anting hoop, serta blouse halter neck dan mantel warna cokelat. Para ahli menilai kalau penampilan terbarunya itu sebagai aksi 'memberontak'.

Sejumlah psikolog berspekulasi kalau gaya rambut Putri Charlene yang ekstrem merupakan sinyal kepada keluarga Kerajaan Monako kalau dia sudah tidak ingin dikontrol lagi. Seperti diketahui, wanita 42 tahun ini bertahan dalam pernikahan yang diwarnai perselingkuhan suaminya, Pangeran Albert.

MONTE-CARLO, MONACO - SEPTEMBER 24: HSH Princess Charlène of Monaco and HSH Prince Albert II of Monaco attend the Monte-Carlo Gala For Planetary Health on September 24, 2020 in Monte-Carlo, Monaco. (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images for La Fondation Prince Albert II de Monaco)Putri Charlene dari Monako. Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images for La Fondation Prince Albert II de Monaco

Tahun lalu, Putri Charlene bahkan pernah berbicara kepada publik tentang kehidupannya yang sulit di balik pintu istana. Seperti dikutip dari Daily Mail, dia mengatakan, "Saya punya hak istimewa menjalani kehidupan yang sekarang, tapi saya rindu keluarga dan teman-teman saya di Afrika Selatan dan saya sering merasa sedih karena tidak bisa selalu ada untuk mereka."

Berkaca dari itu dan gaya rambut barunya, psikolog mengartikan, itu merupakan caranya mengungkapkan emosinya ke publik. Memberi sinyal bahwa dia ingin lebih bebas dan tak peduli lagi dengan berbagai larangan di Keluarga Kerajaan Monako.

"Itu sangat jelas menunjukkan bahwa Putri Charlene tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan. Sebenarnya, mungkin dia ingin sedikit jadi pusat perhatian sekarang," jelas Psikolog Dr Becky Spelman.

Sementara itu pakar keluarga kerajaan Nigel Crawthorne berpendapat bahwa perubahan gaya rambut ekstrem Putri Charlene merupakan tanda adanya sebuah perkembangan besar dalam kehidupannya.

MONTE-CARLO, MONACO - SEPTEMBER 24: HSH Princess Charlène of Monaco and HSH Prince Albert II of Monaco attend the Monte-Carlo Gala For Planetary Health on September 24, 2020 in Monte-Carlo, Monaco. (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images for La Fondation Prince Albert II de Monaco)Putri Charlene dari Monako. Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images for La Fondation Prince Albert II de Monaco

"Ketika seorang anggota kerajaan mengubah penampilannya secara dramatis seperti yang dilakukan Putri Charlene dari Monako, itu merupakan sebuah keputusan yang dibuat secara sadar dan tanda bahwa dia ingin memberitahu kepada dunia kalau ada perubahan sanga besar dalam kehidupannya," tandas Nigel.

Mengapa memilih mengubah potongan rambut? Sebab menurut Dr Becky, rambut merupakan bagian tubuh yang paling tepat untuk mengekspresikan diri. Terlebih lagi perbedaannya langsung terlihat ketika seseorang mengubah gaya rambutnya.

"Potongan rambut Charlene ini memperlihatkan kepercayaan diri, bahwa kamu tidak takut tampil beda," pungkasnya.

(hst/hst)