Viral Dokter Ungkap Efek Pakai Krim Pemutih Abal-abal, Bikin Merinding

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 13 Feb 2020 12:12 WIB
Young woman applying sunscreen lotion standing outdoors at the urban location during the sunny weather Bahaya Krim Pemutih Abal-abal / Foto: Thinkstock
Jakarta -

Memiliki kulit yang putih bersih menjadi idaman sebagian besar wanita. Sehingga para wanita pun rela melakukan segala cara untuk mendapatkan kulit impiannya tersebut. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa para wanita mudah tergiur dengan produk-produk yang menawarkan efek pemutih di dalamnya. Sayangnya, tidak semua krim pemutih aman bagi kulit. Jika kamu tidak berhati-hati maka bukan kulit mulus dan bersih, justru kulit rusak yang akan kamu dapatkan seperti postingan yang diunggah oleh akun Instagram @drmita.spkk.

Postingan mengenai bahaya lotion pemutih abal-abal yang diunggah oleh dr. Listya Paramita, Sp.KK pada 12 Februari 2020 menjadi viral dan telah mendapatkan 39 ribu lebih penyuka serta diserbu lebih dari dua ribu lebih komentar. Tak sedikit netizen yang berkomentar mengaku merinding setelah melihat foto unggahan sang dokter. Dalam postingan tersebut, dokter spesialis kulit dan kelamin yang memiliki 252 ribu lebih pengikut di Instagram itu membagikan pengalaman dari salah seorang pasiennya yang terkena dampak dari lotion pemutih abal-abal.

[Gambas:Instagram]

"Siang tadi kedatangan pasien, Masuk ruang periksa.. 'Sy tau dokter Mita dari instagram.. sy ada keluhan persis kayak yang dokter share di IG.. kulit muncul gurat merah setelah pakai lotion pemutih.. beli online.. Muncul di lengan.. di paha juga ada.. Kulit saya hancur dok, rusak'," tulis sang dokter di salah satu unggahannya.

Tidak lupa sang dokter juga menyertakan foto yang telah mendapatkan persetujuan dari pihak yang bersangkutan. Dalam foto tersebut telihat di seluruh area lengan, paha, dan kaki dari pasien dokter Mita tersebut memiliki sangat banyak stretch mark. Menurut sang dokter, hal ini disebabkan oleh penggunaan lotion pemutih yang sengaja dicampur dengan kandungan steroid di dalamnya.

"Gak ada bahan aktif lain yang bisa bikin kayak gini, satu-satunya ya hanya PENYALAHGUNAAN STEROID. Lotion diisi steroid di dalamnya.. pertanyaannya, siapakah ORANG YANG SOK IDE BANGET BIKIN LOTION DICAMPURI STEROID?????? PENJAHAT!!!," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Malangnya lagi, menurut penuturan sang dokter di unggahannya tersebut, noda-noda stretch mark akibat krim pemutih abal-abal itu tidak akan bisa hilang sepenuhnya. Kulit pasiennya tidak bisa menjadi mulus seperti sedia kala. Jadi tindakan yang bisa dilakukan hanyalah menyamarkan, memperbaiki tampilan dan jaringan kulitnya.

Oleh karena itu, agar dapat terhindar dari bahaya krim pemutih abal-abal seperti di atas, sang dokter juga menegaskan untuk jangan membeli lotion pemutih yang tidak memiliki izin BPOM. Jangan berpatokan pada merek karena menurutnya merek bisa ratusan jenis dan bisa dilabeli sendiri sesuka hati penjualnya.

Sayangnya, lotion pemutih bersteroid sendiri tidak memiliki ciri-ciri fisik yang dapat dengan mudah terlihat. Menurut sang dokter, untuk mengetahui isi kandungan dari sebuah lotion hanya bisa dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium. Jadi setelah mendengar ini, apakah kamu masih berani untuk memberi lotion pemutih yang tidak jelas izinnya?



Simak Video "Waspada Kandungan 2 Bahan Berbahaya di Skincare"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)