Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Lipstik Lokal Jadi Incaran

Beli Online Hingga ke Pasar, Demi Punya Lipstik Lokal yang Sedang Tren

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 25 Sep 2015 14:48 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto : M. Abduh/Wolipop
Jakarta - Lipstik produksi dalam negeri kini tengah menjadi incaran para pecinta dunia kecantikan di Indonesia. Setelah dunia sempat dihebohkan dengan hadirnya lipstik bertekstur matte yang tidak mengkilap di bibir, para produsen kosmetik Indonesia seolah tak mau kalah. Mereka juga mengeluarkan lipstik matte yang langsung laris di pasaran dan diserbu para wanita.

Salah satunya wanita yang turut memburu lipstik produksi lokal tersebut bernama Della. Ia bahkan rela keluar masuk toko-toko kecantikan demi mendapatkan lipstik bermerek Purbasari yang tengah menjadi perbincangan hangat.

Kepada Wolipop, wanita 28 tahun ini bercerita awal mula ia mengetahui lipstik tersebut dari seorang temannya melalui jejaring media sosial. "Temanku bilang lipstik itu bagus, terus aku jadi penasaran. Besoknya aku pergi ke toko kecantikan di dekat rumah. Aku coba satu lipstik dulu dan belinya tanpa tester," ujarnya saat diwawancarai Wolipop, Rabu, (23/9/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lipstik pertama yang dibelinya adalah Purbasari dengan kode nomor 90 yang merupakan nuansa nude seharga Rp 28 ribu. Tak disangka, warna lipstik tersebut cocok dengan bibirnya dan ia berniat ingin membelinya kembali.

Baca Juga : 50 Inspirasi Model Kebaya

Esok harinya, ibu dua anak itu kembali lagi ke toko tempatnya membeli lipstik, namun sayangnya warna yang diinginkan tidak ada. "Akhirnya aku cari ke toko lain sampai muter-muterin pasar, eh di sana warnanya lengkap tapi beda harga sedikit, Rp 30 ribu," katanya.

Seolah 'ketagihan' dengan lipstik lokal dengan harga terjangkau itu, wanita asli Bandung ini kembali melanjutkan perburuannya membeli lipstik produksi Tanah Air. Beberapa hari kemudian ia kembali ke pasar dan membeli warna dengan nomor kode 81.

Della mengaku, perburuannya tidak berakhir sampai disitu. Ia ingin menambah warna lainnya dari 10 pilihan warna yang ada. "Kalau warna lipstik itu ada yang lebih muda, aku mau tambah beli lagi. Dipakainya enak banget, nggak bikin bibir kering dan beneran matte," katanya.

Berbeda cerita dengan Fira, wanita yang juga terkena 'virus' booming lipstik lokal ini sampai meluangkan waktu khusus untuk membeli lipstik matte produksi dalam negeri di pasar tradisional. Padahal, jarak dari rumah ke pasar cukup jauh dan minim transportasi umum.

Setibanya ia di pasar, perburuan mencari lipstik pun dimulai. Sayangnya, sudah lebih dari empat toko yang disambangi, lipstik lokal bertekstur matte yang menjadi topik hangat itu tak kunjung ditemukan.

"Aku sudah muter-muterin pasar yang ada toko kosmetiknya tapi hasilnya nihil. Eh, sekalinya ketemu, warnanya nggak lengkap dan segelnya sudah terbuka," ceritanya pada Wolipop, Selasa, (22/9/2015).

Tidak kehabisan akal, akhirnya wanita 25 tahun itu akhirnya membeli lipstik tersebut secara online. Meski harga yang ditawarkan lebih mahal, Fira tetap membelinya lantaran ia penasaran dengan lipstik yang sedang dibicarakan oleh banyak wanita ini.
 
"Di online shop mereka jualnya Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu. Padahal aslinya sekitar Rp 28 ribu saja. Bagiku itu nggak masalah sih karena jatuhnya masih lebih murah ya," tutupnya.

(itn/itn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads