Seperti Ini Kondisi Salon di Jakarta di Era New Normal

Kiki Oktaviani - wolipop Minggu, 14 Jun 2020 11:12 WIB
Setelah tutup selama 3 bulan, sektor usaha salon dan barbershop akan kembali dibuka pada 15 Juni nanti. Hal tersebut disambut dengan suka cita oleh para pengusaha salon, salah satunya Salon Alfons di Jakarta Selatan. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Sejumlah sektor usaha sudah mulai dibuka di tengah PSBB (pembatasan sosial berskala besar) transisi. Salah satu sektor yang segera dibuka pada 15 Juni adalah salon. Meski begitu, nyalon di era normal ini tidak akan sama lagi seperti dulu. Ada sejumlah protokol yang wajib diikuti dan ditaati untuk kenyamanan dan keamanan bersama untuk menghindari penyebaran virus Corona.

Sebelum besok, Senin (15/6/2020) dibuka, Wolipop berkesempatan mengunjungi salon Alfons di Panglima Polim, Jakarta, Sabtu (13/6/2020) untuk melihat persiapan salon di kondisi new normal.

Setelah tutup selama 3 bulan, sektor usaha salon dan barbershop akan kembali dibuka pada 15 Juni nanti. Hal tersebut disambut dengan suka cita oleh para pengusaha salon, salah satunya Salon Alfons di Jakarta Selatan.Setelah tutup selama 3 bulan, sektor usaha salon dan barbershop akan kembali dibuka pada 15 Juni nanti. Hal tersebut disambut dengan suka cita oleh para pengusaha salon, salah satunya Salon Alfons di Jakarta Selatan. Foto: Rifkianto Nugroho



Protokol Pencegahan virus Corona untuk salon telah disusun berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta masukan dari Kementerian Kesehatan, Komunitas Industri dan Pengusaha Salon (KIPS), dan PT L'Oréal Indonesia.

"Mereka bisa menerapkan protokol COVID-19 yang sudah disepakati di tempat mereka. Kaidah protokol Covid itu kan kaidah supaya menekan penyebaran virus di suatu tempat. Yang paling utama social distancing, hygiene, pakai face mask agar tetap terjaga," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia di Salon Alfons, Panglima Polim, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2020).

Salon di era new normal nantinya seluruh hairdresser dan staf salon menggunakan face mask dan face shield. Begitu juga dengan pengunjung yang datang menggunakan face mask. Begitu juga dengan menjaga jarak, dan kebersihan, penyediaan sanitizer, dan desinfektan.

Setelah tutup selama 3 bulan, sektor usaha salon dan barbershop akan kembali dibuka pada 15 Juni nanti. Hal tersebut disambut dengan suka cita oleh para pengusaha salon, salah satunya Salon Alfons di Jakarta Selatan.Setelah tutup selama 3 bulan, sektor usaha salon dan barbershop akan kembali dibuka pada 15 Juni nanti. Hal tersebut disambut dengan suka cita oleh para pengusaha salon, salah satunya Salon Alfons di Jakarta Selatan. Foto: Rifkianto Nugroho


"Hal-hal tersebut sangat esensial. Selain itu, hairdresser dan staf menggunakan face mask, face shield, alas gunting rambut (cape) disposable yang sekali pakai dibuang, pembatasan jumlah tamu, dan jarak. Pembatasan jarak yang diminta protokol satu meter, tapi kita di sini bisa sampai tiga meter," jelas Alfons.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah kebersihan salon secara keseluruhan. Alat-alat salon seperti gunting, sisir, sikat blow dicuci, dan disemprot desinfektan. Di Alfon sendiri alat-alat sesudah dipakai dan dicuci diletakan di sterilizer.

"Kami juga melap kursi sebelum dan sesudah tamu datang dengan desinfektan. Ruangan juga di-fogging dengan desinfektan dua sampai tiga kali sehari," ucap Alfons.



Simak Video "Merry Riana: Berpikir Positif di New Normal tapi Tetap Waspada"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)