32% Wanita Hapus Akun Medsos karena Beauty Bullying

Vina Oktiani - wolipop Senin, 05 Agu 2019 07:43 WIB
Ilustrasi beauty bullying. Foto: iStock Ilustrasi beauty bullying. Foto: iStock

Jakarta - Rimmel bersama organisasi nirlaba anti cyber-bullying, The Cybersmile Foundation pernah mengadakan kampanye bertema #IWILLNOTBEDELETED pada 2018 yang bertujuan untuk menaikkan kepercayaan diri orang-orang dari segala usia untuk bebas mengekspresikan diri mereka di media sosial tanpa takut mendapat komentar-komentar negatif. Dalam rangka peluncuran kampanye tersebut Rimmel pun merilis hasil penelitian mereka.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Rimmel terungkap bahwa 1 dari 4 wanita telah mengalami cyberbullying karena penampilan mereka. 57% dari wanita yang mengalami bullying ini mengaku menderita dalam kesunyiannya.



Penelitian Rimmel juga mengungkapkan bahwa hampir setengah (46%) wanita yang mengalami cyberbullying pernah mencoba melukai dirinya sendiri. Efek beauty bullying lainnya, 32% wanita menutup media sosialnya, dan 22% wanita menghapus foto-foto mereka di media sosial.

Merasa prihatin dengan kondisi yang terungkap dari penelitian mereka, Rimmel pun merilis film pendek tentang orang-orang korban cyber bulllying termasuk mereka yang mengalami beauty bullying. Para selebriti dunia yang pernah mengalami beauty bullying pun ikut menceritakan kisahnya. Mereka di antaranya brand ambassador Rimmel, Rita Ora dan Cara Delevinge, blogger kecantikan Tess Daly, dan perancang busana Ascia Al Faraj.



"Cyberbullying kecantikan sedang meningkat dan kertas putih yang kami terbitkan mencakup beberapa temuan yang benar-benar mengejutkan. Kami meluncurkan kampanye global kami untuk memberikan suara kepada orang-orang yang telah mengalami beauty bullying dan kami menawarkan mereka platform ini untuk menceritakan kisah mereka", ungkap Sara Wolverson, wakil presiden Rimmel Global Marketing, dikutip dari thedrum.



Simak Video "Pelaku Beauty Bullying Mayoritas Wanita, Kok Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)