Stop Beauty Bullying
Pernah Alami Beauty Bullying, Ini Kata Ucita Pohan
Gresnia Arela Febriani - wolipop
Jumat, 02 Agu 2019 14:32 WIB
Jakarta
-
Manusia sejatinya telah dilahirkan dengan berbagai bentuk wajah dan tubuh yang berbeda. Dan memiliki ciri khas yang membuatnya terlihat unik. Namun tak semua orang menyadari hal tersebut. Gambaran wanita yang ditampilkan di televisi dan media membuat sebagian besar orang berpikir penampilan ideal seperti yang mereka lihat atau tonton. Sehingga ketika aada seseorang yang tidak memenuhi kriteria manusia sempurna, tak jarang akan mengalami bullying.
Penyiar radio dan influencer gaya hidup Ucita Pohan termasuk yang pernah mengalami bullying ini. Secara spesifik Uchiet menyebut apa yang dialaminya sebagai beauty bullying.
"Kalau dikomentari gendut sudah dari kecil. Itu yang sudah sangat sering aku dengar. Cuma makin ke sini semakin dewasa hal tersebut juga berkurang. Seiring dengan circle aku yang akhirnya terfilter sendiri," ujar wanita yang akrab disapa Uchiet itu.
Selain mengenai bentuk tubuhnya, Uchiet juga pernah menerima beauty bullying di YouTube soal kulitnya."Waktu aku bikin makeup tutorial di You Tube, komentar yang masuk ada beberapa yang tiba-tiba bilangnya gini 'haduh salfok nih, kulitnya belang'. Yang kayak gitu selewat aja, meskipun itu juga terjadi sampai sekarang," ungkap Uchiet yang merilis buku Bicara Tubuh bersama fotografer Jozz Felix itu.
Ketika menerima bullying mengenai penampilannya, Uchiet mengaku tidak lantas menjadi baper atau terbawa perasaan. Dia juga tidak mau mengambil hati omongan negatif orang lain tersebut.
"Kepikiran ada, tapi nggak sampai membuat aku berhenti berkarya atau jadi nggak percaya diri gitu," ujar pemilik akun Instagram @uchiet itu saat berbincang dengan Wolipop di Jakarta baru-baru ini.
Uchiet melihat orang-orang yang melakukan beauty bullying pada dirinya atau wanita lainnya berada pada lingkungan yang banyak menerima hal-hal negatif. Pelaku bullying suka mengomentari tidak enak pada orang lain karena mereka memiliki teman atau keluarga yang kerap berbicara dengan nada negatif juga kepada mereka.
"Interaksi itulah yang mereka tahu. Dan mereka berpikir ini interaksi yang normal dan akhirnya kadang kalimat-kalimat yang disampaikan itu bukan ada niatan menjatuhkan orang, cuma sekedar beropini. Hanya memang nadanya negatif dan efeknya ke orang lain bikin down," tuturnya panjang lebar. (eny/eny)
Penyiar radio dan influencer gaya hidup Ucita Pohan termasuk yang pernah mengalami bullying ini. Secara spesifik Uchiet menyebut apa yang dialaminya sebagai beauty bullying.
"Kalau dikomentari gendut sudah dari kecil. Itu yang sudah sangat sering aku dengar. Cuma makin ke sini semakin dewasa hal tersebut juga berkurang. Seiring dengan circle aku yang akhirnya terfilter sendiri," ujar wanita yang akrab disapa Uchiet itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengenai bentuk tubuhnya, Uchiet juga pernah menerima beauty bullying di YouTube soal kulitnya."Waktu aku bikin makeup tutorial di You Tube, komentar yang masuk ada beberapa yang tiba-tiba bilangnya gini 'haduh salfok nih, kulitnya belang'. Yang kayak gitu selewat aja, meskipun itu juga terjadi sampai sekarang," ungkap Uchiet yang merilis buku Bicara Tubuh bersama fotografer Jozz Felix itu.
Ketika menerima bullying mengenai penampilannya, Uchiet mengaku tidak lantas menjadi baper atau terbawa perasaan. Dia juga tidak mau mengambil hati omongan negatif orang lain tersebut.
"Kepikiran ada, tapi nggak sampai membuat aku berhenti berkarya atau jadi nggak percaya diri gitu," ujar pemilik akun Instagram @uchiet itu saat berbincang dengan Wolipop di Jakarta baru-baru ini.
Uchiet melihat orang-orang yang melakukan beauty bullying pada dirinya atau wanita lainnya berada pada lingkungan yang banyak menerima hal-hal negatif. Pelaku bullying suka mengomentari tidak enak pada orang lain karena mereka memiliki teman atau keluarga yang kerap berbicara dengan nada negatif juga kepada mereka.
"Interaksi itulah yang mereka tahu. Dan mereka berpikir ini interaksi yang normal dan akhirnya kadang kalimat-kalimat yang disampaikan itu bukan ada niatan menjatuhkan orang, cuma sekedar beropini. Hanya memang nadanya negatif dan efeknya ke orang lain bikin down," tuturnya panjang lebar. (eny/eny)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Niat Cantik Berujung Maut, Ibu 2 Anak Meninggal Usai Oplas Bokong & Perut
Era Glitchy Glam 2026, Saat Kecantikan Tidak Sempurna Justru Jadi Tren
Mengenal Lactic Acid, Bahan Skincare AHA yang Aman dan Lebih Ramah Kulit
Kenapa Ada Jerawat di Dagu? Pahami Penyebab hingga Cara Mengatasinya
Ini Tren Lipstik 2026 yang Patut Dicoba, Smoky Rose hingga Cherry Red
Most Popular
1
Rebutan Uang Duka, Konflik Menantu dan Mertua Berujung Tragis
2
Niat Cantik Berujung Maut, Ibu 2 Anak Meninggal Usai Oplas Bokong & Perut
3
Potret Cilia Flores, Istri Presiden Venezuela Maduro yang Ikut Ditangkap AS
4
Kisah Cinta Viral: Wanita 50 Tahun Nikahi Pria 23 Tahun, Kenalan dari TikTok
5
Tipe Balas Chat Berdasarkan Zodiak: Aries Gercep, Ada yang Hilang Berhari-hari
MOST COMMENTED











































