Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Waspada Make-up Palsu Terbuat Dari Kotoran Tikus Hingga Urin Manusia

Kiki Oktaviani - wolipop
Senin, 18 Mei 2015 17:13 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Brand kosmetik internasional kini dengan mudah bisa didapatkan dengan berbelanja melalui online. Namun, Anda wajib berwaspada ketika membeli make-up dan parfum melalui situs belanja atau media sosial seperti Instagram karena kepolisian Inggris menemukan banyaknya kosmetik palsu.

Make-up, parfum, sunscreen dan produk penataan rambut yang dijual di pasaran mengandung bahan-bahan yang membahayakan bagi kulit. Menurut laporan dari polisi di Inggris, setelah dicek di laboratorium, kebanyakan kosmetik palsu terbuat dari kotoran tikus, air seni manusia dan bahan kimia yang berbahaya.

Produk parfum palsu misalnya, setelah diuji klinis, kebanyakan mengandung urin manusia. Sedangkan make-up palsu seperti eyeliner, maskara, lipgloss dan foundation terbuat dari bahan kimia yang berbahaya, mulai dari arsenik, merkuri dan timbal.

Bahan-bahan berbahaya tersebut menyebabkan reaksi alergi seperti iritasi, bengkak, gatal dan rasa terbakar. Detektif Inggris, Maria Woodall menegaskan agar masyarakat diminta untuk tidak terlalu percaya dengan iming-iming hasil produk yang didapat.

"Produk kecantikan berguna untuk meningkatkan penampilan, namun kosmetik palsu bisa melakukan kebalikannya. Aturan umunya adalah jika produk tersebut terlalu bagus maka kemungkinannya adalah palsu," ujar Maria.

Meski masyarakat Inggris termasuk orang yang cerdas dalam berbelanja, namun masih banyak saja yang membeli kosmetik palsu entah karena tergoda dengan harga yang lebih murah atau tertipu karena kemasannya yang sangat mirip dengan produk asli. Di Inggris sendiri, masyarakat yang membeli kosmetik palsu setidaknya menghabiskan 90 juta poundsterling atau sekitar Rp 2 triliun setiap tahunnya karena semakin banyaknya penjualan kosmetik lewat online.

Polisi mengatakan banyak online shop menggunakan gambar yang meyakinkan sehingga konsumen percaya bahwa kosmetik yang dijual adalah asli. Untuk memerangi penjualan kosmetik palsu tersebut, institusi keamanan di London menggalakan kampanye 'Wake up - don’t fake up!' yang maksudnya adalah agar masyarakat lebih sadar dengan kosmetik palsu.

(Kiki Oktaviani/Ferdy Thaeras)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads