Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Karya Makeup Artist Dicemooh karena Wajah Model Berubah Sangat Drastis

Rista Adityaputry - wolipop
Selasa, 06 Jun 2017 07:39 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Karya makeup artist Spencer yang jadi kontroversi. Foto: Instagram/paintdatface
Jakarta - Rasisme telah menjadi masalah yang sensitif sejak dulu. Diskriminasi yang kini masih terjadi sudah dianggap sebagai permasalahan dunia dan perlu dilawan. Tidak hanya seputar diskriminasi saja, seseorang juga perlu berhati-hati dalam mengisukan pertentangan terhadap diskriminasi ras. Salah sedikit mungkin bisa menyebabkan seseorang dihakimi, seperti yang terjadi pada seorang makeup artist dari Los Angeles ini.

Di bawah akun media sosial Instagram Paintdatface, makeup artist dengan nama asli Spencer ini dikecam netizen setelah mengunggah foto transformasi terbarunya. Transformasi tersebut bukan memperlihatkan berbagai riasan tema glamor atau elegan yang kerap ia unggah, namun perubahan before-after warna kulit putih seorang model menjadi warna cokelat gelap.

Unggahan tersebut telah dihapus setelah menuai kontroversi. Dilansir oleh Teen Vogue, Spencer mengaku bahwa makeup tersebut merupakan transformasi yang ingin dilakukan setelah menahannya sekian lama. Ia juga bosan dengan riasan glamor yang sudah lama dikreasikannya. Keengganan tersebut rupanya bukan tanpa alasan. Spencer tidak ingin orang melihat transformasi yang dilakukannya sebagai skandal rasial, yang sayangnya hal itu justru kebalikannya.
Karya Makeup Artist Dicemooh karena Wajah Model Berubah Sangat DrastisMakeup artist Spencer. Foto: Instagram/paintdatface

"Ini bukan tentang perubahan ras. Ini tentang seorang wanita yang mengakui, merangkul, dan merayakan kecantikan budaya wanita lain. Aku percaya kini kita hidup di antara masyarakat yang mencari-cari alasan untuk berkelahi tentang sesuatu. Atau mungkin UNTUK sesuatu (Ya, ada perbedaan!)," tulis Spencer dalam caption foto yang diunggahnya di Instagram, Selasa (29/5/2017).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Spencer juga menganggap ini sebagai transformasi paling membanggakan yang pernah ia lakukan. Sayangnya, tidak hanya netizen saja yang mengritik hasil karya makeup-nya, para penggemar pun ikut menuding transformasi yang kontroversial tersebut.

"Yang kamu lakukan itu disebut Blackface! Jadi, kamu bosan? Bacalah buku! Kami bukanlah mode yang bisa kamu pakai dan lepas dengan mudahnya," tulis seorang netizen.

"1) Itu adalah Blackface 2) Wanita berkulit gelap bukan kostum senang-senang yang bisa kamu coba 3) Dia harus pakai model berkulit hitam kalau memang ingin lakukan itu," tulis seseorang yang dengan rinci menjelaskan kesalahan apa saja yang dilakukan Spencer.

Setelah menjadi kontroversi, Spencer menyatakan dalam sebuah unggahan di Instagram (30/5/2017) bahwa ia tidak akan meminta maaf mengenai karya makeup-nya. Merasa tidak bersalah, Spencer mengatakan bahwa riasannya ia ciptakan agar bisa berhubungan dengan semua wanita dari berbagai budaya, dan inspirasi sebenarnya berasal dari warisan budaya Kuba yang dicintainya. Ia juga ingin menunjukkan persatuan dan kesatuan antar ras lewat transformasi itu. Namun, alasan tersebut masih dianggap lemah dan kurang meyakinkan.

"Mewarnai kulit seseorang menjadi gelap ketimbang menggunakan model yang memang berkulit gelap tidak menunjukkan persatuan," komentar netizen lain di Instagram. (hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads