Wanita Terancam Lumpuh Permanen Gara-gara Krim Pencerah Wajah

Hestianingsih - wolipop Jumat, 27 Des 2019 11:40 WIB
Ilustrasi wanita memakai krim pencerah wajah. Foto: iStock
Sacramento - Banyak wanita ingin memiliki wajah cerah dan putih. Berbagai cara pun dilakukan untuk mendapatkan rona kulit seperti yang diinginkan, salah satunya menggunakan produk pencerah kulit.

Namun jika tidak hati-hati dan teliti membeli produk kecantikan, bisa berakibat fatal hingga nyawa terancam. Seperti yang terjadi pada seorang wanita asal Sacramento, California.

Wanita ini mengalami koma akibat keracunan zat berbahaya methylmercury. Zat itu terkandung dalam krim pencerah kulit yang dipakainya selama bertahun-tahun.
Ilustrasi krim wajah. Foto: iStock

Seperti dikutip dari CNN, wanita berusia 47 tahun tersebut telah menggunakan krim pencerah yang dibelinya dari Meksiko dalam tujuh tahun terakhir dan rutin dioleskannya ke wajah dua kali sehari. Keluarga sang wanita mengungkapkan bahwa dia membeli krim pencerah lewat temannya, karena ingin menghilangkan noda hitam dan kerutan pada wajahnya.


Dia tak pernah mengira kalau krim itu ternyata telah tercemar methylmercury setelah diproduksi. Ketika diperiksa, kandungan zat methylmercury pada krim tersebut ternyata melebihi batas yang direkomendasikan FDA, sebesar 1,2 persen. Sementara menjual krim wajah dengan kandungan lebih dari 1 ppm mercury adalah tindakan ilegal di Amerika Serikat.

Kasus yang pertama kali terjadi di AS ini bermula ketika pada Juli 2019, wanita tersebut mengeluhkan rasa sakit yang menusuk-nusuk dan lengan yang seperti melemah. Dia pun memeriksakan kondisinya ke dokter namun belum terdiagnosa penyakit yang spesifik.
Ilustrasi wanita memakai krim pencerah wajah. Foto: iStock

Dua minggu kemudian wanita ini kembali ke dokter karena pandangannya kabur dan kesulitan berbicara. Dokter kemudian merujuknya ke rumah sakit yang lebih besar di University of California - San Francisco (UCSF).

Dr. Paul Blanc dari Divisi California Poison Control System UCSF kemudian menulis bahwa kondisi wanita yang identitasnya tidak disebutkan itu mengalami keracunan methylmercury. Kadar methylmercury di dalam tubuhnya tidak wajar dan sangat tinggi. Methylmercury merupakan zat yang sangat beracun dan bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat permanen.


"Kebanyakan krim pencerah kulit berbahaya memang sengaja dimasukkan merkuri non-organik. Tapi dalam kasus ini, pasien menggunakan produk pencerah kulit yang mengandung merkuri organik, yang mana jauh lebih beracun," terang Dr. Paul Blanc.

Zat methylmercury yang berbahaya ini menyerang sistem saraf pusat yang gejalanya semakin terasa begitu pasien berhenti menggunakannya. Begitu pula yang terjadi pada wanita tersebut. Kondisi tubuhnya semakin menurun bahkan setelah dia menjalani terapi khelasi, perawatan untuk membuang zat merkuri lewat urine.

"Keracunan pada sistem saraf pusat, seperti yang terjadi pada kasus ini, biasanya terjadi beberapa minggu hingga berbulan-bulan setelah dia terpapar. Begitu terpapar akan dengan cepat menyerang sistem dan sering kali gejalanya menjadi lebih buruk meskipun sudah dibuang," jelas Dr. Paul lagi.

Ilustrasi wanita memakai krim pencerah wajah. Foto: iStock

Centers for Disease Control and Prevention melaporkan bahwa hingga kini kondisi pasien belum juga membaik. Dia masih tidak bisa bicara dan bergerak, serta harus makan lewat selang demi memenuhi kebutuhan nutrisinya setiap hari.

Kasus keracunan merkuri cukup marak terjadi di California, khususnya kawasan Sacramento County. Dalam sepuluh tahun terakhir sudah terjadi sedikitnya 60 kasus keracunan akibat penggunaan krim produk homemade atau yang tidak berlabel.

Kebanyakan krim yang beredar secara ilegal mengandung merkuri yang sebenarnya tidak terlalu beracun. Sehingga kasus yang menimpa wanita tersebut di atas terbilang langka. Sebab biasanya krim-krim ilegal itu tidak mengandung methylmercury, karena lebih umum terkandung dalam makanan laut seperti kerang-kerangan.

Simak Video "Waspada Kandungan 2 Bahan Berbahaya di Skincare"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)