Demi Penghematan, Beli Kosmetik Bekas Jadi Tren di Jepang

Kiki Oktaviani - wolipop Kamis, 22 Agu 2019 13:44 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta - Dengan hadirnya beragam merek kosmetik yang terpercaya, industri kosmetik Jepang berkembang sangat pesat. Meski kosmetik Jepang sudah semakin beragam, bahkan banyak yang dijual dengan harga terjangkau, namun kini wanita Jepang justru mencari kosmetik bekas.

Menurut laporan dari Business of Fashion yang dikutip dari Vice, tren terkini menunjukkan bahwa millennials Jepang membeli makeup dan skin care bekas pakai. Hal tersebut pun menjadi tren di pasar kecantikan. Menurut data, pasar kosmetik bekas nilainya mencapai US$ 4,59 miliar.



Penjualan kosmetik bekas kebanyakan melalui digital marketplace. Salah satu marketplace yang terkenal menjual kosmetik bekas di Jepang adalah Mercari. Website belanja tersebut menghadirkan kosmetik-kosmetik bekas yang masih layak pakai dan dijamin kebersihan dan kedaluwarsanya.

Wanita Jepang Kini Banyak yang Membeli Kosmetik BekasFoto: dok.iStock


"Jika kamu ingin mencoba lipstik Chanel baru, maka kamu bisa mendapatkannya via Mercari dengan harga yang paling murah dan kamu bisa membeli yang baru jika kamu suka," ujar Yo Douglas, senior specialist dari perusahaan penelitian Gartner.

Bisnis kosmetik bekas ini pun cukup menjanjikan. Adanya permintaan pasar yang besar, semakin banyak pula orang yang berjualan kosmetik bekas. Moe Miura misalnya, ia mengaku menjual kosmetik Chanel, YSL Beauty dan Clinique yang laku hanya dalam waktu beberapa hari saja.



Mengapa tren beli kosmetik di Jepang berubah? Diungkapkan karena dipengaruhi faktor ekonomi yang berpengaruh terhadap daya beli konsumen millennials di Jepang.

Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa kaum muda Jepang kini lebih berhemat. Membeli kosmetik bekas menjadi solusi untuk mereka bisa tetap menggunakan produk mewah, namun dengan harga yang terjangkau.



Simak Video "2 Kosmetik Andalan Ratu Elizabeth"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)