Operasi Plastik Gagal, Wanita Ini Tidur dengan Mata Terbuka
Kiki Oktaviani - wolipop
Kamis, 17 Sep 2015 15:43 WIB
Jakarta
-
Berkurangnya bobot tubuh secara drastis kerap menjadikan kulit menggelambir. Bukan hanya pada bagian perut namun juga wajah. Hal tersebut juga pernah dialami oleh wanita bernama Dawn. Ibu asal Inggris ini tak senang dengan kelopak mata yang turun setelah kehilangan berat badan. Ia pun memutuskan untuk melakukan operasi pengencangan kelopak mata yang berujung jadi bencana.
Tiga tahun lalu, Dawn memang sempat kelebihan berat badan. Untuk itu, ia menjalani tindakan gastric band atau pengikat lambung untuk mengurangi bobot tubuhnya. Meski jadi lebih langsing 26 kg, ia terganggu dengan kulit berlebih di kelopak mata. Wanita yang menolak disebutkan nama belakangnya itu pun menempuh operasi mengencangkan kelopak mata agar tampilannya lebih segar.
"Aku pergi ke perusahaan yang sama dengan operasi bariatik (teknik bedah untuk menurunkan berat badan). Aku meriset dokter bedah plastiknya dan dia adalah anggota GMC (General Medical Council). Aku konsultasi dengan dokter bedah dan dia merekomendasikan aku melakukan operasi plastik di kelopak atas dan bawah," ungkap Dawn saat diwawancara oleh ITV.
Setelah operasi berlangsung, Dawn pun merasakan sesuatu yang salah. Ia jadi sering mengeluarkan air mata. Meski begitu, doter bedah Dawn mengatakan hal tersebut bukan masalah besar dan dia baik-baik saja.
Meski dikatakan demikian, efek samping tersebut tak kunjung berhenti. Kondisi itu bahkan tetap berlangsung saat Dawn tertidur sehingga bantalnya basah ketika ia bangun. Selain menangis, matanya bahkan tidak tertutup ketika beristirahat. Dawn sangat kecewa dengan hasil operasi.
"Aku bekerja keras dan operasi ini penting untukku. Mereka menawarkan impian dan aku ingin meraihnya. Tapi hanya jika Anda berada di tangan yang tepat," tutur Dawn.
Mengalami kejadian yang diduga mal praktik, Dawn tentu tidak tinggal diam. Kepada acara televisi This Morning, Dawn mengaku sudah berusaha meminta pertanggungjawaban sang dokter bedah. Namun dokter itu membantah telah melakukan kelalaian dan mengklaim sedang bangkrut.
Dalam acara tersebut Dawn bercerita kepada aktris Leslie Ash yang juga pernah menjadi korban kesalahan operasi plastik di tahun 2002. Ia pun berharap jika regulasi bisa diatur dengan lebih baik dalam industri bedah plastik di negaranya.
(kik/kik)
Tiga tahun lalu, Dawn memang sempat kelebihan berat badan. Untuk itu, ia menjalani tindakan gastric band atau pengikat lambung untuk mengurangi bobot tubuhnya. Meski jadi lebih langsing 26 kg, ia terganggu dengan kulit berlebih di kelopak mata. Wanita yang menolak disebutkan nama belakangnya itu pun menempuh operasi mengencangkan kelopak mata agar tampilannya lebih segar.
"Aku pergi ke perusahaan yang sama dengan operasi bariatik (teknik bedah untuk menurunkan berat badan). Aku meriset dokter bedah plastiknya dan dia adalah anggota GMC (General Medical Council). Aku konsultasi dengan dokter bedah dan dia merekomendasikan aku melakukan operasi plastik di kelopak atas dan bawah," ungkap Dawn saat diwawancara oleh ITV.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski dikatakan demikian, efek samping tersebut tak kunjung berhenti. Kondisi itu bahkan tetap berlangsung saat Dawn tertidur sehingga bantalnya basah ketika ia bangun. Selain menangis, matanya bahkan tidak tertutup ketika beristirahat. Dawn sangat kecewa dengan hasil operasi.
"Aku bekerja keras dan operasi ini penting untukku. Mereka menawarkan impian dan aku ingin meraihnya. Tapi hanya jika Anda berada di tangan yang tepat," tutur Dawn.
Mengalami kejadian yang diduga mal praktik, Dawn tentu tidak tinggal diam. Kepada acara televisi This Morning, Dawn mengaku sudah berusaha meminta pertanggungjawaban sang dokter bedah. Namun dokter itu membantah telah melakukan kelalaian dan mengklaim sedang bangkrut.
Dalam acara tersebut Dawn bercerita kepada aktris Leslie Ash yang juga pernah menjadi korban kesalahan operasi plastik di tahun 2002. Ia pun berharap jika regulasi bisa diatur dengan lebih baik dalam industri bedah plastik di negaranya.
(kik/kik)











































