Polusi Udara di Jakarta Makin Parah, Ini Dampak Buruknya Bagi Kulit
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 25 Jul 2019 16:18 WIB
Jakarta
-
Hari ini, Kamis (25/7/2019), Jakarta 'didaulat' sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia. Setidaknya begitu menurut pantauan AirVisual.
Aplikasi pemantau kualitas udara itu mencatat, polusi udara di Ibu Kota sempat jadi yang paling buruk pada pukul 07.26. Kondisi ini melonjak dari hari sebelumnya yang ada di peringkat tiga dan sebelumnya lagi ke sembilan.
Dampak polusi udara memang tidak bisa dianggap sepele. Apalagi indeks kualitas udara di Jakarta pagi tadi mencapai 158 yang dikategorikan tidak sehat.
Selain masalah kesehatan terutama pada pernapasan, polusi juga bisa berakibat buruk ke kulit. Adapun beberapa dampak pada kulit yang disebabkan polusi udara adalah semakin cepat timbulnya tanda-tanda penuaan.
"Polusi bisa menyebabkan warna kulit tidak merata, penuaan dini dan bahkan kanker kulit," kata Clinical Associate Professor Dermatologi di New York University Langone Medical Center, Doris Day, M.D., seperti dikutip dari SELF.
Penjelasan Doris dibuktikan lewat studi yang diterbitkan dalam Journal of Investigate Dermatology, yang membandingkan kondisi kulit wanita di pedesaan dan kota besar, dalam rentang waktu 24 tahun. Studi tersebut menunjukkan mereka yang tinggal di daerah rawan polusi memiliki noda gelap dan kerutan lebih banyak.
Perlu diketahui bahwa polusi udara tidak hanya berasal dari asap knalpot dan asap industri. Tapi juga pembakaran, pembangunan gedung atau jalan, mobil bahkan PLTA.
Ketika terjadi kontak dengan kulit, polusi tak sekadar menempel di epidermis, melainkan bisa masuk ke lapisan yang lebih dalam. Terkadang partikel polusi sangatlah kecil, bahkan bisa 20 kali lebih kecil dari pori-pori, sehingga bisa masuk ke lapisan dermis.
Ketika sudah masuk ke dermis atau lapisan kulit yang lebih dalam lagi, partikel polusi tersebut bisa menyebabkan peradangan dan dehidrasi. Merusak sampai ke tingkat sel dan mengakibatkan kulit kehilangan elastisitas dan kekencangannya.
"Polusi merusak kolagen dan lapisan lipid (sejenis lemak) di kulit, sehingga mengganggu fungsi pelindung pada kulit," terang pakar kesehatan kulit Zoe Draelos, M.D.
Dampak buruk polusi udara bisa dicegah, atau setidaknya bisa diminimalisir, dengan perawatan yang rutin. Hal pertama dan terpenting yang bisa dilakukan adalah membersihkan wajah setiap habis keluar rumah.
"Membersihkan wajah dengan benar dan memakai antioksidan setiap hari bisa memberikan dampak positif yang besar bagi kulit," saran Doris. (hst/hst)
Aplikasi pemantau kualitas udara itu mencatat, polusi udara di Ibu Kota sempat jadi yang paling buruk pada pukul 07.26. Kondisi ini melonjak dari hari sebelumnya yang ada di peringkat tiga dan sebelumnya lagi ke sembilan.
Dampak polusi udara memang tidak bisa dianggap sepele. Apalagi indeks kualitas udara di Jakarta pagi tadi mencapai 158 yang dikategorikan tidak sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. Thinkstock |
Selain masalah kesehatan terutama pada pernapasan, polusi juga bisa berakibat buruk ke kulit. Adapun beberapa dampak pada kulit yang disebabkan polusi udara adalah semakin cepat timbulnya tanda-tanda penuaan.
"Polusi bisa menyebabkan warna kulit tidak merata, penuaan dini dan bahkan kanker kulit," kata Clinical Associate Professor Dermatologi di New York University Langone Medical Center, Doris Day, M.D., seperti dikutip dari SELF.
