Berapa Banyak Sel Kulit Mati Menempel di Wajah? Ini Cara Mengetahuinya

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 27 Agu 2015 11:48 WIB
Foto: Dok. Getty Images Foto: Dok. Getty Images

Jakarta - Kulit yang kusam tentu akan mengganggu penampilan. Tak jarang masalah tersebut membuat sebagian orang jadi kurang percaya diri. ‎Demi menutupi problema kulit yang kurang cerah, beberapa wanita mencoba menutupinya dengan makeup. Sayangnya, penumpukan sel kulit mati yang menyebabkan wajah kusam kerap menjadikan riasan kurang menempel sehingga tidak bisa dijadikan solusi.

‎Sel kulit umumnya berganti setiap 20-38 hari. Untuk itu, selalu ada sel kulit mati yang menempel pada bagian tubuh. Bila sel kulit mati menumpuk di wajah dan tidak dibersihkan secara sempurna, wajah pun akan terlihat kusam serta mempercepat timbulnya tanda penuaan. Bukan hanya itu, fungsi dari berbagai produk perawatan juga jadi akan sulit bekerja.

Siapa sangka jika penumpukan sel kulit mati menyebabkan banyak masalah. Menurut Shirley Nathalie Gan selaku Education Manager Clinique Indonesia, banyak orang tidak menyadari problema tersebut. Ia pun memiliki cara untuk mengetahui jika bagian tubuh memiliki sel kulit mati yang menumpuk.

"Kita tempelkan isolasi di kulit kemudian angkat. Di isolasi itu akan terlihat sel kulit mati yang menempel. Bisa juga dengan memperhatikan wajah setelah dibersihkan dengan lotion dan kapas. Biasanya debu dan kotoran terlihat masih tersisa di wajah,"‎ saran Shirley ketika ditemui Wolipop di Poer Que No, De Ritz, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015).

Shirley menambahkan meski kadang tidak disadari, penumpukan sel kulit mati bisa terasa dan terlihat. Misalnya teksturnya menjadi sedikit lebih tebal dan tampak seperti kurang jernih. Masalah tersebut juga bisa ditandai dengan timbulnya jerawat karena sel kulit mati yang menumpuk membuat pori-pori tidak bisa bernafas. Jika bakteri di dalamnya berkembang tentu akan timbul jerawat.

Selain kurang dibersihkan secara sempurna, masalah ini juga sering dipicu karena berbagai faktor lain. Beberapa di antaranya adalah usia, stres, bergadang, polusi, kelelahan, dan lain-lain. "Semakin bertambahnya usia pergantian sel kulit melambat. Biasanya dimulai setelah usia 25 tahun. ‎Begitu juga dengan stres, bergadang yang akan menghambat proses per‎gantian sel," tambah Shirley.

Sebagai solusinya, Shirley menyarankan untuk banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung anti o‎ksidan dan vitamin C. Kemudian rajin lah melakukan eksfoliasi sehingga kulit mati terkikis. Jangan lupa pula untuk menggunakan sunblock agar sel kulit mati tidak teriritasi.

(ami/eny)