Begini Cara Orang-orang Mengobati Jerawat dari 100 Tahun Lalu

Hestianingsih - wolipop Jumat, 08 Mei 2020 07:00 WIB
Person Foto: iStock
Jakarta -

Jerawat masih menjadi masalah kulit paling umum yang dialami banyak orang. Berbagai metode dikembangkan untuk mengatasi masalah kulit mulai dari memakai obat oles hingga perawatan di klinik kecantikan.

Perkembangan teknologi menghasilkan produk dan peralatan canggih yang kini banyak digunakan untuk menyembuhkan kulit berjerawat tanpa rasa sakit. Tapi bagaimana dengan perawatan jerawat pada zaman dulu?

Ini berbagai pengobatan jerawat dari 100 tahun yang lalu hingga sekarang, seperti dikutip dari Allure.

1910 - 1920: Cryoslush

Pengobatan dengan Cryoslush atau biang es populer pada 1910 hingga 1920. Perawatan ini dilakukan dengan mengusapkan kembang es atau biasa juga disebut dry ice ke seluruh wajah. Metode ini menyebabkan pengelupasan kulit dan 'membekukan' jerawat hingga menjadi sembuh.

Cryoslush juga dipercaya bisa mencegah bopeng sehingga kembali digunakan di klinik kecantikan modern untuk mengatasi kasus jerawat yang parah. Biasanya diaplikasikan dalam bentuk nitrogen cair dengan peralatan khusus.

smoke fog and dry ice glacialCryoslush atau biang es pernah digunakan sebagai perawatan jerawat. Foto: Thinkstock


1930: Benzoyl Peroxide

Benzoyl peroxide bekerja dengan menyingkirkan bakteri yang ada di bawah kulit, membantu pori-pori melepaskan sel kulit mati dan mengontrol kelebihan minyak. Biasanya digunakan untuk mengobati jerawat yang meradang. Perawatan jerawat dengan salep atau krim oles megandung benzoyl peroxide masih digunakan hingga sekarang.

1940: Sinar UV

Pada era ini pengobatan jerawat dengan sinar UV ditemukan dan jadi populer pada akhir Perang Dunia II hingga era 60-an. Sinar UV memang bisa berperan sebagai pembunuh bakteri, termasuk bakteri penyebab jerawat.

Metode ini dilakukan dengan cara menyinari wajah dengan lampu UV selama beberapa saat. Namun ada efek samping yang cukup membahayakan dari metode ini. Sejumlah penelitian menunjukkan kalau radiasi sinar UV bisa meningkatkan risiko kanker kulit.

AntibiotikMinum antibiotik jadi salah satu pengobatan jadul jerawat yang masih digunakan sampai sekarang. Foto: Thinkstock


1950: Antibiotik

Ide menyembuhkan jerawat dengan minum pil antibiotik muncul pada awal era 50-an. Metode ini juga masih digunakan sampai sekarang. Namun konsumsi antibiotik jangka panjang tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan resistensi bakteri, atau bakteri jadi kebal terhadap antibiotik.

1960: Penguapan Wajah

Perawatan dengan uap wajah berfungsi menghidrasi kulit dan membersihkan pori-pori yang tersumbat karena kulit berminyak. Tujuannya agar pengobatan jerawat lebih efektif karena kulit bersih secara mendalam.

Dulu penguapan wajah dilakukan dengan mendekatkan wajah ke teko air yang sedang mendidih. Tapi di era sekarang sudah ditemukan alat canggih yang bisa menghasilkan uap untuk penggunaan yang lebih praktis dan aman.

1970: Retin-A

Pada era ini, peneliti menemukan bahwa Retin-A terbukti menjadi salah satu metode pengobatan jerawat paling efektif. Retin-A merupakan vitamin A dalam bentuk topikal dan biasanya digunakan dengan cara dioles.

Namun karena formulanya terlalu kuat, Retin-A bisa menyebabkan kulit kering, terkelupas hingga pecah-pecah. Penggunaan Retin-A harus dalam pengawasan dokter.

Beautiful young woman having aesthetic treatment in medical office, Corrective medicine conceptSuntik steroid jadi metode yang diunggulkan untuk mengobati jerawat meradang. Dikembangkan pada awal 2000-an. Foto: iStock


1980: Accutane

Salah satu turunan vitamin A yang juga terbukti sangat efektif menyembuhkan jerawat. Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA) sudah menyetujui penggunaannya pada 1982.

Tapi efek sampingnya juga cukup kuat. Accutane membuat kulit jadi sangat kering dan bisa menyebabkan masalah pencernaan hingga meningkatkan risiko keguguran. Maka dari itu penggunaannya tidak dianjurkan bagi ibu hamil. Kini Accutane tidak lagi dijual di pasaran, namun versi generiknya, isotretinoin masih bisa ditemukan sampai saat ini dan konsumsinya harus di bawah pengawasan dokter.

1990: Obat Jerawat di Drugstore

Mulai ditemukan produk-produk pengobatan jerawat yang bisa dibeli dengan bebas di toko farmasi ataupun drugstore. Produk-produk ini bisa bekerja sama efektifnya seperti obat racikan dokter seperti totol jerawat, krim, losion hingga makeup yang diformulasikan untuk merawat kulit berjerawat.

2000: Suntik Steroid

Pada awal 2000-an, suntik jerawat dengan cortisone atau steroid ditemukan. Metode ini dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan steroid untuk menyembuhkan jerawat batu atau jerawat meradang.



Simak Video "Kisah Wanita yang Tampil Pede dengan Wajah Berjerawat"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)