Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Profesi Perias Jenazah

Mengungkap Motivasi Orang-orang yang Bekerja Sebagai Perias Jenazah

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 28 Agu 2015 11:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta -

Banyak orang yang menaruh minat besar pada dunia kecantikan dengan menjadi makeup artist. Namun tidak semua penata rias tersebut merias manusia saja, ada pula beberapa orang yang lebih tertarik untuk merias jenazah.

Padahal, tidak banyak orang yang menggeluti pekerjaan tersebut. Banyak yang beranggapan menjadi perias jenazah masih dipandang sebelah mata dan bukan pekerjaan bergengsi. Lantas apa alasan mereka terjun ke dalamnya?

Yahya, salah seorang perias jenazah menuturkan, ia awalnya tidak berniat untuk menjadi perias jenazah karena masih menekuni pekerjaan lainnya. "Awalnya saya tidak kepikiran jadi perias jenazah. Tapi ditawari terus oleh bos saya, jadi saya pikir kenapa nggak dicoba saja," tutur yang sudah lima tahun jadi perias jenazah saat dihubungi Wolipop, Rabu, (26/8/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tujuannya menjadi perias jenazah ini murni ingin membantu para keluarga yang ditinggalkan. Ia sengaja mendadani jenazah agar tidak tidak terlihat pucat dan hanya terkesan seperti 'tidur'.

Diungkapkan oleh perias jenazah lain yang akrab disapa Ver, ia memang sudah berkecimpung di dunia tata rias sejak usianya 14 tahun setelah mengikuti kursus keterampilan merias di salah satu sekolah kecantikan. Keahlian yang dimilikinya memang merias wajah dan rambut, namun tiba-tiba, ia seolah 'ditantang' temannya yang saat itu bekerja di rumah duka untuk merias jenazah.

"Sebenarnya tidak ada apa-apa ya, tidak ada alasan khusus juga. Saya ditantang sama teman saya, 'Mau nggak jadi perias jenazah? Berani nggak?'," ujarnya saat berbincang dengan Wolipop, Kamis, (27/8/2015).

Setelah sukses merias satu wajah, dirinya mulai mendapatkan banyak tawaran untuk merias jenazah lainnya. Berkat pekerjaan sampingan yang dilakukannya, ia bisa membiayai pendidikannya tanpa bantuan orang tua.

Profesi perias jenazah tersebut tersebar ke berbagai penjuru dunia, salah satunya terdapat di Amerika. Adalah Jamie Reed, wanita asal Kansas yang juga berprofesi sebagai perias jenazah sekaligus embalmer atau pembalsem.

Salah satu alasannya untuk menjadi perias jenazah adalah kecintaannya kepada dunia make-up, fashion dan bidang biologi terutama anggota tubuh manusia. Selain itu, ia juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap manusia, baik yang masih hidup, maupun yang sudah meninggal.

"Saya senang mengurusi orang yang sudah meninggal karena pernah bekerja sebagai tim otopsi di sebuah rumah forensik. Saya suka melihat bagian luar dan dalam tubuh manusia. Mungkin banyak yang mengira saya aneh, tapi saya merasa lebih nyaman berada dengan 20 jenazah," paparnya seperti dikutip dari NY Mag.

Wanita 30 tahun itu merasa, dengan menjadi perias jenazah bisa menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam menjalani kariernya. Tetapi kesuksesan itu tidak selamanya mudah di raih. Jamie mengaku, untuk menjadi seorang perias jenazah di Amerika, ia harus mengikuti pelatihan khusus selama satu tahun untuk mendapatkan sertifikat.

Meski menjadi perias jenazah bukanlah cita-citanya, tetapi wanita yang gemar berolahraga ini menyadari bahwa profesi yang ditekuninya adalah salah satu kunci kesuksesannya dalam berkarier. "Anda harus memiliki rasa simpati dan senang menolong orang lain saat mereka merasa sedih karena ditinggal pergi orang terkasihnya," katanya.

(itn/itn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads