Kisah Wanita yang Di-bully karena Penuh Bulu Dari Dada Hingga Punggung
Bulu-bulu yang tumbuh di tubuhnya itu adalah sebuah sindrom bernama polycystic ovary. Kelainan tersebut disebabkan oleh gangguan hormonal, di mana pola pertumbuhan rambut seperti pria.
Foto: ist. |
Leah pun mengalami kecemasan yang berlebihan. Hal tersebut dipicu karena rasa malunya yang sangat besar karena Leah tak mampu menutupi bulu tubuhnya.
Rambut tubuhnya kerap kali mengintip dari balik bajunya. Belum lagi wajahnya yang juga dipenuhi dengan bulu.
Tapi kini Leah berhasil mengatasi rasa mindernya. Wanita 33 tahun itu stop mencukur bulunya. Ia mengaku merasa lebih percaya diri dengan bulu lebatnya.
Foto: ist. |
Rasa percaya dirinya bermula dari kecelakaan mobil yang dialaminya di 2015. Saat itu, dokter memberikan pertolongan pertama dengan membuka baju Leah. Otomatis rambut di tubuhnya terlihat.
Namun ketika itu, tidak ada orang yang peduli dengan bulu lebat Leah. Ia pun mulai tumbuh rasa percaya diri. Rasa percaya dirinya semakin meningkat setelah memiliki kekasih yang tertarik dengan wanita berbulu.
Meski kini Leah sudah putus dengan kekasihnya itu, namun dia merasa bahwa mantan kekasihnya itu lah yang memberikan kekuatan dan kepercayaan diri untuknya. (kik/kik)











































Foto: ist.
Foto: ist.