Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Wanita Ramai-ramai Pamer Bulu Ketiak Bulan Februari, Ini Alasannya

Rahmi Anjani - wolipop
Sabtu, 04 Feb 2017 15:24 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Bulu-bulu yang tumbuh di bagian ketiak hingga kaki sering dianggap menggangu penampilan. Apalagi untuk wanita yang suka mengenakan rok pendek atau atasan tanpa lengan. Padahal tidak ada yang salah dengannya, apalagi bulu-bulu itu tumbuh secara alami dan pasti ada fungsinya. Untuk mendukung wanita agar menerima diri sendiri, diadakan kampanye 'Get Hairy' bulan Februari ini.

Lingkungan dan media massa memang sering memicu timbulnya stigma buruk terhadap bulu-bulu di bagian tubuh. Wanita yang cantik sering digambarkan sebagai sosok mulus tanpa rambut halus di lengan, ketiak, atau kaki. Kampanye pun dimulai di Paris, China, dan kini Australia agar wanita mau meninggalkan pencukur dan membiarkan bulu-bulu itu tumbuh paling tidak untuk bulan Februari.

Walau diadakan oleh orang Australia, diharapkan warga dunia juga mau mendukungnya. Apalagi kampanye ini juga punya tujuan yang lebih mulia yaitu menghentikan kekerasan terhadap wanita. Partisipan akan mengumpulkan dana yang akan disumbangkan ke Rape and Domestic Violence Services Australia.

Pink pits back for the holidays 🌸🍓🍉 #dyedpits #pinkhair #ifeelpretty

A photo posted by ayesha Gibson (@ishgibs) on Jun 22, 2015 at 8:00pm PDT

Direktur kampanye Alex Andrews pun mengatakan jika kampanye ini bukan versi wanita dari Movember. Movember sendiri adalah gerakan untuk menumbuhkan kumis demi meningkatkan kewaspadaan terhadap masalah kesehatan pria di bulan November.

"Bisa diterima jika pria menumbuhkan kumis di tempat kerja di negara ini, tapi apakah akan diterima juga jika wanita melakukan hal yang sama kepada ketiak dan kaki saat cuaca hangat di bulan Februari? Ini adalah bagian dari memulai percakapan tentang itu," ungkap Alex yang kepada ABC News.

Alex ingin wanita punya pilihan untuk mencukur atau tidak mencukur tanpa takut malu atau stigma. Padahal menurutnya itu semua bisa disebabkan karena wanita meragukan diri sendiri dan pengaruh cara produk cukur dipasarkan. Alex sendiri sudah tidak bercukur sejak usia 11 tahun.

"Karena di tahun 1915, sebuah perusahaan besar melakukan kampanye iklan yang mengatakan jika kaki dan ketiak wanita yang berbulu adalah jelek dan memalukan," kata Alex.

"Kami harap wanita merasa berdaya untuk membiarkan diri mereka sendiri tumbuh, menerima tubuh alami mereka, dan bangga untuk bergabung dalam sebuah komunitias yang menuntut kesejajaran dan keamanan untuk semua wanita," tambah Alex yang berharap bisa mengumpulkan Rp 100 jutaan untuk amal itu. (ami/asf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads