Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Ketika Topi Meruncing Khas NTT Jadi Inspirasi Tren Gaya Rambut 2015

wolipop
Kamis, 07 Mei 2015 08:44 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Jakarta -

Para hairstylist memang kerap mengkreasikan gaya rambut yang unik bahkan ekstravagan. Model rambut tersebut tentu kurang bisa diaplikasikan kepada pelanggan untuk gaya keseharian namun lebih dipandang dari sisi seninya.

Tatanan rambut eksentrik dan dramatis pun cukup banyak ditampilkan dalam Makarizo Fuzione Hair Trend 2015-2016. Hair show yang mengungkapkan tren terbaru dari brand perawatan rambut lokal tersebut kali ini terilhami dari budaya empat benua dan gaya rambut berbagai era.

Acara yang diselenggarakan di Ocean Park, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2015) itu pun mengangkat benua Amerika, Afrika, Eropa, dan Asia sebagai acuan tatanan rambut para hairdresser tahun ini. Makarizo tentu tak melupakan kebudayaan Tanah Air sebagai salah satu inspirasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bertajuk Rotwist, gaya rambut ini terilhami dari hiasan kepala penduduk Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur yang dikenal dengan nama Ti'i Langga. Bentuk topi meruncing tersebut bahkan dipadukan dengan gaya rambut twist yang populer pada tahun 1940-an. Seperti apa?

Ti'i Langga merupakan topi khas daerah paling selatan Indonesia yang terbuat dari anyaman daun lontar. Hiasan kepala tersebut memiliki bentuk tepi yang meliuk sementara bagian atasnya tinggi meruncing. Aksesori yang pernah dikenakan tentara Portugis tersebut memang merupakan warisan kebudayaan nan unik.

Demi menghadirkan perpaduan timur dan barat yang apik, bentuk topi tersebut dikombinasikan dengan konde ala '40-an. Tatanan rambut itu merupakan tampilan klasik Hollywood yang berkesan glamour.

Ketika dua hal tersebut disatukan, sebuah gaya rambuk konde nan unik pun tercipta. Konde kreasi tim Makarizo ini dihadirkan dengan bentuk yang meliuk seperti tepi topi Ti'i Langga. Bagian belakangnya bahkan ditampilkan serupa dianyam. Sementara bagian topi yang mer‎uncing diwakili oleh aksen tanduk.

Selain mengangkat kebudayaan salah satu pulau di provinsi Nusa Tenggara Timur, Makarizo juga menghadirkan kultur Indonesia lainnya. Yakni konde khas Jawa yang dipadukan dengan gaya gothic. Hasilnya sebuah gaya rambut keriting ekstravagan dengan bentuk wajik yang didaulat untuk menutup pagelaran.

(kik/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads