Dokter Kesehatan Mengklaim Tidak Perlu Mandi Setiap Hari
Kiki Oktaviani - wolipop
Rabu, 13 Apr 2016 16:00 WIB
Jakarta
-
Rutinitas mandi sudah menjadi kebiasaan kita sehari-hari. Jika tidak melakukannya maka kita merasa kotor dan dekil. Namun tidak begitu menurut pakar kesehatan. Mandi setiap hari dianggap tidak penting.
Dr. Elania Larson, ahli penyakit menular di Colombia University School of Nursing mengatakan bahwa orang mandi kebanyakan karena alasan kecantikan. Menurutnya, mandi setiap hari tidak berpengaruh pada pertumbuhan bakteri.
Hal serupa juga diungkap oleh pakar kulit Dr. C. Brandon Mitchell. Menurutnya, terlalu sering mandi hanya akan mengikis kandungan minyak penting di tubuh.
"Secara alami tubuh memproduksi minyak. Mandi setiap hari tidak perlu," ujar dokter dari George Washington University, Amerika itu, seperti dikutip dari Seventeen.
Jika Anda pikir dengan mandi setiap hari akan melindungi kulit dari kuman, efeknya malah sebaliknya. Dijelaskan Dr. Brandon, mandi terlalu sering dapat memicu kontak penyakit karena kulit yang kering membuat kulit lebih mudah pecah-pecah. Kondisi tersebut memudahkan bakteri masuk.
Para pakar sepaham bahwa lebih baik mencuci tangan lebih sering. Cara ini menjadi trik untuk memproteksi diri dari penyakit.
Tapi bukan berarti Anda menjadi tidak mandi sama sekali. Dokter memang menyarankan bahwa dalam seminggu sebaiknya mandi dua atau tiga kali.
Namun lihat juga situasi dan kondisi kulit. Jika tubuh sangat berkeringat dan berbau tidak sedap, tetap saja Anda harus segera mandi dengan sabun untuk membersihkan kotoran. (asf/asf)
Dr. Elania Larson, ahli penyakit menular di Colombia University School of Nursing mengatakan bahwa orang mandi kebanyakan karena alasan kecantikan. Menurutnya, mandi setiap hari tidak berpengaruh pada pertumbuhan bakteri.
Hal serupa juga diungkap oleh pakar kulit Dr. C. Brandon Mitchell. Menurutnya, terlalu sering mandi hanya akan mengikis kandungan minyak penting di tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Anda pikir dengan mandi setiap hari akan melindungi kulit dari kuman, efeknya malah sebaliknya. Dijelaskan Dr. Brandon, mandi terlalu sering dapat memicu kontak penyakit karena kulit yang kering membuat kulit lebih mudah pecah-pecah. Kondisi tersebut memudahkan bakteri masuk.
Para pakar sepaham bahwa lebih baik mencuci tangan lebih sering. Cara ini menjadi trik untuk memproteksi diri dari penyakit.
Tapi bukan berarti Anda menjadi tidak mandi sama sekali. Dokter memang menyarankan bahwa dalam seminggu sebaiknya mandi dua atau tiga kali.
Namun lihat juga situasi dan kondisi kulit. Jika tubuh sangat berkeringat dan berbau tidak sedap, tetap saja Anda harus segera mandi dengan sabun untuk membersihkan kotoran. (asf/asf)











































