Tolak Bayar Perawatan Kuku, Wanita Ini Serang Pemilik Salon Pakai Air Merica

Hestianingsih - wolipop Senin, 24 Jun 2019 13:13 WIB
Ilustrasi wanita memakai cat kuku. Foto: Renault Ilustrasi wanita memakai cat kuku. Foto: Renault

Houston - Aksi tak terpuji seorang klien yang kabur setelah perawatan di salon tertangkap kamera CCTV. Peristiwa terjadi di sebuah salon kuku Lynn Nails, Houston, Texas.

Minh Nguyen, sang pemilik salon, sedang melayani salah seorang klien yang duduk di depannya. Ia tidak menyangka kalau klien tersebut akan bertindak nekat dengan kabur dari salon tanpa membayar.

Tak hanya itu, sebelum kabur, wanita berkulit hitam tersebut terlihat menyemprotkan air merica ke mata Minh Nguyen. Akibatnya mata pengusaha salon ini mengalami iritasi.

Peristiwa tersebut tertangkap kamera CCTV dan viral di YouTube. Video berdurasi 12 detik itu memperlihatkan dua wanita masuk salon untuk perawatan kuku pada Rabu (19/6/2019) siang.

[Gambas:Youtube]


Setelah perawatan selesai, wanita pertama tampak membayar ke kasir dan keluar salon. Namun tak berapa lama dia kembali dan terlihat melambaikan tangan pada temannya yang perawatan kukunya masih belum selesai.

Setelah itu, tiba-tiba saja wanita tersebut mengeluarkan semprotan dari dalam tasnya dan menyerang Minh Nguyen. Semprotan ke arah mata membuatnya kaget dan hanya bisa terbengong-bengong melihat kliennya kabur.

Minh kemudian dilarikan ke rumah sakit dan beruntung, ia tidak mengalami cedera fatal. Namun keluarga Minh tidak terima dengan perlakuan wanita tersebut yang telah menyakiti ibunya.

Mereka pun melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi. Harapannya, si pelaku bisa ditangkap.


"Aku sangat marah karena ibuku, dia wanita pekerja keras. Dia pernah kerampokan sebelumnya jadi peristiwa ini membuatku sedih," kata putri Minh Nguyen, Vickie Thon, seperti dikutip dari Nextshark.

Vickie memutuskan melaporkan kejadian tersebut agar kedua wanita itu tak melakukan aksinya di tempat lain.

"Aku khawatir sekali dia masih ada di luar sana. Dia bisa saja melakukan hal itu ke toko dan salon lainnya," pungkasnya. (hst/hst)