Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bisnis Makeup Bekas

Mau Jual-Beli Makeup Second? Blog Kecantikan Ini Bisa Jadi Perantara

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 04 Sep 2015 16:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Proses menjual dan membeli bisa dilakukan di mana saja, sekalipun di akun jejaring sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Untuk para wanita, produk kecantikan seperti makeup atau perawatan wajah menjadi salah satu item yang paling sering dicari selain baju, sepatu, dan tas.

Namun bagaimana jika produk yang dibeli tersebut ternyata tidak cocok saat dipakai? Anda tidak perlu khawatir, karena item tersebut bisa dijual kembali. Ada salah satu blog kecantikan bernama Looxperiment yang bersedia untuk 'menampung' semua makeup 'bekas' yang akan dijual kembali melalui akun Twitternya dengan program #looxmarket.

Dijelaskan oleh salah satu founder dari Looxperiment, Merilla Latief, #looxmarket adalah program bulanan Looxperiment untuk membantu 4.500 followernya yang ingin menjual atau membeli produk makeup second. Menurutnya program itu seperti 'garage sale' tetapi dilakukan secara online.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya dari pengalaman saya dan teman-teman yang kadang salah membeli produk. Misalnya coba-coba skincare atau makeup itu, eh ternyata nggak cocok di kulit. Atau memang kami merasa sudah bosan saja, nah dari situlah kami berpikir bahwa sayang sekali kalau dibuang begitu saja, akhirnya dibuatlah #looxmarket," ujar Merilla pada Wolipop, Kamis, (3/9/2015).

Baca Juga: 50 Inspirasi Model Kebaya

Lebih lanjut wanita yang gemar membuat kue itu mengatakan, produk yang bisa dijual di #looxmarket adalah item fashion dan kecantikan saja. Mulai dari pakaian, aksesori, produk skincare, makeup, termasuk peralatan kecantikan juga bisa dijual di sini. Para tim Looxperiment yang terdiri dari Merilla, Okke, Arum, dan Vina itu tidak menerima barang-barang palsu, KW, atau produk tiruan dan produk kecantikan yang tidak terdaftar di POM.

Merilla mengakatan, semua pengikut Twitter Looxperiment bisa berpartisipasi untuk menjual atau membeli produk second tersebut. Tetapi ada format yang harus diikuti. Isinya seputar informasi produk yang ingin dijual dan harus disertakan foto produk asli, bukan dari katalog atau mengambil dari internet.

"Setelah itu kami akan me-retweet tweet tersebut sehingga bisa dilihat oleh semua follower kami. Jika ada follower yang berminat untuk membeli tinggal langsung kontak ke seller tersebut," lanjut wanita 30 tahun itu.

Untuk masalah transaksi, tim Looxperiment mempercayakan sepenuhnya kepada penjual dan pembeli. Mereka juga sama sekali tidak mengambil keuntungan dari barang-barang yang dijual melalui akun Twitternya.

Pengelola akun Looxperiment lainnya, Maria Sekararum menambahkan, akhir-akhir ini banyak pengikut Twitternya yang menjual produk perawatan wajah serta lipstik cair bertekstur matte. "Barang yang banyak mendapat respon biasanya adalah produk makeup import, yang belum atau tidak ada gerainya di Indonesia dan dijual dengan harga miring," tutur wanita yang gemar mengoleksi eyeshadow itu.

Selama menggelar program #looxmarket, menurutnya sejauh ini mereka belum pernah menemukan kasus penipuan. Karena dari awal mereka sudah menegaskan bahwa akun Looxperiment itu hanyalah perantara. Jika terjadi transaksi jual beli di antara para pengikutnya, maka itu menjadi urusan mereka berdua.

"Beberapa kali memang ada yang 'bandel' mencoba menjual barang yang tidak sesuai dengan syarat yang sudah kami berikan, tapi kami juga berusaha untuk memilah. Bila ada barang yang tidak memenuhi persyaratan, tidak akan kami re-tweet dan penjualnya akan kami tegur secara langsung," tutup Arum.

(itn/itn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads