Alasan Kamu Tetap Jerawatan Walau Setop Pakai Makeup Selama PSBB

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 28 Mei 2020 13:16 WIB
Person Foto: iStock
Jakarta -
Di awal masa karantina mungkin kamu berpikir akhirnya punya kesempatan untuk mengistirahat kulit dari makeup dan polusi. Namun kenyataannya sebagian orang masih tetap jerawat atau jadi jerawatan walau kebanyakan waktu dihabiskan di rumah saja. Beberapa bahkan mendapati jenis jerawat parah yang terasa sakit dan sulit disembuhkan. Mengapa demikian?

Menghindari makeup memang menjadi salah satu kunci kulit yang bersih dan sehat. Tapi ternyata hal tersebut kadang bukan jadi masalah utama timbulnya jerawat. Jika kamu baru-baru ini mendapati jerawat walau tidak pakai makeup, masalah itu sepertinya datang dari faktor lain seperti kesehatan atau perawatan.

"Aku menduga bahwa berhenti pakai makeup bukan masalah di sini. Ada beberapa masalah yang bisa menyebabkan jerawat, misal stres atau kesulitan menjaga rutinitas (kecantikan) yang normal di rumah karena kondisi yang sedang sulit," kata Dr. Michele Squire, seorang pakar skincare kepada Elle.

Young woman washing her faceYoung woman washing her face Foto: Thinkstock
Lebih banyak waktu luang mungkin menginspirasi kamu untuk mencoba-coba produk skincare. Ada juga yang jadi rajin menggunakan masker dengan harapan kulitnya lebih bersih. Tapi terlalu banyak menggunakan produk menurut Dr. Michele justru bisa jadi penyebab wajah jerawat meski tak pakai makeup.

Pakar lain pun memberi alasan lain mengapa kulit malah jadi jerawatan selama PSBB. Yakni kurang membersihkan wajah seperti yang seharusnya. "Ketika orang menggunakan lebih sedikit makeup, mereka akan lebih sedikit membersihkan wajah di akhir hari," kata founder brand kecantikan Kayla Houlihan.

"Memastikan kulit tetap bersih sangat penting bahkan ketika kamu tidak menggunakan makeup. Kulitmu akan tetap menarik kotoran dan berminyak seharian dan perlu membersihkannya untuk membantu menjaga keseimbangan minyak di kulit," tambah Kayla.

Kayla pun menambahkan faktor tak disadari yang bisa menjadi dalang dari wajah berjerawat. Yakni stres dan pola makan buruk yang muncul selama pandemi Corona.

Serene calm young woman sleeping well on orthopedic soft pillow under warm duvet in comfortable cozy fresh bed having good night peaceful healthy sleep enjoying nap dreams resting enough conceptSerene calm young woman sleeping well on orthopedic soft pillow under warm duvet in comfortable cozy fresh bed having good night peaceful healthy sleep enjoying nap dreams resting enough concept Foto: iStock
"Diet membuat dampak terbesar pada jerawat. Banyak dari kita yang jadi sering makan 'comfort food' di waktu ini. Rutinitas kita berubah jadi mungkin kamu makan sedikit lebih tidak sehat dan kurang olahraga di gym karena tutup,"

Sedangkan stres karena keadaan yang tidak menentu tampaknya jadi penyebab utama di balik masalah kulit selama masa karantina bagi banyak orang. "Jika kamu mudah berjerawat, hormon stres memicu kelenjar minyak untuk meningkatkan produksi sebum begitu juga dengan inflamasi, jadi kamu mungkin lebih sering berjerawat dari biasanya. Hormon yang sama juga berdampak pada fungsi batasan kulit dan pergantian sel kulit, mempercepat kering dan penuaan," kata Dr. Michele.

Lalu bagaimana cara agar kulit bisa terhindari dari jerawat selama masa isolasi? Dr. Michele memberikan beberapa tipsnya. Ia menganjurkan agar kita tidak memencet jerawat atau paling tidak melakukannya secara steril menggunakan alat ekstrak, mengganti atau menambahkan produk yang melawan jerawat, dan coba turunkan level stres serta cukup tidur.



Simak Video "Kisah Wanita yang Tampil Pede dengan Wajah Berjerawat"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)