Penjelasan Doris dibuktikan lewat studi yang diterbitkan dalam Journal of Investigate Dermatology, yang membandingkan kondisi kulit wanita di pedesaan dan kota besar, dalam rentang waktu 24 tahun. Studi tersebut menunjukkan mereka yang tinggal di daerah rawan polusi memiliki noda gelap dan kerutan lebih banyak.
Foto: ilustrasi/thinkstock |
Perlu diketahui bahwa polusi udara tidak hanya berasal dari asap knalpot dan asap industri. Tapi juga pembakaran, pembangunan gedung atau jalan, mobil bahkan PLTA.
Ketika terjadi kontak dengan kulit, polusi tak sekadar menempel di epidermis, melainkan bisa masuk ke lapisan yang lebih dalam. Terkadang partikel polusi sangatlah kecil, bahkan bisa 20 kali lebih kecil dari pori-pori, sehingga bisa masuk ke lapisan dermis.
Ketika sudah masuk ke dermis atau lapisan kulit yang lebih dalam lagi, partikel polusi tersebut bisa menyebabkan peradangan dan dehidrasi. Merusak sampai ke tingkat sel dan mengakibatkan kulit kehilangan elastisitas dan kekencangannya.
Foto: Thinkstock |
"Polusi merusak kolagen dan lapisan lipid (sejenis lemak) di kulit, sehingga mengganggu fungsi pelindung pada kulit," terang pakar kesehatan kulit Zoe Draelos, M.D.
Dampak buruk polusi udara bisa dicegah, atau setidaknya bisa diminimalisir, dengan perawatan yang rutin. Hal pertama dan terpenting yang bisa dilakukan adalah membersihkan wajah setiap habis keluar rumah.
"Membersihkan wajah dengan benar dan memakai antioksidan setiap hari bisa memberikan dampak positif yang besar bagi kulit," saran Doris. (hst/hst)
Fashion
Ingin Tampil Feminin dan Lebih Stylish dengan Bawahan Rok? Cek Koleksi Menariknya di Sini!
Fashion
Pilihan Aksesori Simpel yang Bikin Gaya Kamu Terlihat Lebih Keren
Fashion
Cari Dompet Kulit Awet Biar Bisa Dipakai Lama? Produk dari ROUNN Ini Bisa Jadi Jawabannya
Health & Beauty
Dua Serum PDRN Favorit Banyak Orang, Fokus Regenerasi dan Hidrasi Kulit!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Mengenal Resting Rich Face, Tren Makeup Natural yang Lagi Viral
Niat Cantik Berujung Maut, Ibu 2 Anak Meninggal Usai Oplas Bokong & Perut
Era Glitchy Glam 2026, Saat Kecantikan Tidak Sempurna Justru Jadi Tren
Mengenal Lactic Acid, Bahan Skincare AHA yang Aman dan Lebih Ramah Kulit
Kenapa Ada Jerawat di Dagu? Pahami Penyebab hingga Cara Mengatasinya
Most Popular
1
8 Foto Bridesmaid Proposal Ranty Maria, Cantik Pancarkan Aura Calon Manten
2
TikTok Viral Verificator
Viral Pengantin di Bekasi Nikah Hanya di KUA Tanpa Resepsi, Bikin Iri Netizen
3
Sinopsis Spring Fever, Drakor Romcom Terbaru, Ahn Bo Hyun Jadi Pemuda Desa
4
Ramalan Zodiak Gemini 2026: Hidup Berubah, Cinta Datang di Waktu Tak Terduga
5
Ramalan Zodiak 6 Januari: Capricorn Banyak Uang, Aquarius Tak Perlu Gengsi
MOST COMMENTED












































Foto: Dok. Thinkstock
Foto: ilustrasi/thinkstock
Foto: Thinkstock