Kenapa Produk Kosmetik yang Sudah Dapat Izin BPOM Bisa Ditarik Kembali?

Widiya Wiyanti - wolipop Kamis, 15 Nov 2018 16:34 WIB
Foto: dok.iStock Foto: dok.iStock

Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik enam jenis kosmetik dari brand lokal yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti timbal dan pewarna Merah K3. Secara umum, bahan tersebut bisa menyebabkan kanker, kelainan janin hingga iritasi kulit.

Kenam jenis kosmetik tersebut dari dua brand lokal Marie Anne Beauty yang terdiri dari dua eyeshadow dan empat produk lipstik QL Matte Lipstick. Keenam jenis produk tersebut sebelumnya sudah mendapatkan izin edar oleh BPOM. Namun kini BPOM menarik produk dan membatalkan izin edar untuk keenam produk tersebut.



Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM, Mayagustina Andarini menjelaskan bahwa Badan POM bisa menarik produk meski sebelumnya sudah mendapatkan izin edar. Hal tersebut karena setelah kosmetik beredar, BPOM menemukan kosmetik mengandung bahan yang berbahaya.

Tahap mendapatkan izin edar pada produk komsetik pada awalnya adalah dengan memberikan data bahan yang akan digunakan. BPOM berharap bahwa perusahaan kosmetik bisa berkomitmen dengan data bahan yang telah dilaporkan.

"Setelah edar, kami melakukan pengawasan rutin untuk meyakinkan bahwa apa yang diproduksi sudah sesuai dengan peraturan kita," ujar Mayagustina saat acara Public Warning 2018 di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2018).

Mayagustina menambahkan bahwa ada brand kosmetik yang sering kali 'nakal' atau melanggar komitmen. Produsen kosmetik bisa saja mendaftarkan bahan-bahan kosmetik yang positif, namun pada saat memproduksinya ditambah dengan bahan yang tidak sesuai aturan BPOM.


"Kosmetik branded biasanya lebih komit dengan bahan yang digunakan, ya karena dia pasti mempertahankan nama baik. Sementara kosmetik menengah ke bawah yang seringnya melanggar," kata Mayagustina.

Mayagustina menyarankan agar masyarakat lebih cerdas dalam memilih dan menggunakan produk yang aman. Caranya adalah dengan mengecek produk kosmetik lewat website resmi dan aplikasi cek BPOM melalui Android dan AppStore

Dalam aplikasi tersebut, masyarakat bisa memeriksa melalui nama produk, nama produsen, atau nomor izin edar. Jika tidak tidak terdapat dalam daftar, maka produk tersebut ilegal atau tidak terdaftar secara resmi di BPOM. (kik/kik)