Kisah Inspiratif Perias Berkursi Roda dari Bandung, Rela Ngesot Demi Dandani Klien

Yudha Maulana - wolipop Kamis, 23 Jul 2020 17:40 WIB
Bonita Hana, Disabilitas Cantik Perias Artis-Model Kota Kembang Foto: dok. Yudha Maulana/DetikBandung
Bandung -

Menderita penyakit langka tak menyurutkan semangat Bonita Hana (32) untuk terus mengasah kemampuannya di bidang tata rias pengantin. Meski dilakukan dari atas kursi roda, sejumlah artis dan model terkenal pernah 'disulap' jadi semakin cantik lewat sentuhan tangan terampilnya.

Sejak masih remaja, wanita penyintas osteogenesis inperfecta itu telah menyenangani tata rias. Ia belajar secara otodidak. Pascameninggalnya sang suami pada 2018, Bonita membulatkan tekad untuk berkecimpung di dunia tata rias pengantin.

Karirnya ia mulai dengan belajar tata rias di LKP Tati Indah di Kota Bandung. Tak lama, ia kemudian bisa lulus ujian pengantin muslim, bridal, Solo dan Sunda, baik Sunda Siger Modern, Sunda Sutri Pakem, Sunda Siger Pakem dan lainnya.

"Tata ras pengantin dari 2018, sampai sekarang sudah mengikuti ujian tata rias pengantin. Kebetulan saya sudah ujian instruktur juga, tanggal 27 - 28 Juli nanti ujian K3. Jadi bukan hanya perias pengantin, tapi insya Allah berperan sebagai instruktur juga," kata Bonita saat ditemui di GOR Padjadjaran, Bandung, Kamis (23/7/2020).

Bonita mengakui beberapa klien yang ia layani kaget begitu mengetahui kondisi fisiknya. Namun, keraguan mereka bisa ditepis dengan kemampuan dan kemandirian yang ditunjukkan Bonita.

Bonita Hana, Disabilitas Cantik Perias Artis-Model Kota KembangBonita Hana, Disabilitas Cantik Perias Artis-Model Kota Kembang Foto: dok. Yudha Maulana

"Biasanya orang yang sudah mem-booking saya sudah tahu kondisi saya sebelumnya. Mereka tidak kaget. Tapi saat saya jadi asisten perias lain, ada beberapa yang kaget. 'Teteh pakai kursi roda? Gimana ke gedungnya?' Terus saya jawab nggak apa-apa kok bisa, ternyata disabiltias juga bisa sendiri," ujar Bonita.

Sejak awal terjun menjadi makeup artist, Bonita tak memiliki orang yang membantunya atau asisten. Pastinya kesulitan akan dihadapinya, terutama ketika datang ke tempat-tempat yang tidak ramah disabilitas.

"Pernah saya memberikan make up di lantai tiga Bandung Creative Hub, awalnya ada lift dan memudahkan disabilitas. Tapi kemudian lift-nya mati dan tidak berfungsi lagi. Akhirnya saya turun dari kursi roda, ngesot dulu, lumayan capek tapi mau bagaimana lagi," ucap Bonita sambil tersenyum simpul.

Salah satu pengalaman yang tak terlupakan baginya adalah saat menjadi perias di Braga Broadway pada 2017-2018. Dari 250 penata rias, Bonita berhasil masuk ke 25 besar dan diberi kesempatan untuk merias model dari desainer Bandung.

"Saya pernah merias istrinya Reza Smash, model-model Kota Bandung juga, kalau tata rias sih di waktu normal (non pandemi) sebulan bisa empat sampai enam kali merias, belum kalau ada acara-acara lainnya," ujarnya.

Bonita Hana, Disabilitas Cantik Perias Artis-Model Kota KembangBonita Hana, Disabilitas Cantik Perias Artis-Model Kota Kembang Foto: dok. Yudha Maulana

Mengajarkan Disabilitas Keterampilan Merias

Selain memiliki sertifikat perias, Bonita juga mengantongi lisensi sebagai instruktur penata rias. Ia pun mulai melatih sejumlah penyandang disabilitas konsep dan cara bertata rias di Kantor NPCI Kota Bandung dalam beberapa hari ke depan.

Wolipop pun berkesempatan melihat kemampuan Bonita dalam merias seorang disabilitas rungu. Tak jarang, untuk mengarahkan model tersebut saat dirias, ia menggunakan isyarat tangan.

"Perbedaannya cukup jelas ya, karena kalau kita make up disabilitas rungu, kita bilang ke atas, bawah, kiri dan kanan dengan gerakan tangan," ujarnya.

Idealnya, kata Bonita, satu pengajar tata rias untuk satu orang disabilitas rungu. "Tapi kalau misal non disabilitas atau keadaannya seperti ini, saya bisa mengajar 10 sampai 20 orang. Kalau begini satu orang, satu coach agar lebih mendetail," ucapnya.

Ketua Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bandung Guntur Afandi mengatakan pelatihan tata rias ini sengaja dikemas untuk mengenalkan potensi makeup ke teman-teman disabilitas yang lainnya.

"Ke depannya mudah-mudahan dengan adanya tutorial ini, kita bisa mengadakan pelatihan. Ini dibuat pelatihan make up, jadi kita bukan penerima materi, tapi sebagai pemberi materi. Selama ini ada tenaga pelatih dari dinas juga," kata Guntur.

Ia berharap, apa yang dilakukan Bonita bisa menularkan semangat dan antusiasme belajar menggali potensi disabilitas lainnya. "Kita juga ada teman-teman yang ahli di bidang musik, elektronik, komputer dan mesin. Kita ingin satu-satu, ada yang bisa merakit motor roda tiga juga. Kita ingin angkat mereka juga, cuma belum menemukan bentuknya seperti apa. Harapan kita, kita ingin jadi pioner, jadi tenaga ahli. Bukan hanya penerima. Kita coba buka kerjasama dengan instansi pemerintah, saya yakin pemerintah juga mendukung hal ini," ujarnya.



Simak Video "Rahasia Sapuan Makeup Menawan Bocah 9 Tahun Lovely Natasha"
[Gambas:Video 20detik]
(yum/eny)