Ini Perawatan yang Sebaiknya Dihindari Pemilik Kulit Gelap
Rahmi Anjani - wolipop
Senin, 27 Jul 2015 18:45 WIB
Jakarta
-
Pemilik kulit gelap memang patut berbangga. Kulit mereka yang eksotis tak mudah muncul kerutan seiring dengan bertambahnya usia. Karena zat warna atau pigmen yang tinggi, kulit gelap pun jadi lebih terlindungi dari sinar jahat matahari.
Meski begitu, mereka yang berkulit eksotis tak bisa menerapkan perawatan sembarangan. Menurut ahli kecantikan, Kerry Benjamin, ada beberapa tindakan yang beresiko bila diterapkan oleh wanita atau pria berkulit gelap. Umumnya perawatan yang menimbulkan panas, seperti laser lah yang membahayakan karena bisa menyebabkan trauma pada kulit.
"Laser bisa sangat berbaya dan sering menyebabkan kerusakan pada kulit gelar. Menaruh panas pada kulit yang sudah cenderung memiliki banyak pigmen akan membuat masalah semakin buruk. Aku sering sekali melihat masalah ini pada klien-klienku," kata Kerry dikutip dari Byrdie.
Perawatan laser yang disarankan untuk dihindari oleh Kerry, termasuk intense pulsed light (IPL) atau fotofacial yang biasanya diterapkan untuk menghilangkan noda dan meremajakan kulit. Begitu pula dengan tindakan untuk mengencangkan kulit, perawatan laser untuk menghilangkan bulu, serta perawatan laser lain yang dikeluarkan oleh Fraxel. Dikhawatirkan, tindakan-tindakan itu akan menyebabkan kelainan pigmentasi.
Hal ini mungkin sedikit mengkhawatir para wanita eksotis dengan permasalahan kulit yang cukup parah. Namun jangan dulu kecewa. Masih banyak tindakan kosmetik lain yang bisa diterapkan. Tidak seperti laser, perawatan-perawatan yang baik untuk kulit gelap memang akan membutuhkan waktu penyembuhan lebih lama yakni hingga enam bulan. Namun hasilnya dijamin lebih aman.
"Mikrodermabrasi, peeling kimia dengan kedalaman sedang, dermaplaning, and microneedling semua sangat aman dan efektif untuk menyembuhkan masalah jerawat, pigmen, dan bekas luka." tambah Kerry.
Sebagai perawatan pencegahan, Kerry pun menganjurkan agar pemilik kulit gelap tak lupa menerapkan tabir surya SPF 30 atau lebih tinggi kala keluar ruangan. Kemudian jaga pula kesehatan kulit dengan menggunakan produk yang mengeksfoliasi dan mencerahkan. Produk dengan kandungan lactic acid, kojic acid, arbutin, dan ekstrak licorice dapat dipertimbangkan karena bisa memperbaiki tekstur kulit.
(ami/ami)
Meski begitu, mereka yang berkulit eksotis tak bisa menerapkan perawatan sembarangan. Menurut ahli kecantikan, Kerry Benjamin, ada beberapa tindakan yang beresiko bila diterapkan oleh wanita atau pria berkulit gelap. Umumnya perawatan yang menimbulkan panas, seperti laser lah yang membahayakan karena bisa menyebabkan trauma pada kulit.
"Laser bisa sangat berbaya dan sering menyebabkan kerusakan pada kulit gelar. Menaruh panas pada kulit yang sudah cenderung memiliki banyak pigmen akan membuat masalah semakin buruk. Aku sering sekali melihat masalah ini pada klien-klienku," kata Kerry dikutip dari Byrdie.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini mungkin sedikit mengkhawatir para wanita eksotis dengan permasalahan kulit yang cukup parah. Namun jangan dulu kecewa. Masih banyak tindakan kosmetik lain yang bisa diterapkan. Tidak seperti laser, perawatan-perawatan yang baik untuk kulit gelap memang akan membutuhkan waktu penyembuhan lebih lama yakni hingga enam bulan. Namun hasilnya dijamin lebih aman.
"Mikrodermabrasi, peeling kimia dengan kedalaman sedang, dermaplaning, and microneedling semua sangat aman dan efektif untuk menyembuhkan masalah jerawat, pigmen, dan bekas luka." tambah Kerry.
Sebagai perawatan pencegahan, Kerry pun menganjurkan agar pemilik kulit gelap tak lupa menerapkan tabir surya SPF 30 atau lebih tinggi kala keluar ruangan. Kemudian jaga pula kesehatan kulit dengan menggunakan produk yang mengeksfoliasi dan mencerahkan. Produk dengan kandungan lactic acid, kojic acid, arbutin, dan ekstrak licorice dapat dipertimbangkan karena bisa memperbaiki tekstur kulit.
(ami/ami)











































