Ngeri! Gara-gara Manikur di Salon Jari Wanita Ini Nyaris Diamputasi
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 05 Apr 2018 13:11 WIB
Arizona
-
Hati-hati pergi ke salon untuk mempercantik kuku. Seorang wanita asal Arizona mengaku jarinya hampir diamputasi gara-gara kukunya mengalami infeksi setelah dari salon.
Sudah jadi hal biasa bagi Maria Luisa Gerardo merawat dan mempercantik kuku-kukunya. Ia pun telah lebih dari sepuluh tahun rutin datang ke salon kuku langganannya.
Maria tak pernah menyangka kalau satu hari dari berpuluh-puluh kali kunjungannya ke salon tersebut bakal membawa petaka baginya. Seorang staf yang bertugas mengerjakan manikur untuknya, secara tak sengaja membuat kulit di sekitar kukunya luka.
"Ada luka kecil yang terbuka di dekat jariku," kata Maria kepada stasiun TV lokal, KGUN, seperti dikutip dari Allure.
Esok harinya Maria mendapati jarinya membengkak. Ia pun segera ke gawat darurat di sebuah rumah sakit dan diberi antibiotik untuk menyembuhkan luka dan mengatasi peradangan.
Setelah dari dokter, Maria kembali lagi ke salon kuku langganannya itu dan mengadukan kondisi jarinya yang terinfeksi. Tanggapan pihak salon ternyata mengecewakan. Menurut Maria mereka hanya menganggap itu hal sepele dan hanya menawarkannya uang sebesar USD 100 atau sekitar Rp 1,3 juta.
"Itu bukan apa-apa. Bersihkan saja tanganmu dan belilah obat, nanti juga sembuh," begitu kata karyawan salon kepada Maria.
Namun jari Maria yang terinfeksi tak kunjung sembuh dan bertambah parah. Pada saat itulah dia pergi ke rumah sakit dan ternyata jarinya harus dioperasi untuk mencegah agar tidak diamputasi karena infeksinya menyebar.
Anak Maria, Victor, mengatakan kalau sang dokter bedah berupaya sebisa mungkin membersihkan infeksi dan menyelamatkan jarinya supaya jangan sampai diamputasi.
"Dia (dokter) bilang padaku kalau dia terus-terusan memotong jaringan kulit di sekitar jarinya sampai berdarah, karena itu artinya sudah sampai jaringan kulit yang bagus. Akibatnya luka di jarinya cukup dalam sampai hampir ke tulang," cerita Victor.
Infeksi bakteri di sekitar kuku setelah manikur sebenarnya hal yang umum terjadi. Jika terkena infeksi dan langsung diatasi, penanganannya mudah dan lebih cepat sembuh.
"Kebanyakan infeksi bakteri di sekitar kutikula dan pinggiran kuku, disebut paronychia, dan mudah diobati. Tapi infeksi yang paling parah bisa terjadi karena bakteri A. streptococcus, yang bisa membuat jari diamputasi bahkan kematian," jelas dermatologist Arielle Kauvar, seperti dikutip dari Allure.
Untuk menghindari terkena infeksi parah akibat manikur yang kurang steril, dokter mengingatkan para klien untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan sudah higienis. Tidak perlu segan bertanya kepada terapis atau staf soal bagaimana mereka mensterilkan peralatannya.
Kembali ke kisah Maria, ia berencana menuntut salon tersebut ke jalur hukum. Maria juga tidak akan lagi melakukan manikur.
"Sekarang, dengan apa yang sudah terjadi pada tanganku, aku tidak akan lagi melakukannya seumur hidup," pungkas Maria. (hst/hst)
Sudah jadi hal biasa bagi Maria Luisa Gerardo merawat dan mempercantik kuku-kukunya. Ia pun telah lebih dari sepuluh tahun rutin datang ke salon kuku langganannya.
Maria tak pernah menyangka kalau satu hari dari berpuluh-puluh kali kunjungannya ke salon tersebut bakal membawa petaka baginya. Seorang staf yang bertugas mengerjakan manikur untuknya, secara tak sengaja membuat kulit di sekitar kukunya luka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilustrasi french manicure. Foto:Thinkstock |
Esok harinya Maria mendapati jarinya membengkak. Ia pun segera ke gawat darurat di sebuah rumah sakit dan diberi antibiotik untuk menyembuhkan luka dan mengatasi peradangan.
Setelah dari dokter, Maria kembali lagi ke salon kuku langganannya itu dan mengadukan kondisi jarinya yang terinfeksi. Tanggapan pihak salon ternyata mengecewakan. Menurut Maria mereka hanya menganggap itu hal sepele dan hanya menawarkannya uang sebesar USD 100 atau sekitar Rp 1,3 juta.
"Itu bukan apa-apa. Bersihkan saja tanganmu dan belilah obat, nanti juga sembuh," begitu kata karyawan salon kepada Maria.
Namun jari Maria yang terinfeksi tak kunjung sembuh dan bertambah parah. Pada saat itulah dia pergi ke rumah sakit dan ternyata jarinya harus dioperasi untuk mencegah agar tidak diamputasi karena infeksinya menyebar.
Anak Maria, Victor, mengatakan kalau sang dokter bedah berupaya sebisa mungkin membersihkan infeksi dan menyelamatkan jarinya supaya jangan sampai diamputasi.
Ilustrasi nail art. Foto: Thinkstock |
"Dia (dokter) bilang padaku kalau dia terus-terusan memotong jaringan kulit di sekitar jarinya sampai berdarah, karena itu artinya sudah sampai jaringan kulit yang bagus. Akibatnya luka di jarinya cukup dalam sampai hampir ke tulang," cerita Victor.
Infeksi bakteri di sekitar kuku setelah manikur sebenarnya hal yang umum terjadi. Jika terkena infeksi dan langsung diatasi, penanganannya mudah dan lebih cepat sembuh.
"Kebanyakan infeksi bakteri di sekitar kutikula dan pinggiran kuku, disebut paronychia, dan mudah diobati. Tapi infeksi yang paling parah bisa terjadi karena bakteri A. streptococcus, yang bisa membuat jari diamputasi bahkan kematian," jelas dermatologist Arielle Kauvar, seperti dikutip dari Allure.
Ilustrasi cat kuku. Foto: Thinkstock |
Untuk menghindari terkena infeksi parah akibat manikur yang kurang steril, dokter mengingatkan para klien untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan sudah higienis. Tidak perlu segan bertanya kepada terapis atau staf soal bagaimana mereka mensterilkan peralatannya.
Kembali ke kisah Maria, ia berencana menuntut salon tersebut ke jalur hukum. Maria juga tidak akan lagi melakukan manikur.
"Sekarang, dengan apa yang sudah terjadi pada tanganku, aku tidak akan lagi melakukannya seumur hidup," pungkas Maria. (hst/hst)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Brand K-Beauty Rilis Cleansing Pad, Cara Praktis Membersihkan Wajah
Blush On Tak Bisa Asal Pakai, Ini Cara Aplikasinya Sesuai Bentuk Wajah
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare
Fan Bingbing Ungkap Rahasia Awet Muda di Usia 44 Tahun, Pakai 700 Masker
Mengenal Resting Rich Face, Tren Makeup Natural yang Lagi Viral
Most Popular
1
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
2
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
3
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
4
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
5
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
MOST COMMENTED












































Ilustrasi french manicure. Foto:Thinkstock
Ilustrasi nail art. Foto: Thinkstock
Ilustrasi cat kuku. Foto: Thinkstock