Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pentingkah Menggunakan Toner Saat Membersihkan Wajah?

wolipop
Jumat, 01 Mei 2015 16:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock.
Jakarta - Hingga saat ini masih banyak orang yang bertanya-tanya, pentingkah menggunakan toner dalam ritual membersihkan wajah? Ada yang bilang tidak diperlukan karena dapat membuat wajah menjadi sangat kering, namun ada juga yang mengatakan bahwa bisa diandalkan untuk menjadi pelengkap dalam pembersihan wajah. Lalu mana yang tepat?

Menurut dokter kulit Adhimurti T. Sampurna, SpKK, toner masih dibutuhkan dalam rutinitas pembersihan wajah. Ia dibutuhkan setelah membersihkan wajah dengan cleansing milk. Setelah menggunakan susu pembersih, residu minyak dan lemak dari kandungannya masih menempel pada wajah.

"Toner punya elemen yang dapat membersihkan cleansing milk atau sisa lemak," ujar dermatologis yang akrab disapa Adhi itu dalam acara Bioderma di restoran Emilie French di Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski dibutuhkan, namun banyak wanita yang tidak menggunakan toner setelah membersihkan wajah dengan susu pembersih karena rasanya yang kurang nyaman. Setelah menggunakan toner wajah seringkali terasa sangat kering dan kaku. Apalagi jika memiliki kulit sensitif, maka wajah bisa berubah menjadi merah dan terasa perih.

Menurut dokter lulusan Universitas Indonesia itu, mungkin toner yang digunakan tidak tepat. Menurutnya, produk toner yang tidak disarankan adalah yang mengandung alkohol karena efeknya dapat membuat kulit jadi kering dan bisa kemerahan.

Solusinya seringkali wanita mengganti toner dengan pemakaian es batu di wajah, tapi apakah cara tersebut tepat? Dr. Adhi tidak menyarankan karena es batu tidak bisa menghapus kotoran atau sisa minyak pada kulit.

"Untuk mengangkat sisa cleansing milk memang harus pakai alkohol, tapi rasanya tidak nyaman atau cari produk toner yang cara kerjanya seperti alkohol, tapi tidak mengandung alkohol. Kalau cuma pakai es batu tidak bisa terangkat sisa lemaknya," jelasnya.

Dokter yang berpraktek di klinik Bamed Skin Care itu menyarankan untuk berbahan dasar air karena lebih aman bagi kulit. Menurutnya, es batu bisa digunakan dalam rutinitas kecantikan ketika kita ingin menutup pori-pori wajah, misalnya setelah melakukan scrub atau masker wajah.

"Jika berbicara tentang pori-pori baru bisa menggunakan air. Air hangat dapat membuka pori-pori, sedangkan air dingin (atau es batu) bekerja menutup pori-pori," tambah dr. Adhi.

(kik/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads