Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tren Pria Jadi Model Produk Kosmetik, Bentuk Kebebasan Berekspresi?

Hestianingsih - wolipop
Kamis, 05 Jan 2017 17:42 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Instagram
Jakarta - Sosok pria sebagai brand ambassador produk kosmetik kini mulai diperhatikan di industri kecantikan. Maybelline baru saja memperkenalkan brand ambassador pria pertamanya untuk kampanye terbaru produk maskara, Big Shot Mascara by Colossal. Manny Gutierrez, menjadi brand ambassador pria sekaligus beauty influencer pertama yang bekerjasama dengan perusahaan kecantikan asal Amerika Serikat itu.

Sebelumnya ada James Charles, juga seorang beauty influencer dan vlogger yang didapuk sebagai brand ambassador CoverGirl. Pria 17 tahun ini pun menjadi pria pertama yang menjadi wajah CoverGirl, untuk produk terbaru So Lashy! yang akan segera rilis tahun ini.
Foto: Instagram

Begitupun brand kosmetik Anastasia Beverly Hills dan Milk Makeup, yang juga menggaet model pria untuk kampanye di social media. Adapun Jovel Ramos, model pria bergaya androgini untuk Milk Makeup dan selebgram serta beauty influencer dengan nama akun Instagram PatrickStarrr.

Menggandeng pria sebagai brand ambassador kosmetik sebenarnya bukan hal yang terlalu baru di industri kecantikan yang notabene lebih didominasi konsumen wanita. Perusahaan kosmetik di Korea Selatan sudah lebih dulu menampilkan model pria untuk mempromosikan produk-produk mereka mulai dari foundation, BB cream, sampai lipstik.
Jovel Ramos/Foto: Instagram

G-dragon mungkin menjadi sosok yang paling menonjol di antara para selebriti pria Korea Selatan yang didapuk sebagai duta produk kosmetik. Musisi dan leader grup musik Big Bang itu digaet brand Korea Selatan, The Saem, pada 2013. Ia bahkan berani memakai lipstik warna merah dalam salah satu kampanye lipstik Global Eco Red. Memulas bibirnya dengan lipstik merah, G-dragon terlihat lebih eksentrik alih-alih menjadi feminin.
G-dragon/Foto: ist

Beberapa nama penyanyi maupun aktor Korea juga kerap menghiasi iklan berbagai brand kosmetik. Sebut saja Lee Min Ho untuk Innisfree, Jung Il Woo untuk Holika Holika, Shinee untuk Etude House sampai EXO untuk Nature Republic.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria yang menjadi brand ambassador produk kosmetik dan kecantikan pun bukan hal yang aneh lagi di Korea Selatan. Strategi pemasaran ini dilakukan para produsen kecantikan tidak hanya untuk menarik konsumen wanita karena terpesona dengan ketampanan idola mereka, tapi juga menggiring konsumen pria yang kini juga memakai kosmetik dalam keseharian mereka untuk membeli produknya.

Ritual merawat wajah dan berdandan memang menjadi rutinitas tersendiri di kalangan pria Korea terutama yang berusia 20 tahunan. Merawat wajah dan menggunakan makeup menjadi penolong para pria saat bekerja atau berinteraksi dengan orang-orang. Dari BB cream, lip balm bahkan eyeliner kerap mereka pakai untuk menunjang penampilan.
Shinee/Foto: ist

"Mereka melihatku berbeda ketika aku merawat kulitku. Saat aku mendekati mereka untuk mengobrol, mereka lebih terbuka padaku," ujar Lee Woo Jung, salah satu pria Korea yang menggunakan makeup seperti dikutip dari Washington Post.

Tak hanya di Korea Selatan, pria memakai makeup sebenarnya sudah cukup populer di era 70 sampai 80-an. David Bowie, bisa dibilang sebagai pelopor makeup di kalangan pria yang biasa ia terapkan di setiap penampilannya. Anda tentu ingat dengan gaya khas yang selalu ia terapkan di sebelah matanya. Ziggy Stardust, riasan berbentuk petir yang kerap menghiasi wajahnya, sangat ikonik dan berpengaruh besar terhadap perkembangan gaya riasan kala itu, sampai sekarang.
Foto: Getty Images

Kemudian ada Boy George, pentolan grup band Culture Club yang khas dengan riasan mata dramatis dan eyeliner tebal. Jangan lupakan juga Prince, dengan riasan cat eye serta alis tebal yang ikonik.
Foto: Getty Images

Foto: Getty Images

Di daerah tertentu, mungkin melihat pria memakai makeup adalah hal yang aneh bahkan tabu. Namun di komunitas atau kelompok masyarakat tertentu bisa jadi itu sebuah hal yang wajar. Terlepas dari norma budaya apakah seorang pria pantas atau lumrah memakai makeup, sebenarnya kembali lagi ke preferensi individu dan bagaimana lingkungan di sekitarnya memandang hal tersebut. (hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads