Ini Bedanya Kulit Orang Asia dengan Orang Kulit Putih dan Cara Merawatnya
Cara merawat wajah memang harus disesuaikan dengan jenis kulit. Tak jarang cuaca serta etnis seseorang juga perlu dipertimbangkan dalam memilih produk yang tepat. Dermatologis pun mengatakan jika orang Asia patut memperhatikan masalah pigmentasi yang sering kali disebabkan paparan sinar matahari hingga jerawat.
Pakar dermatologis dan laser Dr. Firas Al-Niami MSc, MRCP, EBDV berbagi mengenai masalah kulit yang umum dialami orang Asia. Berbeda dengan orang Kaukasia atau kulit putih, kulit Asia lebih sering bermasalah dengan pigmentasi, seperti bekas jerawat hingga bintik-bintik wajah. Hal ini menjadi masalah bagi mereka karena kebanyakan orang Asia mendambakan kulit mulus tanpa noda.
"Aku punya banyak pasien yang berbeda di London. Tapi pada kulit Asia perbedaannya adalah pada pigmentasi. Kalau orang Kaukasia (bermasalah) dengan kerutan, garis halus, kulit menua, salah satu masalah besar orang Asia adalah timbulkan pigmentasi warna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 8 Tips Cantik Song Hye Kyo yang Mudah Ditiru |
"Tipe pigmentasinya bisa berbeda tapi tampaknya itu adalah masalah yang tidak disukai mereka. Mereka lebih suka wajah dengan rona merata yang bersih tanpa pigmentasi," ungkap dokter yang berbasis di Inggris tersebut dalam acara pengenalan Laser Picoway di Sheraton Hotel, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020).
Seperti yang dikatakannya, masalah pigmentasi yang dialami orang Asia bisa berbeda. Namun kebanyakan disebabkan karena paparan sinar matahari yang memang kadang sulit dihindari meski sudah pakai sunblock. Faktor lain yang juga sering ditemui adalah noda-noda karena jerawat.
"Beberapa kondisi pigmentasi disebabkan karena perubahan hormonal pada wanita yang hamil atau menggunakan KB. Bisa juga karena pasca jerawat, karena obat atau iritasi setelah menggunakan krim tertentu. Kebanyakkan problem yang kami temui adalah paparan sinar matahari," tambah pakar kosmetik itu.
Karenanya, dokter tersebut menyarankan agar orang Asia berinvestasi pada perawatan kulit harian dan sunblock. Dianjurkan untuk memastikan kulit terhidrasi dan terlindungi dari polusi lingkungan dan mengkonsultasikan masalah kulit kepada dermatologis.
"Aku mungkin akan merekomendasikan penggunaan serum antioksidan bersamaan dengan perlindungan sinar matahari. Ketika dibutuhkan, lakukan pula eksfoliasi atau krim untuk memperlambat pigmentasi," ujarnya.
Karena masalah pigmentasi, banyak orang Asia yang membutuhkan perawatan laser. Ia pun menyarankan untuk para pasien melakukan riset dan pergi ke dermatologis terpercaya untuk mendapatkan hasil terbaik.
Setelah dilaser, banyak orang mengalami masalah kemerahan hingga bintik-bintik hingga beberapa hari. Untuk masalah itu, setelah laser Dr. Firas kembali menyarankan penggunaan sunblock ber-SPF tinggi. "Penggunaan sunblock SPF tinggi yang bukan hanya untuk menangkal sinar matahari tapi juga cahaya tidak terlihat. Aku juga menyarankan serum vitamin C dan krim yang mencerahkan," kata Dr. Firas.
(ami/eny)
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singka
Fashion
Hijab Sering Melorot? 3 Rekomendasi Ciput Ini Bikin Hijab Lebih Nempel dan Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Lebih Bebas Gerak! Pilih Bra Tank Tanpa Kawat yang Tepat Agar Aktivitas Harianmu Jadi Lebih Nyaman
Brand K-Beauty Rilis Cleansing Pad, Cara Praktis Membersihkan Wajah
Blush On Tak Bisa Asal Pakai, Ini Cara Aplikasinya Sesuai Bentuk Wajah
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare
Fan Bingbing Ungkap Rahasia Awet Muda di Usia 44 Tahun, Pakai 700 Masker
Mengenal Resting Rich Face, Tren Makeup Natural yang Lagi Viral
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir











































